One: Hal Biasa

6 3 0
                                        

........................

Sudah Terbiasa Sampai Tak Tau Harus"Apa"

Kring.....Kring.....Kring.....

Bunyi Alarm Menggema Di Ruangan  Yang Bernuansa Putih Susu Tersebut, seorang remaja perempuan yang bergelung di dalam selimut seakan terusik akan suara yang masuk ke dalam Indra pendengaran nya.

Ia terbangun dengan pandangan kosong  seolah-olah hal buruk terjadi dalam tidur nya, beberapa menit ia terdiam akhirnya ia menghembuskan nafas kasar.

"Hufttttt....... kamu harus tetep semangat na walaupun keadaan ngak memungkinkan kamu untuk semangat"

setelah kana meyakinkan diri nya,ia bangkit dari kasur lalu menunju kamar mandi untuk membersihkan diri.

skip

setelah kana selesai merapikan diri ia berkaca sejenak di depan cermin,ia tersenyum miris melihat keadaan dirinya sendiri, lalu ia mengambil tas yg di dalam nya terdapat buku tulis kosong yang sudah ia masukkan ke dalam tas,hari ini adalah hari ke empat ia bersekolah setelah melewati masa MPLS(masa perkenalan lingkungan sekolah) selama tiga hari.

Kana pun keluar dari kamar dan turun ke bawah, melihat keadaan rumah nya yang sunyi hening.

"Lagi dan lagi,ngak masalah kan kamu juga udah biasa na ngapain sedih"ucapnya sambil terkekeh

Kana langsung berangkat menuju halte untuk ke sekolah tanpa sambutan hangat tanpa pelukan tanpa kecupan di kening tanpa sarapan hanya kekecewaan yang ia dapatkan yang hebat ny dia dapatkan setiap hari.

segera kana menuju halte bus, sesampainya kana di halte ia memasuki bus dan mendudukkan dirinya di samping jendela yang terbuka, memasang kan headset pada kedua telinga nya dan menutup matanya menikmati udara sejuk di pagi hari.

Namun kegiatan nya menikmati lagu dan udara sejuk seketika berhenti,dering handphone yang masuk ke Indra pendengaran nya tanpa izin mengganti kan lagu yang ia putar,kana melihat nama penelpon langsung merubah wajah nya menjadi datar.

"Halo kan

"Iya ada apa ma"

"Besok,kita ga jadi pulang kita langsung mau ke rumah nenek di jogja kakak kamu mau ngerayain ulang tahun nya di sana,kamu gak masalah kan gak ikut.

"Bahkan tanpa kalian tanya pun aku ga akan pernah ikut kalian(batinya)."

"Oh oke² ma,gak masalah kok mama sama yang lain jangan lupa jaga kesehatan ya,salam ma buat yang lain dan sampe in maaf aku ke kakak  karna ga bisa hadir di acara ulang tahun dia".

"Bukan aku nggak bisa hadir tapi kalian yang nggak mau aku hadir"Ingin rasanya kana mengucapkan kata-kata itu tapi apalah daya ia tak mampu mengucapkan nya hanya bisa tertahan di dalam batinnya seorang.

"Kamu juga jaga kesehatan baik² jangan sampe masuk rumah sakit lagi mama,papa sama kakak kamu ga ada waktu buat ngurus kamu yang selalu bolak-balik rumah sakit kamu itu udah gede masa fisik kok lemah banget.

"Hahaha....lemah ya,batin kana tertawa miris."

"Iya kana bakal jaga kesehatan kok ma, insyaallah kana ngak akan ngerepotin kalian lagi."

Tut.....tut.....tut....tut

"Bahkan buat sekedar nanyain kabar aku aja kalian gabisa, mungkin aku ngelakuin kesalahan yang fatal sampai kalian segitu acuhnya sama aku tapi sampai saat ini aku ga tau kesalahan ny itu apa,atau mungkin aku bukan anak kandung kalian ya".

"Astaga kana kamu ga boleh Overthinking gini gak mungkin lah kamu bukan anak kandung mereka iya kamu pasti anak kandung mereka".

Rasanya kana ingin menangis detik ini juga tapi sadar akan tempat ia mengurungkan niat nya untuk menangis,dan kana hanya memendam rasa sedih,marah dan kecewa di hatinya.

WHY ME? Where stories live. Discover now