Mohon maaf sebelumya. Cerita Cool Boy vs Tomboy Girl aku hapus, karena alurnya ga karuan. Jadi, aku mau bikin cerita keduaku. Semoga kalian suka!!
Happy Reading><
.
.
.
.
•••🕊•••
Berlari tergesa-gesa menyusuri koridor yang mulai sepi dan suasana hening kala ini tengah dilakukan oleh seorang gadis dengan tas berwarna biru miliknya, dan rambut yang ia ikat menampakkan leher jenjangnya.
"Maaf bu, saya terlambat." ucapnya diambang pintu masuk kelas.
Sang guru dan para siswa disana mengalihkan atensinya kepada gadis itu. Guru yang menatapanya horror sedangkan siswa/i disana mentapanya bingung.
"Lintang! Tidak ada negosiasi untuk kali ini. Hormat bendera sampai jam pelajaran ibu selesai!" titahnya.
Lintang meneguk paksa ludahnya, terus saja begini. "Baik, bu."
Ia berjalan dengan gontai menuju tiang yang ada di lapangan luas. Ia terdiam sejenak, bisa-bisa ia menjadi daging bakar jika harus dihukum hormat bendera. Apalagi pelajaran bu Nadin tadi 3 jam lamanya.
Ia pasrah saja, meletakkan tasnya agar bersandar di pilar koridor lalu mulai menjalankan hukumannya.
Sedangkan disisi lain, seorang cowok tengah terfokus kepada materi yang diterangkan oleh guru di depannya.
Sesekali ia sedikit merintih lantaran kepalanya mendadak pusing dan sakit. Tak ambil pusing, ia membiarkan hal itu terjadi karena mungkin ia terlalu pusing dengan rumus-rumus yang ada di papan tulis, pikirnya.
"Baik anak-anak, bapak rasa pelajaran hari ini cukup. Silahkan gunakan satu jam lagi untuk belajar karena bapak ada urusan. Terimakasih." ucapnya.
Sorakan senang dilontarkan siswa disana kala bapak guru itu keluar. Tak sedikit dari mereka langsung berhamburan ke tempat surgawi mereka, kantin.
"Nggak ke kantin lo?"
Cowok bernama Gema Angkasa, itu mengajak teman sebangkunya agar ke kantin sekaligus berinteraksi dengan suasana luar. Ia sedikit prihatin karena temannya itu selalu berdiam diri di kelas dan tak mau bergaul dengan teman seangkatannya.
Cowok itu menghembuskan napas pelan, "Oke." ucapnya.
"Tumben." gumam Gema.
•••🕊•••
Gema dan cowok bernama Langit Aghizal Pratama itu berjalan beriringan menyusuri koridor sekolah.
Tiba-tiba, netranya menangkap sosok gadis yang sedang berdiri dengan tangan membentuk hormat dan kepala mengadah ke atas mengarah kepada bendera merah putih.
YOU ARE READING
LINTANGLANGIT
Teen FictionGenre : Fiksi remaja, teenfiction, romance, schooledition, bikin baper!!!! Lintang tak pernah berhenti mengejar cinta Langit walaupun sudah berkali-kali cowok itu menolaknya. Entah lah, kenapa gadis itu bisa bertahan. Ia mengaku kepada Langit jika d...
