Calya mendekati Sasha ingin menempelkan tisu yang basah ke wajahnya namun Sasha berontak.

"Mau apa lo?"

"Kenapa?.takut kalo make-up samarannya ke hapus?"

"I..ini luka bukan make-up!"

"Stop!.kalian ini tidak menghargai keberadaan saya!" Tegas pak Saipudin  membuat seisi ruangan BK menjadi sunyi.

"Sasha kalo itu hanya luka mengapa kamu takut saat Calya akan menempelkan tisu basah ke wajahmu?" Lanjut pak Saipudin.

"Kalo kena air perih pak" Alibi Sasha.

"Maaf pak saya udah engap disisni jadi terpaksa saya lakuin ini.." Calya mengunci tubuh Sasha dan mengelap memarnya yang ternyata hanya make-up.

"Lo.." Tunjuk Sasha pada Calya namun ia menurunkan jari telunjuknya saat pak Saipudin menatapnya garang.

"Udah jelas kan pak.dia cuma cari sensasi" Ujar Calya memperlihatkan make-up yang menempel di tisu basahnya.

"Baiklah kamu silahkan kembali ke kelas.dan untuk kalian tetap disini saya akan memberikan hukuman karena kalian telah membuang waktu saya percuma hanya untuk melihat acting kalian!.kalo mau bikin drama tuh di ruang teater bukan ke saya!" Ceramah pak Saipudin.

"Saya permisi" Ucap Calya segera pergi dari ruangan tersebut.tak ingin terkena ceramahan pak Saipudin yang pastinya panjang melebihi rel kereta.

"Are you okay?" Tanya Mutiara khawatir saat mendengar temannya yang masuk ke ruangan BK.

"Gue gpp ko"

"Serius Cal.emang lo ada masalah apa sama si Sasha dkk?" Tanya Mutiara mengintil Calya yang berjalan ke bangkunya.

Calya duduk di bangkunya di sampingnya sudah ada Dimas yang seperti biasa tertidur di kedua lipatan tangan.sedangkan Mutiara duduk di bangku depan Calya lalu menghadap belakang agar ia bisa bertatap wajah langsung dengan Calya.

"Biasalah cemburu gw deket sama ni es balok" Saat mengucapkan es balok Calya reflek menabok punggung Dimas.untung sang empu tak terbangun.dia memang seperti beruang kutub yang sedang hibernasi.

"Eh lo main tabok-tabok aja,kalo bangun bahaya.terancam sudah nyawa kita"

"Hahaha.dramatis amat lo,tenang dia lagi hibernasi gak bakal bangun"

"Jadi intinya gimana emang lo di apain sama Sasha dkk?" Tanya Mutiara yang masih penasaran.

"Kemarin waktu gw keluar dari kamar mandi mereka hadang gue dan nyiram gue sama air bekas pel yaudah gw siram balik tapi pake air bersih.oyah si Sasha juga sempet gue tonjok si sampe pingsan" Jelas Calya membuat Mutiara menutup mulutnya kagum atas keberanian Calya.

"Brisik!" Ucap Dimas tiba-tiba yang terusik tidurnya akibat keberisikan mendengar dua wanita sedang bergibah.eh ngobrol.

"Eh ayang Dimas kebangun.maaf yah,sini aku Nina Bobo-in biar tidur lagi"

"Bacot"

***

"Dimas ikutttt"

"Dimas gue suka lo"

"Lo mau ga jadi pacar gue?"

"Dimas lo percaya gak,kalo gw tuh cinta pada pandangan pertama sama lo?"

Calya terus saja mengoceh dan mengikuti Dimas dari belakang.

"Dimas Adrian Emilio,kaki gue pendek gak bisa susul lo yang kakinya panjang" Calya kelelahan karena tidak berhasil menyamai langkahnya dengan Dimas.

TIME LOOP (ON GOING)Where stories live. Discover now