25-10-2021
-
Cakra membuka matanya perlahan, memperlihatkan kegelapan yang cukup pekat. Ia termenung sebentar tanpa melakukan pergerakan pada badannya.
Terdengar krasak krusuk dari luar kamar, seperti seseorang yang menarik koper melewati kamar Cakra.
"Pergi lagi ya?"
Cakra bertanya pada dirinya sendiri, dengan tatapan kosong cakra menghidupkan lampu tidur disampingnya lalu mengambil handphone yang berada tepat di dekat lampu tadi.
04.30
25-10-2021 CAKRA DAY🎂
Cakra menghela nafas panjang kemudian tersenyum miris, "Untuk apa berharap Cakra?" Cakra kembali bertanya kepada dirinya sendiri.
"Mustahil mereka inget" lirih Cakra
Ia meletakkan kembali handphonenya, menutup lampu dan kembali tertidur.
-
07.00
Seperti biasa hari ini Cakra harus pergi ke sekolah, demi
menghabiskan duitnya.
Setelah semuanya siap, Cakra berjalan menijaki karpet lembut yang melapisi lantai rumahnya dan menuju ke arah lift yang akan membawanya ke lantai dasar.
Keluar dari lift Cakra merasakan sesuatu yang kurang atau aneh?, tapi dia menepis semua itu paling dia hanya merasa kesal akan kejadian dini hari tadi.
Cakra mmengambil satu kunci motor yang bergantungan bersama kunci lainnya kemudian berjalan keluar menuju garasi.
07.20
SMA CANDEKIYA
Seperti dugaan, Cakra lagi dan lagi terlambat masuk kelas. Gerbang sudah tertutup dengan rapat.
'Ini bukan berarti Cakra tidak boleh masuk' ingat itu.
Satpam sekolah melihat kedatangan Cakra, dia membuka pagar dengan cepat agar Cakra bisa masuk.
Cakra memarkirkan motornya di depan pos satpam, kemudian memberikan kuncinya kepada satpam tadi.
Cakra berjalan di Koridor dengan pandangan kosong, tidak perduli dengan keadaan sekitar yang sedang membicarakan dirinya. Itu sudah terbiasa terjadi.
Suara pak guru sudah terdengar dari dalam kelas Cakra, tentu saja dengan kemalasan ia memasuki kelas tersebut.
"Tuan Cakrawala Bramantyo"
Panggilan itu membuat Cakra menghentikan langkahnya dan berbalik, terlihat jelas seorang lelaki dengan nametag "Suryadi" lengkap dengan gelarnya disana.
"Sialan, gua lupa hari ini jadwalnya" batin Cakra
"Apa?" Cakra menatap guru tersebut dengan tatapan sayu.
"Keluar dari kelas, saya tidak menerima anak yang terlambat" tegas Surya.
Tanpa balasan Cakra langsung berjalan menuju pintu kelas. Sebelum benar-benar keluar dari sana, Cakra berhenti di depan seorang gadis dengan rambut kuncir di samping Surya.
Dengan tatapan sayunya Cakra berkata, "Buka ikat rambut lo, gua ga suka"
"CAKRA" Surya memperingati Cakra.
Cakra menghela nafasnya kemudian berjalan keluar dengan tangan di dalam saku.
"Baiklah anak-anak seperti yang kalian lihat, kita mendapatkan teman baru" ucapan Surya dibalas sorakan gembira oleh masyarakat kelas terutama para lelaki.
YOU ARE READING
HALCYON
Teen Fiction"Manusia itu kejam." - Cakrawala Bramantyo - "Manusia itu baik." - Reinasha Afriza - Halcyon by milooo13 #pinterest
