Prolog

211 19 9
                                        

Ada kalanya persahabatan sama seperti senja yang indah, dan ada kalanya seperti laut yang menyimpan banyak misteri.
~Agatha Catherine B.~

“Senja indah, ya?” goda  remaja laki-laki itu kepada sahabat perempuannya. Mereka berdua kini tengah berada di sebuah bukit yang tak jauh dari tempat tinggal mereka berdua.

“Tentu saja.” Jawab sang gadis dengan ekspresi datar.

“Ada yang lebih indah dari senja sebenarnya,” laki-laki itu mencoba mengalihkan perhatian sang gadis yang masih terpaku menatap indahnya senja.

Agatha yang semula menatap lurus kedepan, kini mengalihkan atensinya mengarah ke arah sahabat laki-lakinya yang tengah tersenyum menatapnya. Dia mengernyitkan dahinya saat mendengar ucapan sahabatnya dan senyuman yang dia dapat saat ini.

Elang yang melihat sahabatnya menatapnya tanpa sadar senyuman terukir di bibirnya. “Mau tau?” tawarnya yang langsung dibalas anggukan cepat oleh sahabatnya.

“Kamu yang lebih indah dari senja, Tha.” jelasnya membuat gadis itu melotot tak terima.

Agatha yang tahu maksud dari Elang sebenarnya mengucapkan itu langsung melotot, baginya Elang akan tetap sahabatnya dan dia tidak akan merubah status itu hingga kapanpun itu. Meskipun di antara mereka mungkin memiliki perasaan satu sama lain, mereka tidak akan tetap bersama, Agatha tahu bahwa dirinya tidak akan bersama dengan Elang sebagai seorang kekasih karena perbadaan yang sangat jelas di antara mereka, tembok besar berada ditengah-tengah persahabatan mereka.

“Jangan bercanda!” tegasnya seraya mengalihkan pandangannya berpusat kembali ke arah senja yang semakin menghilang.
Elang hanya bisa menghela napas kasar saat mendengar jawaban dari sahabatnya itu. Saat ini dia tidak bercanda, dia memang jujur atas perasaannya kali ini. Sampai berkali-kali dia ditolak oleh sahabatnya dia akan tetap memperjuangkannya. Bagaimana tidak? Sahabatnya itu telah membuatnya tergila-gila selama ini, sifat datar dan tak  peduli serta kehidupan sahabatnya yang penuh dengan keabu-abuan membuatnya ingin masuk penuh kedalam diri sahabatnya. Ia ingin menjadi tempat bersandar sahabatnya, ia ingin menjadikan kehidupan sahabatnya menjadi bewarna kembali. Meskipun dirinya harus rela menelan pil pahit setiap hari karena sifat sahabatnya, dia rela.

“Sampai kapan kamu seperti ini, Tha? Aku mencintaimu seperti wanita lainnya. Apa karena perbedaan kita? Aku rela jika kamu memilih tembok besar itu, tapi aku mohon mengertilah bahwa aku mencintaimu bukan sebagai sahabat, Tha.” lirih Elang dengan  wajah penuh kekecewaan.

“Aku tidak begitu, Lang. Kamu tau kan tembok besar yang selama ini di antara kita berdua? Sapai kapanpun kita tidak akan bisa bersama, Lang. Aku dan kamu beda,” elaknya yang dibalas decakan oleh Elang.

“Berkali-kali kamu mengelak seperti ini,  Tha. Bahkan dulu bunda dan Ayah sama seperti kita, tapi apa? Mereka bisa bersama. Kamu saja yang tidak pernah menganggapku selama ini.” bentak Elang dengan wajah frustasinya.

“Tahun depan aku akan lulus dari pendidikanku dan daftar di pasukan khusus, jika kamu masih menganggapku sebagai sahabat tolong datang ke istana presiden tahun depan.” setelah mengatakan itu Elang  berlalu meninggalkan Agatha yang masih terdiam memandangnya yang semakin lama semakin menjauh.

Agatha masih terdiam. Gadis itu bingung untuk menjawab ucapan sahabatnya itu, dia tak tahu harus menjawab apa. Dia ingin sahabatnya itu berada disisinya, namun perbedaan yang membentang di antara mereka berdua seolah tidak bisa terhapuskan di sisi mereka berdua. Sejujurnya, bukanlah itu alasan utama seorang Agatha Catherine, tapi sebuah fakta yang pernah dia ketahui membuat Agatha terus berkali-kali menolak sahabatnya. Sebuah fakta yang ingin Agatha balaskan selama ini, fakta tentang kematian kedua orang tuanya dan ayah sahabatnya.

“Maafkan aku, Lang. Aku janji setelah ini berakhir, aku akan membalas cintamu itu, meskipun aku harus rela meninggalkan kepercayaan ini.”

BAGAIMANA PROLOGNYA?

KOMEN YUK, CERITA BARU VERSI PILOT DAN PASUKAN KHUSUS😊

NEXT NGGAK NIH?😉

Flight AttedantStories to obsess over. Discover now