We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Dia Flavia!

167 83 7
                                        

Sesuatu cahaya berwarna putih bersinar sangat terang di dalam batu yang cukup besar. Tempat yang sangat sepi layaknya di tengah-tengah hutan. Tiba-tiba saja batu besar itu bergetar seperti telur yang akan segera menetas.

JDARR!!

Batu besar itu baru saja meledak di dampingi turunnya hujan yang membahasi bumi. Cahaya berwarna putih tadi masih belum redup, seseorang keluar dari sana, namun tidak berjalan, dia melayang seakan tubuhnya seperti angin. Dia menatap bingung apa yang terjadi pada dirinya, mulutnya terbuka lalu berkata, "Siapa aku? Kenapa aku ada disini?"

Dia melayang menuju kearah lain walaupun sekarang hujan tetapi tubuhnya tidak basah, melainkan air hujan itu tembus. Wanita yang berwajah pucat, bahkan dia tidak tau mau pergi kemana sekarang, sebenarnya dia itu siapa?

________

"Terima kasih" pria itu menerima obat yang di berikan resepsionis lalu berbalik badan untuk segera pulang.

Hari sudah lumayan malam di tambah hujan yang sedari tadi terus berjatuhan tanpa ada jeda. Untungnya dia membawa mobil pribadi. Pria itu bernama Arshen, dia masuk kedalam mobilnya bergegas untuk pulang.

"Sialan sepi banget ini jalan!" Arshen mengumpat matanya tetap fokus kearah depan.

Hujan memang resek, walaupun sudah di tepis oleh wiper tetap saja air hujan menempel di kaca mobilnya tanpa henti.

Brugg!

Arshen langsung ngerem mendadak saat mobilnya terdengar seperti menabrak sesuatu, wah gawat! Jika itu manusia bisa bahaya. Arshen buru-buru turun dari mobil untuk memastikan apa yang ia tabrak barusan tanpa memperdulikan baju nya sudah basah.

Ternyata beneran manusia yang dia tabrak, seorang wanita yang memakai kain panjang putih polos dan rambut panjang sepinggang. Arshen membantu wanita itu untuk bangun dan secepat mungkin dia masukkan kedalam mobil. Setelah Arshen dan wanita tadi masuk kedalam mobil Arshen langsung bertanya.

"Apakah kamu terluka?" tanya Arshen sangat panik.

"Aku baik-baik saja" dia menjawab.

"Siapa namamu?" Arshen bertanya lagi. "Dan di mana tempat tinggalmu biar aku antar"

"Aku Flavia, iya! Aku Flavia! Aku masih mengingat namaku" wanita yang bernama Flavia itu sangat antusias. Arshen sendiri bingung apa yang terjadi.

"Flavia dimana rumahmu?"

Flavia mencoba mengingat, selama ini dirinya menutup mata di dalam kegelapan. Dia tidak mengingat apapun tentang jati dirinya. Hanya nama yang dia ingat. Flavia membalas pertanyaan Arshen dengan gelengan kepala.

"Lalu kamu datang dari mana kalau kamu sendiri enggak tau rumah kamu" ungkap Arshen bingung dengan wanita disampingnya.

Mobil Arshen berjalan begitu tenang, terpaksa dia membawa Flavia kerumahnya, kebetulan dia juga tinggal sendiri. Tetapi dia tidak akan melakukan hal yang di luar batas, jadi tenang saja.

Disinilah keduanya, di rumah Arshen yang cukup luas bertingkat pula. Namun bagi Arshen ini tidak ada apa-apanya, yang sempurna jika Bunda dan Ayahnya juga ikut tinggal bersama. Arshen adalah anak Broken home.

Flavia melongo sekarang dia berjalan tidak melayang lagi. Baru pertama kali dia melihat rumah besar seperti ini.

"Ini rumah kamu? Apa kamu senang tinggal disini?" Flavia kini bertanya kepada Arshen.

FLAVIAStories to obsess over. Discover now