Kembali Lagi

96 74 9
                                    

Karena masih bingung dengan keadaan dan juga buat memastikan aku pun pulang ke rumah ku yg dulu.

Dan ternyata bener, ini adalah rumah ku ditahun 2016, karena masih belum ada teras di rumah, sampai di rumah aku merasa nostalgia, karena udah rindu banget suasana zaman dulu.

"Kak, kak Lina, aku pulang.... " Teriak ku dari luar "IYA!! berisik banget sih gak usah teriak kan bisa" Saut kak Lina dari dalam rumah. Aku pun masuk kedalam rumah ku dan masuk ke kamar ku "kak ini tahun 2016 kan?" Tanya ku karena masih agak kurang yakin, "Iyaa ini tahun 2016 elu ni masih umur 15 tahun tapi udah pikun" Jawab kakak ku sambil memukul kepala ku, "Aduh!! Sakit kak lu tu cewek apa gorilla sih? Oh ya aku lupa lu gorilla betina" Ledek ku ke kakak sambil kabur, karena si Kakak udah mau ancang-ancang mau nendang.

Di kamar aku masih bingung? Kenapa aku bisa balik ke masa lalu saat masih sekolah? Sangat tidak masuk akal aku bisa kembali ke masa lalu? Apakah ini hanya mimpi dan tubuh asli ku sedang koma di rumah sakit? Atau aku melakukan perjalanan antar waktu seperti di anime isekai?

Apapun itu yang pasti ini adalah kesempatan ku untuk memperbaiki masa depan ku, aku harus mencari siapa biang dari kegagalan ku dibawa depan. Kalau benar ini tahun 2016, berarti aku masih kelas satu di SMA Cordova dan belum sekelas dengan Fitri, karena aku akan sekelas dengannya ditahun kedua dan itu pertama kalinya aku jatuh cinta dengan dia.

Pagi ini aku berangkat sekolah dengan kebingungan, aku berusaha untuk beradaptasi dengan diriku yang sekarang, walapun benar aku kembali ke tahun 2016 tapi aku merasa berbeda. Mungkin karena ini adalah perjalanan waktu jadi aku seperti merasa dejavu.

Diperjalanan aku bertemu dengan beberapa teman ku, pada tahun ini aku masih memiliki banyak teman dan belum dibully, tapi karena aku yang overthinking serta masih terbayang bully-an mereka aku enggan menyapa mereka, sampai ada yang memanggilku dari belakang.

"Selamat pagi Ipung, wahai teman ku," sapa seseorang dari belakang sambil menepuk pundak ku. Aku reflek menengok kebelakang, ternyata dia adalah Nada teman sekelas ku.
"Pagi Da," sapa ku balik dengan senyum datar.
"Kenapa lo pung? Kayaknya banyak masalah, coba cerita ke gue, kali aja gue bisa bantu." Nada memang teman gue yang paling setia sama gue bahkan pas gue dibully hanya dia doang yang mau berteman denganku.

"Nggak papa kok Da, hanya gue ngerasa kayak dejavu," jawabku datar.
"Dejavu? Ngaco lu pung, ahh," jawab nada dengan cengengesan. Tentu saja gak ada yang percaya kalau aku melakukan perjalanan waktu.

Akhirnya aku sampai di sekolah sejenak kenangan ku tentang sekolah ini terlintas, baik kenangan manis maupun kenangan buruk yang dimana aku dijauhi satu sekolahan.

"Oi Pung, ayok cepetan masuk, malah ngelamun kayak orang bego," ajak Nada.
"Hmm, yaudah sana lo masuk dulu! Gue mau muter muter sekolahan dulu."
"Lah, napa?" tanyanya keheranan.
"Gak papa Da, cuma lagi gabut aja gue, udah sana lu masuk duluan ntar gue nyusul!" Perintah ku sambil menendang bokongnya. "Buset dah Pung, santai bro, kagak usah nendang juga, mentang-mentang badan gue gempal," keluhnya kesakitan.

