Part 01

81 5 1
                                        

Seorang gadis berlari menuju gerbang sekolah dengan langkah tergesa-gesa. Sesekali ia melirik jam di pergelangan tangannya. Jam sudah menunjukan pukul 07:15, sekolah sepertinya sudah mulai sepi, karena para murid sudah memasuki kelas.

"Pak, tolong bukain gerbangnya," pinta Bulan kepada pak satpam yang bertugas menjaga gerbang sekolah.

"Maaf neng, gak bisa. Kan sudah peraturannya kalo telat gak boleh masuk. Neng teh anak baru?" tanya pak satpam.

"Iya saya anak baru," jawab Bulan dengan wajah datarnya.

"Ya sudah, kali ini ini saya bukain gerbangnya, tapi lain kali jangan telat lagi Neng," ujap Pak Satpam dan hanya dibalas deheman oleh Bulan.

----------------------

"Pagi anak-anak" sapa Bu Indah selaku wali kelas.

"Pagi Bu," jawab mereka serempak.

"Hari ini kalian kedatangan murid baru, silahkan masuk nak," ucap Bu Indah mempersilahkan Bulan masuk.

"Cantik,"

"Manisnya,"

"Sini Neng, duduk sama Abang,"

"Datar banget,"

"Biasa aja kali cantikan juga gue,"

"Badgirl nih kayaknya,"

Kira-kira begitulah celotehan siswa-siswi yang ada dikelas, saat melihat Bulan. Rambut panjang yang sengaja ia gerai menambahkan kesan cantik, meskipun penampilannya sedikit berantakan karena ia habis berlarian.

"Baik nak, silahkan perkenalkan diri kamu," ucap Bu Indah.

"Nama saya Bulan Alfchabella Z, Biasa dipanggil Bulan," singkat Bulan dengan wajah datarnya.

"Baik Bulan, nama saya Bu Indah selaku wali kelas XI IPA 2, kamu silahkan duduk di bangku yang kosong," ujar Bu Indah mempersilahkan Bulan untuk duduk.

"Kalian kerjakan halaman 35-37, saya ada urusan sebentar, jangan ada yang keluar kelas," ucap Bu Indah setelah itu meninggalkan kelas.

"Hai, gue Valencia Sandoro, lo bisa panggil gue Valen," sapa Valen yang duduk tepat di depan Bulan.

"Bulan,"

"Gue Khairina, panggil aja Nana, atau mau panggil cantik juga boleh," ucap Nana yang duduk disamping Valen.

"Bulan," jawab Bulan tanpa ekspresi.

Sejak saat itu, mereka bertiga semakin dekat. Valen dan Nana mampu menerima Bulan sebagai sahabatnya, meskipun sikap Bulan terkadang cuek, dan datar.

Sudah seminggu Bulan menjalani hari-hari nya di sekolah ini. Semuanya berjalan biasa-biasa saja tanpa ada masalah. Valen dan Nana mulai mengerti satu sama lain tentang sifat Bulan.

------------------------

"Woyy Bulan! Ngapain sih kita pake bolos segala?" teriak seorang gadis berambut sebahu, yang baru saja mendudukkan dirinya di lantai rooftop.

"Tau, kenapa sih Lan?" tanya gadis satu lagi dengan rambut dikepang kuda.

Mereka baru saja sampai di rooftop, padahal jam pelajaran sudah dimulai sejak beberapa menit yang lalu.

"Siapa juga yang nyuruh kalian bolos? Kalian sendiri yang ngikut gue kan," kesal Bulan, melirik tajam kedua sahabatnya.

"Lo kan baru sekolah disini satu minggu, udah sering bolos aja," ucap Valen.

"Betul tuh, kalo kita mah gapapa bolos, udah ketahuan jeleknya, sedangkan elo tuh murid baru, harusnya jaga image kek," omel Nana panjang kali lebar, seperti ibu yang sedang menasehati anaknya.

Bulan memang baru masuk Graha High School satu minggu yg lalu, namun ia sudah sering bolos entah karena alasan apa.

Setiap ditanya oleh kedua temannya, Bulan hanya menjawab malas belajar, tapi mereka tahu, pasti ada sesuatu yang disembunyikan Bulan, hanya saja mereka enggan untuk menanyakan lebih jauh sebelum Bulan sendiri yang akan bercerita.

"Kali ini alasan lo bolos apa?" tanya Valen menatap netra coklat itu penuh selidik.

"Biasalah Val, pasti karena males belajar, ya kan Lan?" timpal Nana.

Sedangkan Bulan hanya diam menatap malas kedua sahabatnya.

Diantara mereka, Nanalah yang selalu menjadi pencair suasana, yah karena tingkahnya yang sedikit kekanak-kanakan, tapi ia baik, juga cantik.

Sedangkan Valen, ia pun cantik, tapi sikapnya yang cerewet yang membuat pusing jika sudah diceramahi oleh Valen. Bisa-bisa gendang telinga mereka rusak, hehe.

"Gue pengen cerita ke lo berdua," Bulan menatap kedua sahabatnya yg duduk di depannya.

Wajah Bulan berubah sedikit pucat, ia ragu untuk mengatakannya, tapi ia pikir saat ini adalah saat yg pas untuk cerita. Karena selama ini ia selalu memendam masalahnya sendirian.

"Lo kenapa Lan? Sakit?" tanya Valen, dan di jawab gelengan oleh Bulan.

"Oh, jangan-jangan lo hamil ya Lan? Terus gak ada yang mau tanggung jawab?" tanya Nana seenaknya, dan dibalas jitakan oleh Valen.

"Aww, sakit Valen," rintih Nana mengusap kepalanya.

"G-gue...,"

"Gue punya phobia nyanyi, itu sebabnya gue sering bolos kayak gini. Gue sebenernya takut, gue takut kalo disuruh nyanyi pas pelajaran seni," lirih Bulan dengan mata berkaca-kaca.

"What?" teriak Valen dan Nana secara bersamaan.

"Gue aneh ya?, kalian pasti gak mau temenan sama gue lagi kan?" cicit Bulan, kali ini Bulan pasrah kalaupun mereka akan menjauhinya sekarang, ia sudah siap.

"Gue gak bakal jauhin lo, kita kan sahabat. Meskipun kita baru temenan tapi gue yakin, lo pasti kuat kok ngadepi ini semua, pokoknya gue bakal selalu ada di sisi lo, kalo perlu, gue ikutan bolos terus tiap pelajaran seni, biar lo ada temennya. Iya kan Na?" ucap Valen memberi semangat sembari tersenyum lebar.

Mereka bertiga berpelukan, saling menguatkan Bulan. Bulan merasa beruntung karena dipertemukan dengan mereka.

Selama ini Bulan selalu sendiri, pasalnya Bulan memang dingin kepada semua orang kecuali saat bersama temannya, atau orang terdekat.

Bersambung..
Sampai jumpa di part selanjutna

Salam hangat
Ini cerita pertama saya..
Semoga bisa menghibur kalian..

Salam literasi..
Keep enjoy to reading my story..

BULAN & BINTANGWhere stories live. Discover now