"Pagi kak" Sapa gadis berseragam sekolah dengan senyum terlukis di wajah cantiknya
Masih seperti hari-hari sebelumnya, Zian sama sekali tidak memperdulikan gadis cantik yang sudah menyiapkan sarapan untuknya. Ia hanya melirik sesaat lalu kembali bergegas mengambil kunci motor kesayangannya.
"Sarapan dulu kak, aku udah bikinin" ucap Nova super sabar
"Lo makan sendiri aja" ucap Zian datar seraya keluar dari rumah untuk berangkat sekolah.
Ya beginilah kehidupan Nova. Hidup dengan kondisi lingkungan yang berbeda 180° dari kehidupannya 1 bulan yang lalu. Yang dulunya periang, sekarang harus berpura-pura senang. Untungnya ia gadis kuat, dan perihal sabar, Nova nomor 1 deh!
Nova duduk lesu memakan sandwich yang ia buatkan untuk Zian, sendirian. Nampaknya ia sangat merindukan kehidupan lamanya. Suasana hangat di rumah bersama ayah dan ibunya. Sekarang malah seperti di neraka.
Semua berawal dari 1 tahun yang lalu. Fina, ibu Nova mengalami sakit berat. Mereka kekurangan biaya sampai akhirnya meminjam dana kepada teman Rafi (ayah Nova) yang bisa dibilang kaya raya. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, keluarganya benar-benar tidak sanggup untuk membayar semua hutang-hutangnya terhadap keluarga Danendra.
Sampai pada akhirnya keluarga Danendra sudah tidak bisa menunggu lagi. Rafi terus memohon untuk diberi keringanan. Danendra juga manusia, ia masih punya hati, apalagi Rafi termasuk sahabat baiknya.
Singkat cerita terjadilah kesepakatan antara kedua belah pihak bahwa untuk menggantikan rupiah-rupiah yang tidak bisa terbayar, Anak keduanya harus dinikahkan.
Dengan berat hati Nova menerima kesepakatan tersebut untuk kedua orang tuanya. Tidak apa dirinya menderita asal kedua orang tuanya tidak ikut sengsara. Begitu pikirnya.
Kembali ke hari ini, Nova bergegas keluar rumah untuk berangkat ke sekolah diantar supir pribadi yang sudah disiapkan oleh keluarga Zian.
•••
"Pagi Nova!" Seru Bella seraya duduk di samping Nova
"Pagi bel" balas Nova tersenyum simpul
"Gimana hari ini?" Tanya Bella
"Gimanya apanya?" Tanya Nova tak mengerti
"Ah elah, itu es batu udah mencair belum?" Tanyanya
"Boro-boro bel" jawab Nova lesu
"Hadeh, lu ga cape apa va dicuekin Mulu" tanya Bella menatap Nova heran
"Ya mau gimana lagi bel. Ibu selalu bilang buat selalu ngehargain orang lain walaupun orang itu gapeduli sama kita" jelas Nova
"Lo tuh terlalu baik buat diginiin, va" ucap Bella kesal sendiri
"Ya terus gue harus gimana, Bella? Gue harus kabur terus jadi gembel terus kelaparan mati di pinggir jalan gitu?" Ucap Nova ikut kesal
"Ah udah deh daripada kesel-kesel masih pagi, mending temenin gue ke kantin. Gue laper!" Ucap Bella langsung menarik paksa tangan Nova menuju kantin
"Gw mager bel, ah elah" ucap Nova dengan nada lesu
"Udah ah ikut aja" ucap Bella tetap menarik paksa tangan Nova
"Iya gausah tarik-tarik" ucap Nova menarik paksa tangannya yang digengngam erat oleh Bella
'Plak'
"Aduh, sorry kak gasengaja" ucap Nova panik karena ia barusaja tidak sengaja menyenggol orang
Pria itu tak memperdulikan. Ia hanya menoleh sebentar lalu melanjutkan perjalanan.
"Va, itu kan..." Ucap Bella menggantung
"Siapa?" Tanya Nova
"Itu..." Ucapnya lagi
"Ita itu Ita itu. Siapa sih?" Tanya Nova kembali menoleh untuk mengecek siapa yang ia senggol tadi
Nova terdiam. "Kak Zian" ucapnya pelan
Bella mengangguk mengiyakan
"Sebodoamat itu ya Zian sm lu?" Tanya Bella
"Ya gitu deh. Udahlah, katanya mau ke kantin" ucap Nova mengalihkan pembicaraan
"Oh iya, yok gas?" Ucap Bella
.
.
.
.
Bersambung
YOU ARE READING
Zian Danendra
Teen FictionTentang gadis cantik yang harus dikorbankan karena keluarganya tak sanggup membayar hutang. Tentang pria dingin yang tidak pernah memperdulikan lingkungan namun diperhatikan lingkungan. Bagaimana kisah antara keduanya?? Monggo dibaca!