Aku pun tidak bisa menahan gelak tawa karena tingkahnya, "iyaa maaf, yaudah sana lu ke kelas duluan ntar gue nyusul." Akhirnya nada pun masuk ke kelas, alasan ku nggak mau masuk kelas dulu adalah untuk mampir ke kelas Fitri, aku bergegas ke kelasnya tetapi langkahku terhenti karena ada yang menarik tas ku dari belakang yang membuat gue terjatuh. Brukk, aku terjatuh ke lantai dengan terlentang dan aku pun merintih kesakitan, "adududu, gila siapa sih yang narik pikirku."
"Oi Pung kemarin lu kemana aja? Gue tungguin," kata cewek yang tiba-tiba mengagetkan ku, aku berusaha mengingat-ingat siapa dia. "Lo siapa ya?" tanyaku spontan. "Buset lo Pung, kemarin lupa janji, sekarang lupa gue, besok lo lupa apalagi? Lupa cara bernafas?" Katanya dengan kesal.

Aku berusaha mengingat siapa dia, ahh aku ingat sekarang, dia adalah Lisa, teman masa kecil ku, apa ya janji ku kemarin?. "Udah deh lu bangun dulu!" Katanya sambil mengulurkan tangan. "Emang janji apa? Kemarin gue lupa karena ketiduran," kataku sambil meraih uluran tanganya, disini aku benar benar lupa, ingatanku seperti direset.

"Lu kan janji, mau nemenin gue beli kado ulang tahun pacar gue," ujarnya kesal. Kenapa aku bisa lupa dengan Lisa. "Iyaa maaf kemarin aku ketiduran dikelas."

"Iyaa, gak papa, maaf udah narik kerah lu sampai lo jatuh."

"Iyaa gak papa, lain kali jangan diulangin lagi." Lekas aku pun masuk ke kelas insiden tadi cukup memakan waktu. Sampai-sampai bel masuk kelas berbunyi.

"Ayok masuk ke kelas, lu mau dimarahin guru," ajak ku.
"Iyaa tapi pulang sekolah temenin gue ya buat nyari kado."
"Iyaa ntar gue temenin," saut ku singkat. Kami pun berpisah karena aku dan Lisa beda kelas.

Akhirnya jam sekolah sudah usai, ternyata sekolah itu melelahkan. Apalagi buat ku yang sudah pernah lulus satu kali. Di depan pintu tampak Lisa sudah menunggu, kemungkinan dia khawatir aku kelupaan lagi.

"Udah lama nungguin Lis," tanya ku sembari

"Nggak kok Pung, kebetulan aja guru di jam terakhir absen,", jawabannya dengan senyuman. " Jadi gak?  Temenin buat beli kado?" "Ya jadi dong masa enggak!" teriaknya. "Iyaa iyaa santai dong, takut banget sih kalau aku lupa," jawab ku singkat. "Yaudah ayok sebelum sore," rengek Lisa sambil menarik tangan ku. "Iya-iya, jangan narik tangan gue juga, ntar melar ini tangan gue, ntar kayak tanganya Luffy terus gue bisa melakuka ulty, gomu-gomu no pistol," celetuk ku sambil meniru gaya Luffy. "Pfft, dasar wibu apa-apa dikaitin ama anime, gelak Lisa. " Yaudah ayok cepetan jangan becanda mulu perut gue sakit ini ya Allah."

Aku pun berjalan ke area parkir untuk mengambil motor dan langsung berangkat ke mall untuk nyari kado buat pacarnya Lisa, dari sini pasti kalian mengira aku terkenal friendzone, tapi kalian salah karena hubungan gue dengan Lisa udah kayak kakak adik, bahkan hari ulang tahun gue dan dia sama, lagipula dia udah gue anggep kayak adek gue sendiri bahkan setiap dia punya pacar orang yang dikasih tahu pertama pasti gue.

Setelah setengah jam perjalanan akhirnya aku dan Lisa sampai di mall.
"Lis, lu mau ngasih kado dia apaan emang? Lo kan baru beberapa bulan pacaran," tanyaku pada Lisa. "Ehh? Iya ya gue lupa dia sukanya apa, lu tahu gak?" tanyanya balik kebingungan. "Lah mana gue tahu Lis, kan dia pacar lo, masak tanya gue, bego lo," jawabku kesal. "Ya maaf, kan niat gue mau spontan gitu," jawabnya dengan murung. "Hadeh yaudah deh yang penting kita masuk aja dulu soal kado urusan belakangan ntar juga pas didalem mall mungkin kita dapet apa yang mau dibeli." Aku berusaha menghibur Lisa yang terlihat murung karena aku marahi. "Yey makasih Ipung I love you," sahut Lisa kegirangan.

"Iyaa gak usah lebay, ayok cepetan!" seru ku.

Akhirnya aku dan Lisa masuk kedalam mall untuk mencari hadiah, dan cuci mata.

***

Kembali Sekolah (Hiatus) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang