1. sahabat

50 11 2
                                        

Sudah minggu ke dua adzkiya masuk SMA pelita bangsa, tetapi sampai sekarang dirinya belum mendapatkan teman.

Dulu, waktu dirinya masih duduk dibangku SMP, adzkiya mempunya angan-angan kalau nanti di SMA dirinya bakal lebih baik lagi di banding waktu SMP.

"Karna hari ini belum mendapatkan buku lks ditambah kita belum saling kenal alangkah baiknya kalian memperkenalkan diri kalian ya" ucap seorang guru.

"sebelum nya perkenalkan nama saya aisyah, boleh panggil saya buk ai atau buk aisyah juga enggak papah saya guru sejarah dan saya wali kelas kalian" perkenalan guru sejarah.

Ternyata ini wali kelasnya sekarang, gurunya sangat cantik, baik, suaranya pun sangat lembut beruntung sekali adzkiya mempunyai wali kelas seperti buk aisyah.

"Ibu mulai dari absen pertama ya" ucap guru lagi.

Mereka mulai maju untuk memperkenalkan dirinya di depan kelas dan sekarang giliran adzkiya yang mendapatkan giliran.

"hai nama aku Adzkiya Naila Taleetha panggil ajah Adzkiya, senang berjumpa dengan kalian" suara Adzkiya kecil, jujur saja dia begitu gugup untuk berbicara di depan banyak orang.

setelah Adzkiya memperkenalkan dirinya ia langsung duduk kebali ketempat duduk nya.

Semua siswa sudah selsai memperkenalkan dirinya ke depan, namun tiba-tiba ada Seseorang siswa masuk memberitahu ke kelas nya untuk menuju ruang TU katanya buat mengambil buku paket dan lks.

sesampainya diruang TU mereka semua mengantri dan mengambil semua buku yang sudah disiapkan di atas meja dan diminta untuk menulis nama mereka masing-masing, bahwa pertanda kalau kelas ini sudah mengambil buku paket dan lks .

Adzkiya sudah selesai mengambil bukunya, dia langsung berjalan menuju kelas nya tetapi di tengah perjalanan dia berhenti sebentar untuk mengistirahatkan tangannya, buku buku itu sangat lah berat.

Setelah ia mau melanjutkan langkahnya tiba-tiba ada sebuah tangan yang mengambil buku buku itu.

"eh? enggak usah din gua ajah, bisa kok" ucap adzkiya kepada seseorang yang ia panggil din entah din itu siapa, udin kah? atau Adin?

dia bukan udin, Ataupun adin, Tetapi dia ialah aydin sahabat Adzkiya dari SMP kelas 8 sampai sekarang pun mereka masih berteman baik, mereka berdua sudah janjian untuk masuk ke SMA pelita bangsa, dan untungnya saja Azdkiya dan aydin keterima di SMA yang sudah mereka buat.

"gue bantuin lo ikhlas kok tenang ajah" jawab aydin setelah mengambil separuh buku Adzkiya dan langsung berjalan meninggalkannya.

Adzkiya langsung berlari kecil ke arah aydin sambil menggurutu, aydin itu menyebalkan sangat menyebalkan.

"Makasih ayyydin" ucap Adzkiya.

mereka berdua sudah sampai di meja Adzkiya, Aydin pun langsung duduk di bangku sebelah Adzkiya.

"Ga ke kelas lo?" tanya Adzkiya yang melihat sahabatnya itu.

"Mau disini ajah, bosen.. masa kita enggak sekelas si kyaa~" keluh Aydin, Adzkiya mengangkat bahunya tak tahu lagian kenapa Aydin menanyakan itu ke dirinya.

"Kiya lu dah dapet temen? awas ajah lo kalau lo udah ada temen baru terus lupain gue" suara Aydin mengancam untuk tidak melupakan dirinya kalau Adzkiya mempunyai temen baru.

"ya enggak bakal lah gue lupain lo, yakali gue lupain lo yang ada lo tuh yang lupain gue" ucap Adzkiya menuduh balik Aydin, Aydin mengerutkan alisnya dan sedikit memajukan kepalanya di depan Adzkiya.

"walaupun gue punya temen baru selain lo, gue enggak bakal lupain lo kya, ngapain gue lupain lo kita ini udah sahabatan lama, gini ajah deh kita berdua harus buat janji biar enggak boleh ada yang lupain satu sama lain, oke" tangan Aydin langsung membuat seperti promise, Adzkiya pun membalas promise Aydin.

MY WORLD. A Where stories live. Discover now