"Masa lalu adalah prolog"
Langit menghitam dengan udara yang terasa begitu dingin mencekam. Bulan tampak terbelah tertutup awan. Hujan turun begitu deras, menimbulkan bau tanah basah tercium pekat.
Seorang anak perempuan berumur delapan tahun terlihat tengah berdiri didekat jendela menyaksikan tetesan air sang awan.
Anak perempuan itu bernama pelangi Azolita. Dia menatap hujan dengan tatapan hancur penuh luka. Pelangi merasa jika kehadiranya sama sekali tidak diharapkan.
Anak perempuan itu sudah terlalu lelah. Dia menyerah.
Pelangi memejamkan matanya bersamaan dengan air mata yang terus mengalir di pipinya bersamaan dengan tetesan darah mengalir dari hidungnya.
"Pelangi nyerah."
Meskipun umurnya sudah terbilang delapan tahun. Namun anak mana yang tidak sedih jika ditinggal sendirian dirumah di seusianya.
Semua anggota keluarganya pergi berlibur tanpa dirinya. Hatinya sakit.
"Pelangi mau mati." Suara pelangi bergetar.
*TO BE COUNTINUD*
Vote dong untuk prolog...
See you💕
BINABASA MO ANG
Pelangialaska
Teen FictionDia dulu adalah alasanku untuk bahagia merasakan betapa indahnya jatuh cinta dan di cintai. Aku sadar bahwa sebuah kebahagiaan juga membutuhkan tangisan untuk melengkapinya. Tetapi haruskah seberat ini? Dia pergi untuk selamanya. Hingga hadir orang...
