BUGH
BUGH
"ANAK SIALAN!!! MAKSUDNYA APA INI?!! SAYA MINTA KAMU MENDAPATKAN NILAI 100 BUKAN 97. PAHAM TIDAK?!" bentak seorang pria paruh baya pada anaknya tersebut.
Leonard Frandon, lelaki itu hanya mengangguk sambil memegang sudut bibirnya yang berdarah akibat pukulan sang Ayah.
"KELUAR DARI RUMAH INI, SAMPAI KAMU MENDAPATKAN NILAI YANG SAYA INGINKAN." bentak Ayah Leo lagi, lalu meninggalkan dirinya.
Leo hanya tersenyum miris menatap nasibnya. Apa salahnya hingga ia tidak pernah mendapatkan kebahagiaan?
Leo keluar dari rumah mewah tersebut. Ia tak membawa apa-apa kecuali buku untuk sekolah dan heandphone-nya.
Leo menghampiri motornya lalu menyalakan mesin. Ia keluar dari pekarangan rumah, dan menuju apartemen miliknya.
Sesampainya di apartemen miliknya, Leo menekan password apartemen-nya. Ia memasuki kamar lalu ia merebahkan tubuhnya di kasur empuk tersebut. Leo menatap langit-langit kamar apartemen sembari melamun.
Ting!
Dengan segera, ia mengambim ponselnya yang berada ditas sekolah. Ia membuka aplikasi sejuta umat itu. Dan, ia tersenyum tipis saat menyadari siapa yang mengirimnya pesan.
Veliciona.
Kamu dimana yang? Ona kangen:((
Di apart
Selesai membalas pesan dari sang kekasih, Leo meletakkan ponselnya di nakas. Ia memejamkan matanya sejenak guna menenangkan pikirannya sejenak.
Ia lelah dengan semuanya. 12 tahun ia hidup sendiri tanpa kasih sayang. Semuanya hilang begitu saja saat ia berumur 6 tahun. Ia tak tau apa kesalahannya hingga terjadi seperti ini.
Terlalu larut dalam pikirannya, sampai Leo tidak sadar sudah ada gadis cantik disamping Leo. Gadis itu tersenyum manis saat Leo membuka matanya dan menatapnya.
Leo mengubah posisinya menjadi duduk. Gadis tersebut duduk di tepi ranjang Leo, lalu mengelus kepala Leo.
"Leo kenapa? Leo lagi sedih kah?" tanya Veliciona, kekasih Leo. Leo menjawab dengan gelengnya.
"Ona pengen nginep boleh?" tanya Ona. Sebenarnya, Ona adalah panggilan khusus daru Leo yang di berikan pada Veli.
Tentu saja Leo menggeleng. "Gak." jawab Leo tegas.
Ona menghela napasnya, kemudian mengangguk. "Ona tungguin Leo disini ya? Sampe malem doang kok." Leo mengangguk mengiyakan ucapan sang kekasih.
~~~
Hai hai hai.
Kangen gw kga lu?😏
Ni msh prolog okey. Ttp ksh vote sm comen biar gw semangat. Hargai lah ya:)
Gw gtau knp tiba" pgn buat crita beginian. Pdhl gw agak males mikir gtu. Biat g males mikir, ksh dukungan ya breew
Dh dlu ya, tatah...😚
YOU ARE READING
Leonard
Teen FictionLeo, seorang lelaki yang menyimpan banyak luka dan menutupinya dengan wajah dinginnya. Berusaha untuk tegar, walau nyatanya ia sangat rapuh. Serapuh-rapuhnya. Mulai dari kisah tentang keluarganya hingga kisah cintanya yang tak mulus. Itu mebuat Leo...
