Bab 1

7 3 0
                                        

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

            Aku tidak perlu waktu lama untuk segera sampai ketempat yang telah lama tidak ku kunjungi ini. Sejujurnya, jika tidak dipaksa teman-temanku untuk ikut, mungkin aku tidak bakal mau kesini, tempat dimana terlalu banyak kenangan manis dan pahitnya. Sekolahku.

" Halo Lia, aku dah sampai di parkiran nih, jemput aku dong disini!, aku malu mau masuk kedalam!" suruhku kepada temanku yang sedang ku ajak bicara dengan telepon genggamku.

" iya-iya, aku kesana bareng Annchi" sahutannya singkat.

            Selang beberapa menit kemudian. Akhirnya aku melihat keberadaan Lia dan Annchi. Aku langsung berlari kecil sambil tersenyum seperti anak kecil. Aku langsung memeluk erat mereka berdua. Hahaha, kangen. Itu yang kurasakan sekarang, untung saja aku me iyakan ajakan teman-temanku untuk ikut reuni ini.

" kangen banget aku sama kamu Ann, kapan kamu balik ke Indonesia? " ujarku sambil melepas pelukaanku.

" mungkin satu minggu yang lalu Han, aku juga kangen sama kamu dan yang lainnya!".

" rasanya senang banget Han, akhirnya bisa balik ke Indonesia buat cuti, ya walau dibolehin cutinya cuman satu bulan", jawab Annchi sambil tersenyum.

" ehem, bisa dilanjutin di dalam aula aja gak temu kangennya kalian?"

" Panas tau parkiran kita ini dari dulu! " balas Lia yang akhirnya membuka suara. Yang cuman aku dan Annchi balas dengan anggukan yang berarti me-iyakan ajakannya.

            Akhirnya aku memasuki lagi sekolahku, entah sudah berapa tahun lamanya. Tapi kali ini, ketika aku berdiri menginjakkan kakiku kesini lagi, aku bukanlah anak kecil dengan seragam putih abu-abu dengan tas ransel birunya.

            Aku hanyut dalam lamunanku sampai tidak sadar aku sudah sampai di depan aula sekolahku. Ramai sudah dengan para alumnus yang lainnya. Dan sekilas kulihat anggota OSIS yang membantu menyiapkan acara terlihat sibuk, entah kenapa membuatku tersenyum kecil melihatnya, seperti melihat masa laluku.

"Han, liat deh anak OSIS-nya, kek kita dulu ya! ahahahah", senggol Annchi dilenganku sambil ketawa kecil.

"maaf kak, kakak alumnus yang baru dateng ya? Silahkan isi absennya dulu kak!" ujar salah satu anak OSIS yang mengarahkanku untuk mengisi absen kehadiran alumnusnya.

            Setelah mengisi absen kehadiran, akhirnya aku memasuki aula utama sekolahku, wah, didalam aula tak kalah ramai dengan diluar, bahkan lebih ramai di dalam sini.

"JENONG!"

"HANNA! DISINI HAN ! " seru teman-temanku yang datang lebih awal.

            Suara mereka yang langsung menarik perhatian yang lain karena teriakan yang berasal dari pojok kiri aula. Rasanya tidak ada yang berubah dari kelakuan mereka walau sudah bukan remaja lagi. Aku cuman bisa menghela nafas malu dengan perbuatan mereka.

            Akhirnya aku bergegas mendatangi mereka yang sudah datang lebih awal daripada aku.

"Nyong! Anjir malu banget aku! Ingat umur nyong! udah gak bocah lagi! " kataku sambil mencubit lengannya.

"auwh! Sakit Han! Bodo amat! Yang penting Adnan gak malu punya cewe kek aku! Jenong! Jenong! Wleee" balas Rara sambil mengejekku. Gak ada berubah sedikitpun temanku satu ini. Bahkan bucinnya ke Adnan pun tidak ada perubahan sama sekali. Tetap bucin.

         Dimeja bulat yang melingkar ini baru sedikit teman-temanku yang datang. Ada aku, Lia, Annchi, Rara, Ana dan April.

          Sambil berjalannya acara, sedikit demi sedikit akhirnya teman-temanku waktu SMA akhirnya berkumpul. Sebenarnya aku dan teman-temanku tidak terlalu memperhatikan acaranya, karena kami sibuk dengan acara temu kangen kami sendiri.

            Entah sudah berapa jam acara berjalan, rasanya pinggangku mulai terasa nyeri akibat terlalu lama duduk. Akhirnya kuputuskan untuk keluar aula sebentar untuk mencari angin segar.

" Loh mau kemana Han ? " tanya Lia kepadaku.

" Mau keluar bentar Li, nyari angin. Pinggang aku mulai sakit kelamaan duduk nih " jawabku.

" Mau kutemani ? " tanya Lia lagi kepadaku, yang hanya kubalas dengan gelengan singkat dan senyuman.

            Akhirnya ku langkahkan kaki ku meninggalkan aula. Wah, rasanya benar-benar sudah lama tidak kesini. Mumpung sudah disini, apa lebih baik aku keliling sekolah sebentar ya? Rugi kan kalo udah lama tidak kesini, tidak kugunakan untuk lihat-lihat perubahan apa saja yang telah terjadi.

            Akhirnya sudah kuputuskan dengan bulat, aku akan berjalan berkeliling sekolahku sebentar. Tapi darimana dulu ya? Dikarenakan aula ku tepat berada di tengah-tengah sekolahku, aku bingung. Apakah aku harus melangkahkan kakiku berbelok ke arah kanan dulu? Tempat dimana kelasku dulu berada. Atau ke kiri dulu? Tempat favorit ku berada. Hmm sepertinya ke arah kiri dulu lebih asik daripada melihat kelas-kelas kan? Toh pasti tidak ada perubahan, kecuali terjadi pengacakan kelas saja kan?.

AWhere stories live. Discover now