Gadis berusia remaja yang selalu tampil mempesona di mana pun berada,bajunya yang anggun dan elegant,fashion nya yang tidak pernah gagal,wajahnya yang berbentuk oval dengan bibir kecil tipis,hidungnya yang mancung dengan bola mata kecoklatan,dengan kulitnya yang putih,serta tubuhnya yang ideal dengan rambut biru kecoklatan dan sedikit keriting yang di biarkan terurai mengembang itu sedang mengamati dirinya di depan cermin di kamarnya,sesekali dia tersenyum sendiri mengamati wajahnya,tapi tidak mau memotretnya.
"Cantik sekali"ucapnya kegirangan.
Sudah beberapa jam dia duduk di depan cermin dan masih memperhatikan secara detail wajahnya,tidak ada rasa bosan sedikitpun.
Hingga selang beberapa lama,pintu kamarnya di ketuk seseorang.
"AQILA"teriak seseorang itu dari luar kamar.
Ternyata gadis itu bernama Aqila,Aqila tidak menghiraukan orang yang memanggilnya karena terlalu keasyikan memandangi dirinya di cermin hingga orang itu mendobrak pintu Aqila yang ternyata tidak di kunci.
"Kamu Ibu panggil gak di jawab-jawab!punya telinga gak?"bentak orang itu yang tidak lain ibunya,Wanita berusia 30 tahunan itu mendekati Aqila yang sedang duduk di depan cermin sambil marah marah dengan kesal.
Aqila kaget dan berhenti memandangi dirinya di cermin.
"Yaampun Bu maaf"ujar Aqila.
"Daritadi ngapain aja sih Qil,Ibu lama nungguin kamu"kata ibunya Aqila
"Dandan Bu,kan ibu mau minta antar ke mall,aku harus dandan dulu biar cantik"sahut Aqila sambil mengambil sisir yang ada di depannya dan kembali menyisir rambutnya.
"Ibu sudah ngasih kesempatan lama sama kamu buat siap-siap,emang waktu 30menit bahkan 1 jam tidak cukup?"tanya Ibunya dengan kesal.
"Pakai make up itu harus perfect Buu"sahut Aqila tidak mau kalah
"Yaampun Qila,kayak mau fashion show aja,padahal Deket kok,liat tuh orang lain aja kadang keluar rumah tidak pakai make up sama sekali,emang gak cukup modal bedak doang sama lipstik?"tanya ibunya lagi
"Aku gak pede aja Bu"ucap Aqila murung
"Kamu itu Cantik sayang,gak pake make up aja udah cantik,kalo pake make up kebangetan tuh"kata ibunya menyakinkan
"Oh jadi Ibu gak suka ya kalo Aku lebih cantik dari Ibu?Ibu takut Ibu tersaingi?begitu kan?"tanya Aqila
"Bukan begitu sayang,Ibu juga tidak pernah melarang kamu buat make up an,tapi jangan berlebihan juga sampai ngabisin waktu,kamu udah 3 jam lho make up an dari tadi"sahut ibunya.
"Makanya biarin Aku masuk les make up Bu"rengek Aqila"Biar Aku bisa lebih berpengalaman dan bisa bermake up bagus dengan waktu yang singkat"katanya lagi.
"Enggak,kamu msih sekolah jangan ngurus yang gituan,fokus aja sama pelajaran kamu"kata ibu Aqila
"Oke,ibu juga jangan suka protes kalo aku lama makeup an, salah sendiri gak izinin masuk les makeup,dan juga mulai sekarang jangan minta antar ke mall sama aku,mandiri!"bentak Aqila sambil pergi dengan langkah yang di sentakkan meninggalkan ibunya sendirian di kamarnya.
Ibunya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya itu.
"Anak zaman now"batinnya lagi.
****
Teriknya matahari siang itu membuat semua orang yang berada di luar rumah mengeryitkan keningnya karena panas,apalagi dengan Aqila,gadis anti panas itu.
"Ra,cepetan!Panas nih"teriak Aqila pada temannya yang bernama Lara
"Bentar!"Teriak Lara sambil membereskan bukunya yang berserakan di meja Taman sekolahnya.
Siang itu mereka akan pergi ke suatu tempat,dimana tempat itu penuh dengan berbagai macam make-up lengkap dengan ruangannya yang megah seperti layaknya mall dan cat dindingnya yang di cat penuh artistik yang membuat setiap orang yang akan kesana akan tertarik untuk memotret dirinya di sana.
Mereka sudah sampai di tempat itu, "MakeUp Worlds"bacaan yang ada di atas bangunan itu.
