Sekolah

91 29 12
                                        

Hai kenalin nama gue
Lintang Azrilio Wibisono.
Umur gue 17 tahun, gue masih muda bro, ngapa? lu kira gue dah tua.
Tinggi gue 180 cm, hobi gue balapan, nongkrong sama anak setan, main basket dan gangguin Frasa ya Frasa Zhahera calon ibuk dari anak-anak gue.

SMA Hang Tuah

"Pagi sa". Sapa Lintang pada Frasa

"Mau ngapain lo". jawab sinis dari Frasa

"Santai dong Sa". sambil merangkul Frasa.
"Yok la masuk kelas bareng gue".
Frasa hanya diam sambil berjalan bersama Lintang menuju kelas.

"Wow"
"Wew"
"Anjay"
"Ada pasutri baru ni"
Begitula ketika sahabat Lintang melihat Frasa dan Lintang masuk ke dalam kelas mereka.
Lalu mereka duduk di bangku masing-masing, bangku Frasa di depan Lintang. Kenapa Lintang memilih bangku di belakang Frasa? Jawabannya adalah untuk menjahili Frasa karana lelaki itu tidak akan pernah membuat dunia Frasa tenang.

Buk Elina memasuki kelas seketika semua murid yang tadinya ribut dan berlari kesana kemari kini pun mulai duduk dengan tenang, pasalnya ibuk Elina adalah guru killer di SMA Hang Tuah semua siswa-siswi di SMA tersebut tidak mau berurusan dengan guru killer, tapi tidak dengan Lintang dan teman-temannya. Ya lintang adalah cucu pemilik SMA Hang Tuah.

Bel istirahat pun berbunyi anak-anak SMA itu berhamburan untuk pergi ke katin.
"Yok la guys kita ke kanti, da lapar banget gue". Ungkap Jayen sambil mengelus perutnya.

"Hayukkk gass, gue jg". Sahut neno
Arga, dan Gabriel tanpa menjawab apapun mereka langsung berjalan mengikuti kedua sahabatnya itu.

"Tang lo ga mau ikut ke kantin bareng kita?". Tanya Arga sahabat Lintang yang dari kecil sudah bersama-sama, jadi semua hal tentang Lintang tentu saja Arga sudah tau.

"Duluan aja nanti gue nyusul", gue masih ada urusan sambil tersenyum smirk sambil melihat Frasa yang tengah sibuk dengan tugas buk elina.
Tanpa membalas ucapan lintang mereka sudah berjalan ke kantin.

"Sa, ke kantin yukk lo ga lapar apa hah?" Tanya Layba, Ya Layba adalah sahabatnya Frasa dari awal masuk SMA itu mereka sudah berteman baik.

"kalo lo mau pergi ke kantin duluan aja, gue masih mau ngerjain satu soal ini". Jawab Frasa yang sendari tadi sepasang matanya tidak bisa lepas dari tugas itu.

"yakin lo sa?" layba.

"Hmm". Jawab singkat frasa yang berarti iya.

"Ga mau nitip apa gitu, nanti gue beliin? ".Tanya Layba.

"Gue nitip air mineral aja lay".
Sebelum Layba pergi dia membisikan sesuatu kepada sahabatnya itu.

"Ti-ati sa, ada Lintang tu" goda Layba kepada Frasa.

"Bomat lay, gue ga peduli". Jawab Frasa.

Setelah Layba pergi, tak lama dari itu Lintang pun mengganggu Frasa yang tengah asik mengerjakan tugas itu.
"Sa", panggil Linggar.
Tidak ada jawban dari Frasa, Lintang pun memanggilnya lagi

"Frasa Zhahera binti Lukman Handoko". lengkap banget ya mas Lintang manggil pujaan hatinya.

"Hmm, apa?" Jawab ketus dari Frasa.

"Lu kok gitu sa?" Tanya Lintang yang tidak dijawab oleh Frasa, kesabaran Lintang pun kini di uji.

"Sa, lo marah sama gue gegara gue ambil boneka bubu lo itu?"

"Menurut lo"

"Lagian sebegitu pentingnya ya boneka itu buat lo?"

"Kalo iya kenapa?". Jawab Frasa dengan marah.

"Gue bakalan ganti boneka lo itu, gue beli beserta perusahaannya kalo lo mau".

Orang kaya mah beda wei sampe mau di beliin sama perusahanan nya huuh.

"Lo tau kan Tang, kalo boneka itu kenangan dari Alm.Rendi? cuman itu Tang, kenangan yg tersisa antara gue sama Rendi". Jawab Frasa yang kini matanya mulai memanas. Air mata Frasa pun sudah tidak bisa dia tahan, dan Frasa lebih milih pergi meninggalkan Lintang yang diam membisu.

Lintang & Frasa On GoingStories to obsess over. Discover now