01

25 5 0
                                        

Seorang gadis berjalan di koridor menuju kelasnya dengan ceria sambil melompat-lompat kecil. Tak jarang ia menyapa teman seangkatan nya maupun adik kelas yang dikenal nya yang disambut ramah oleh mereka. Dengan sifatnya yang tidak bisa diam, ia terus melompat riang sambil bersenandung kecil sepanjang perjalanan. Sudah menjadi kebiasaan akibat perbuatannya, gadis itu selalu saja tersandung bahkan mungkin terjatuh. Seperti sekarang ini contohnya.

" Lo itu kalo jalan bisa biasa aja gak sih? Jangan nganggep diri lo masih bocah deh. Kelakuan kek bocah mulu heran gue. Kalo aja barusan gue enggak nahan lo,nyungsep kali lo nyium lantai," omel seorang gadis kesal setelah menarik kerah baju belakangnya agar ia tidak terjatuh setelah tersandung sebelumnya.

" Hehe, maaf Nda udah biasa. Lagian kalo gue jatuh gapapa kok gue gak bakal malu. Kan urat malu gue udah putus. Trus juga kan biasanya di wattpad kalo si cewenya jatuh trus si cowonya nolongin trus mana cowonyo betboi betboi dingin gitu huaaa, trus--

"Lo bakal diketawain ogeb. Jangan berekspetasi lebih sama dunia nyata. Kurangin baca fiksi deh lo curiga gue kejiwaan lo ntar keganggu."

Nanda, gadis itu memotong perkataan sahabatnya sambil menatap temannya jengah. Sahabatnya kembali berulah. Lagi.

Gladys, sang gadis yang diomeli mendengus kesal. Sahabatnya memang tidak bisa melihatnya bahagia dengan kebiasaannya yang suka berhalu dengan para cogan di aplikasi favorit nya. Wattpad. Tidak tau apa Gladys adalah penikmat cogan nomor wahid? Baginya hidupnya akan hambar tanpa melihat cogan walau hanya satu hari. Ia selalu mengharapkan dengan berhalu setiap malam agar dianugerahi pacar ganteng sekali seumur hidupnya. Gladys bertekad untuk hal itu, ingat! Tapi dengan mudahnya Nanda menghancurkan imajinasinya begitu saja. Dasar Nanda kampr--"

"Gak usah ngumpatin gue dalem hati lo," tebak Nanda benar.

" Kok lo tau sih," ujar Gladys kesal. Eh, sebentar. Menurut cerita fantasi yang ia baca akhir-akhir ini, seseorang yang bisa membaca pikiran orang lain adalah seorang indigo. Jangan jangan Nanda??!!

"NDA LO KOK GAK BILANG - BILANG SAMA GUE SIH KALO LO INDIGO? GIMANA RASANYA LIAT HANTU NDA? SEREM NGGAK? TRUS--empthh"

Nanda menyekap mulut Gladys dan menyeretnya menuju kelas. Sesekali menunduk meminta maaf bagi siswa yang terganggu dengan teriakan heboh Gladys barusan. Sumpah Nanda malu setengah mati!

Saat sampai didepan kelas barulah Nanda melepaskan bekapannya. Gladys menghirup napasnya rakus karena ia kehilangan banyak napas. Menatap nanda sinis pertanda ia sangat kesal sekarang.

"Apa lo liat liat," ujar Nanda sambil sedikit menahan tawa melihat ekspresi temannya.

Baru saja Gladys ingin memaki Nanda dengan berteriak, Nanda yang mengetahui gelagat Gladys langsung berkata,

"Jangan teriak," peringat Nanda tajam.

"Huh. Lo apa apaan sih nda? Tangan lo bau tauu," keluh Gladys kesal sambil mengecilkan intonasi suaranya.Nanda melotot tak terima.

"Enak aja lo. Tangan gue selalu perawatan ya. Emangnya lo, tangan selalu dipake buat ngupil," sinis Nanda tak mau kalah.

"Heh! Enak aja lo. Kapan emang lo pernah liat gue ngupil? Jangan pitnah ye lo!"

"Halahh ngaku aja deh. Lo kan emang jorok!"

"Enak aja lo nda! Sini lo gue--"

"Udah udah ngapain ribut mulu sih. Mending masuk udah bel bentar lagi guru masuk," seseorang datang melerai perdebatan mereka dengan memotong perkataan Gladys. Ia heran, mengapa semua orang selalu memotong perkataannya hari ini?

GLADYSWhere stories live. Discover now