Aqila dan temannya turun dari mobil dan segera memasuki tempat itu karena tidak ingin merasakan panas untuk kesekian kalinya.Di sana mereka mengelilingi tempat itu sambil sesekali memotret diri mereka di sana.
"Ra, menurut lu lipstik yang cocok buat gue yang warna apa ya?"tanya Aqila pada Lara.
"Jangan nanya sama gue Ra,gue kan orangnya anti make up nihh,jadi gatau banyak soal itu"ucap Lara sambil sesekali menggigit bibirnya.
"Yaudah tapi menurut lu yang mana Ra?perkiraan aja"paksa Aqila.
"Yang merah gelap ini"ucap Lara sambil menunjuk lipstik yang dia maksud.
"Yaampun Ra,gue gak suka warna ngejreng kayak gitu"ucap Aqila kesal
"Iya makanya jangan nanya gue,kan gue gak tau lu sukanya warna apa"ucap Lara
"Yaudah Ra, menurut lu bagusan yang warna peach,nude, Orange, Vampire Blood,Cherry,Pink,Merah Rose,Merah jambu,Ungu,Flower,Coral,Pink Plum,Merah,Brick, Hitam,Yang mana Ra?"Tanya Aqila bingung sambil menunjuk warna-warna lipstik yang dia liat di sana.
"Ya Tuhan cabut saja nyawaku,aku sudah tidak kuat menghadapi hidup ini"Teriak Lara dengan gaya nya yang kecentilan.
"Heh apaan si lu Ra?"Tegur Aqila kebingungan.
"Gue dengernya aja udah panas nih telinga,mending jangan nanya gue lagi ya Qil soal ini,gue bener bener gatau soal ini"rengek Lara
"Iya gue tau,cuman menurut lu yang mana yang bagus buat gue,ayok tunjuk warna lipstik nya,gpp lu gatau warna nya juga"Ujar Aqila dengan nada memaksa.
"Yang ini deh"Ucap Lara sambil menunjuk lipstik warna nude di dekat Aqila.
"Tuh kan pinter milihnya, kayaknya kita se frekuensi deh,gue juga tadi udah pengen banget sama warna ini"Sorak Aqila kegirangan.
"Anjirtt,mati guee!"batin Lara.
"Gue beli sama yang warna peach aja deh,soalnya gue suka sama warna yang kalem,kayak orang nya hihii"ucap Aqila sambil tertawa kecil.
Spontan lara berekspresi muntah.
"Lipstik nya doang yang kalem,orangnya enggak"ketus Lara
"Yaampun Ra,lu jangan Mandang orang sebelah mata"ucap Aqila
"Iya nona cantik"ucap Lara sambil tersenyum lebar ke Aqila,berbeda dengan hatinya yang sudah kesal.
Setelah itu mereka berdua menuju kasir untuk membayar lipstik yang di beli Aqila.
Di perjalanan menuju kasir,Aqila menghentikan langkahnya.
"Apa lagi?"tanya Lara
"Oh iya,gue kan harus beli blush on,stok di rumah udah menipis nih,balik lagi yuk"ajak Aqila
"Ra lu gila ya,kita udah 2jam keliling sana sini,dan sekarang masih mau melakukan hal yang sama?"tanya Lara dengan kesal.
"Lu kan sahabat gue yang baik nih,lu harus nurutin kemauan sahabat lu sendiri agar dia bahagia"rayu Aqila
"Ndasmuuu"Ucap Lara dengan jutek.
Aqila tertawa melihat tingkah sahabatnya itu,benar benar hebat,dua orang yang karakter nya berlawanan,yang satu suka make up yang satu anti make up,yang satu tinggi yang satu pendek,yang satu putih cantik yang satu lagi hitam manis,yang satu tomboy yang satu lagi feminim,tapi mereka saling melengkapi satu sama lainnya.
Aqila menarik tangan Lara menuju tempat blush on di tempat itu.Seperti biasa Aqila selalu menanyakan terlebih dahulu hal mana yang bagus pada Lara meskipun Aqila tau Lara tidak tau hal hal itu.
1 jam kemudian Lara selesai berbelanja,dia bukan hanya membeli lipstik dan blush on,tapi juga membeli peralatan make up yang lainnya,dan kali ini dia membeli Glitter.
Setelah keluar dari tempat itu Lara membuka percakapan lagi setelah agak lama mereka saling diam karena menikmati suasana tempat di sana.
"Qil,Anter gue yuk"ajak Lara
"Kemana Ra?"tanya Aqila penasaran.
"Gue mau beli topi nih sama jaket"ucap Lara
"Yaampun Ra,lama lagi dong"rengek Aqila
"Ya gapapa dong,kan lu juga udah gue antar"ucap Lara dengan gaya menggoda
"Demi sahabat tercinta"ucap Aqila sambil berjalan menuju mobilnya dan memberi isyarat agar Lara segera naik.
