1. MHIB (Awal)

121K 4.7K 142
                                        

*Kalo masih ada kesalahan kata atau nama tandai ya. Terimakasih.

 Terimakasih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Hari ini sekolah sudah mulai kembali, setelah beberapa minggu tidak masuk dikarenakan libur kenaikan kelas.

Seorang gadis berada di kamar bernuansa putih-abu kini tengah bersiap untuk nerangkat ke sekolah. Siapa lagi kalau bukan Viona Asyifa Nazla. Gadis yang sering dipanggil Syifa itu, kini sedang membetulkan jilbabnya yang sedikit miring didepan cermin.

Dirasa sudah siap, Syifa segera turun untuk sarapan bersama kedua orangtuanya. "Pagi Yah, Bun," sapa Syifa dengan semangat kepada orang tuanya yang berada dimeja makan.

"Pagi," jawab keduanya.

"Semangat banget kayaknya Dek, biasanya juga cemberut kalau mau sekolah," ledek Burhan-ayah Syifa, kepada putrinya.

Syifa memanyunkan bibirnya. "Iihh, kok gitu sih Yah."

"Emang Syi, kenapa?" tanya Fatimah-ibunda Syifa, disela-sela menyiapkan makanan.

"Hehehe, gini lho Bun, Yah, ini kan hari pertama masuk sekolah, setelah beberapa minggu ngak masuk, Syi kangen banget sama Laura, pas liburan juga Syi jarang main bareng sama Laura," jelas Syifa dengan antusias.

Burhan pun hanya tersenyum menanggapi ucapan putrinya.

"Ya sudah, sekarang Syi sarapan dulu ya sebelum berangkat sekolah," tutur Fatimah.

"Iya Bun."

Syifa pun memakan makananya tanpa bersuara, karena Ayahnya menyuruh untuk diam saat sedang makan. Hanya ada suara detingan sendok yang bertabrakan dengan piring.

Setelah selesai dengan sarapannya Syifa, berpamitan kepada orang tuanya untuk berangkat sekolah.

"Syi udah selesai sarapannya, Syi berangkat sekolah dulu ya," pamit Syifa kepada orang tuanya.

"Syi berangkat bareng ayah aja," tawar Burhan pada Syifa.

Syifa menggeleng. "Nggak deh Yah, Syi berangkatnya di antar Mang Asep aja."

Burhan pun mengangguk. "Ya sudah kalau begitu, hati-hati ya sayang. Belajar yang pinter."

"Iya Yah, Syifa berangkat dulu, assalamualaikum." Pamit Syifa sambil mencium tangan kedua orang tuanya bergantian.

"Wa'alaikummusalam," jawab keduanya.

Syifa pun berjalan keluar dan mencari Mang Asep, menyuruh untuk mengantarkannya ke sekolah.

"Assalamualaikum Mang," salam Syifa kepada Mang Asep yang sedang mengelap mobil.

"Wa'alaikummusalam, Neng Sipa mau berangkat sekolah?" tanya Mang Asep pada anak majikannya itu.

My Husband Is Badboy✓ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang