1: Sudah Jatuh, Tertimpa Motor

50 4 1
                                        

Tak banyak yang tahu, apa saja yang akan terjadi di dunia ini. Tanpa kita sadari di sekitar kita, ternyata banyak sekali yang mendapatkan kejutan dikehidupan sehari-hari.

Seperti yang di alami gadis yang satu ini. Kenalkan, dia adalah Zeffanya, panggil saja Naya. Dia murid SMA Harapan yang masih duduk di kelas 11. Kemarin, umurnya baru saja menginjak 17 tahun.

Namun nasib sial baru saja ia alami. Entah apa yang dipikirkannya, hingga motor yang ia kendarai jatuh ke dalam selokan. Namun ia masih bersyukur karena ia masih selamat setelah meloncat dari motornya.

Meskipun ia harus merelakan siku tangan dan punggungnya yang menjadi korban, tetapi tak apa asalkan ia selamat dari kejadian mengenaskan ini.

Setelahnya Naya langsung berdiri dan membersihkan debu yang menempel di seragamnya. Ia memeriksa bagian tubuhnya apakah ada luka atau tidak. Tetapi nihil, tidak terdapat luka sama sekali.

"ALHAMDULILLAH!! UNTUNGNYA GUE GERCEP LONCAT!!" pekik Naya kegirangan dengan menepuk helm yang masih terpasang di kepalanya.

Naya meloncat-loncat kegirangan sembari mengadahkan kedua tangannya keatas. Ia benar-benar bersyukur setelah selamat dari kecelakaan yang ia alami barusan.

Namun tanpa disadari oleh Naya, ia menjadi bahan tontonan warga yang membantu mengevakuasi motornya. Tanpa ia sadari juga, bahwa sebenarnya ia tidak mengendarai motor seorang diri. Ia membawa seorang teman!.

"Neng, bantuin temennya dong. Kasian ini, kejepit!" sahut warga yang ikut bahu- membahu menolong motor Naya.

Naya melebarkan kedua matanya kaget setelah mendengar ucapan dari warga. Naya berjalan sembari menepuki dahinya. Ia baru teringat jika ia sedang memboncengkan teman sekelasnya yang bernama Clara.

"CLAAA! SORRY GUE PIKIR GUE LAGI SENDIRIAN!!" teriak Naya dengan raut wajah yang berubah menjadi panik.

Kedua tangan Naya pun langsung membantu menarik tubuh Clara. Entah Naya salah memegang luka ataukah memang Clara yang lebay, akhirnya bantuan Naya hanya membuat keributan.

"ADUH!! PELAN-PELAN DONG!!" kesal Clara yang tengah merengek kesakitan akibat salah satu kakinya masuk ke dalam selokan.

Mendengar rengekan Clara, membuat Naya semakin semangat untuk menarik tubuh Clara dengan kasar.

"KALO PELAN MANA BISA KELUAR BADAN LO BEGO!" balas Naya dengan teriakannya yang memekikkan telinga.

"YA TAPI PELAN DONG! GAUSAH KASAR!" teriak Clara disela tangisannya.

"YAAMPUN BADAN LO KAGA BISA KELUAR! EMANG LO MAU JADI DUYUNG SELOKAN??!" gerutu Naya yang akhirnya membuat Clara kicep dan menurut saja apa yang dikatakan oleh Naya.

Setelah beberapa menit dengan bantuan warga, akhirnya Clara berhasil di keluarkan dari selokan. Karena keributan mereka berdua pula yang membuat evakuasi berjalan sangat lama, akhirnya Naya dan Clara terlambat untuk pergi ke sekolah.

Meskipun demikian, mereka tak berniat untuk kembali pulang ke rumah. Mereka akan tetap pergi ke sekolah dengan keadaan seragam Clara yang basah kuyup dengan air got.

Clara lebih baik pergi ke sekolah daripada kembali pulang, karena pasti orangtuanya akan memarahinya habis-habisan. Karena ia juga masih memiliki beberapa seragam di dalam lokernya.



****

KRIIINGGG*

(Dikatin)

"Heh kok bisa sih lo berdua kecelakaan begitu" tanya Dera yang penasaran sejak jam pelajaran tadi, namun Naya dan Clara menolak untuk bercerita panjang lebar.

SpoilerWhere stories live. Discover now