****
"Bagusan warna Abu apa hitam nih?"tanya Lara sama Aqila.
"Warna pink aja deh Ra biar bagus"ucap Aqila
"Iww,gue gasuka warna itu ya, please"jelas Lara
"Yauda deh terserah lu, ngapain coba minta saran kalo lu sendiri gak bisa nerimain saran gue"ucap Aqila kesal
"Tuh kan,lu juga tadi begitu pas di toko make up,itu lu sadar dan tau,kenapa mesti di lakuin?"tanya Lara kesal juga
"Ya kan mungkin aja bisa sedikit agak membantu"ucap Aqila
"Skipp!"teriak Lara sambil melanjutkan melihat lihat topi yang ada di sana.
20 menit kemudian Lara sudah selesai berbelanja.
"Cepet bangett"ucapp Aqila
"Yaiyalah,gak kayak lu ngabisin waktu 24 jam"ledek Lara
"Ishhh"kesal Aqila.
"Tapi seru juga ya, kita bisa tau dunia orang lain, apalagi yang berlawanan,jadi banyak pengalaman aja"ucap Lara Sambil tetap berjalan ke parkiran mobil Aqila.
"Sekali aja lu pake make up,Lu pasti cantik bangett Ra"ucap Aqila berbinar
"Lu juga sekali aja gak make up an,lu kan udah cantik natural juga,atau paling enggak pake baju yang sport gitu lahh,jangan yang feminim terus"ucap Lara menimpali juga.
Mereka seperjalan menuju parkiran yang jauh dari mall itu hanya menghabiskan waktu untuk bercakap-cakap dan tanpa terasa mereka sampai di parkiran dan pulang.
***
"Makasih ya"ucap Lara sambil berjalan masuk ke rumahnya.
"Iya lu juga ya,bye"ucap Aqila sambil melambaikan tangan dari dalam mobil.
***
"Menyenangkan sekali, berkeliling mencari makeup yang akan di beli,apalagi melihat makeup yang unik unik dan cantik cantik itu,apalagi dengan tempat nya yang aestetic,menyenangkan juga sih pergi ke mall hanya untuk mengantar Lara beli topi dan jaket favorit nya"Cerita Aqila pada ibunya.
"Whatt?kamu beli makeup lagi?jangan hambur hamburin uang dong sayang,kamu itu sebulan uang jajan banyak lho,kamu pakai buat beli make up semua?"tanya ibunya kesal
"Enggak dong Bu, paling cuman 50%dari uang jajan buat makeup,30%untuk outfit,dan 20%lagi untuk uang jajan"ucap Aqila.
"Uang bulanan bulan besok ibu potong ya,kalo kamu msih menghabiskan uang kamu buat beli makeup"bentak ibunya.
"Jahat banget sih Bu,kenapa sih ibu ini kayak gak mau liat Aku seneng,maunya apa Bu?"Ucap Aqila sambil meneteskan air mata.
"Ibu gak bermaksud begitu,tapi lihatlah,make up kamu masih banyak,kenapa harus beli lagi"Ucap ibunya menerangkan.
"Kan Aku cuman mau ngoleksi Warna warna yang belom aku punya,emang salah?"Ucap Aqila yang tangisnya semakin keras.
"Iya tapi kamu jangan berlebihan,Di sekolah kamu aja Gaada tuh yang namanya lomba kecantikan,kamu tampil cantik juga belum tentu semua orang suka"Ucap ibunya lagi
"Aku cantik untuk diri sendiri Bu,bukan untuk orang lain"bentak Aqila sambil pergi meninggalkan ibunya.
Itulah yang selalu di perdebatkan di rumah Aqila,tapi Aqila tidak pernah jera sekalipun dan bahkan semakin memperbanyak koleksi make up nya.
"Aku cape Bu,aku gatau apa yang Ibu inginkan dariku, ibu tidak pernah membiarkan aku bahagia dengan hal yang aku suka"batin Aqila saat dirinya hendak tidur malam itu,malam yang diiringi petir dan rintikan-rintikan air yang turun dari langit,yang bercampur aduk dengan rintikan air dari mata Aqila.
Gimana nih kelanjutannya?ikuti terus yuk,jangan lupa Vote ya guys,biar semakin semakin semangat berkarya!.
KAMU SEDANG MEMBACA
Make Up
Cerita PendekMakeup should never be used to hide yourself.It should be used to enhache your natural beauty. Menggunakan makeup bukan bertujuan untuk menutupi kecantikan alami seseorang.Makeup harus diartikan secara bijak sebagai suatu sarana positif untuk memban...
