Prolog.

132 84 164
                                        

JANGAN LUPA RAMAIKAN KOLOM KOMENTAR YA TEMEN-TEMEN! JANGAN SAMPE KETINGGALAN JUGA BINTANG NYA YA!

"Dih apaan sih, pacaran sama gadis yang suka K-popers,"

"Plastik di kagumin,"

"Ouh ini yang suka sama K-popres."

"Apaan sih k-popers di banggain,"

Dan masih banyak lagi celotehan semua siswi pada nya. Namun, ia hanya menundukkan kepala nya dan terus berjalan menyusuri lorong sekolah. Namun, saat ia menaiki tangga sekolah, seorang siswi penabrak nya secara sengaja dan membuat semua orang menertawakan nya.

"Heh! Kalau jalan pake mata!" sentak siswi itu.

"Ma-maaf" ucap Natasha.

"Maaf-maaf makan tu maaf sama lo!" sentak nya.

"Lo tu cuman siswi yang gak di harap kan oleh semua murid di sekolah ini, jadi menurut gue sih ya lo gapantes masuk sekolah ini" ucap Gadis itu.

Namun Natasha masih setia terduduk di lantai koridor sekolah, ia hanya melihat sepatu gadis yang tengah mengomel nya. Tak lupa dengan semua siswi yang menatap nya sambil tertawa.

"Tau huh! Sok cakep lagi" ucap salah satu siswi yang berada di sebelah gadis itu.

"Jelas-jelas lo gapantes di sekolah ini karna tingkah lo yang kaya anak kecil, dan idola lo yang memiliki wajah dari plastik!" teriak nya yang semakin membuat semua orang menertawakan nya.

"Gimana? Masih mau berani sekolah di sini hm?" tanya gadis tadi sambil mengangkat dagu Natasha.

"Woi para lonte!" teriak seorang siswi yang membuat orang yang menguruni Natasha memberikan jalan untuk gadis itu. "Lo gak ada tujuan hidup atau bosen hidup sih?! Heran dah gue," ucap nya lagi sambil membantu Natasha untuk berdiri.

"Heh! Lo siapa? Berani banget manggil gue dengan sebutan kotor kaya gitu!" sentak gadis itu sambil mendorong pundak gadis itu.

Natasha yang melihat kemarahan sahabat nya segera berdiri dan memegang tangan teman nya ini ketika ia akan melayangkan tamparan.

"Udah Glad, udah. Acha gapapa kok," ucap Natasha sambil mencekal lengan Gladys.


"Yang gak pantes sekolah disini itu elo! Bukan Acha!" ucap Gladys. "Asal lo tau ya, mulut lo lebih kotor di banding kan gue! Ya gue aku lo cantik sih" ucap Gladys yang membuat gadis itu mengibaskan rambut nya ke belakang.

"Tapi sayang, mulut lo sampah, dan itu yang ngebuat kecantikan lo tertutupi oleh mulut kotor lo sendiri!" ucap nya sambil memungut tas milik Natasha.

"Eh lo siapa berani nasehati gue?" tanya gadis itu sambil menatap Gladys.

"Gue Gladys Atia Nurdiana, tangan kanan Natasha Aura Arkania." ucap Gladys dengan nada yang menantang.

"Glad udah, ayok ke kelas aja," ucap Natasha sambil menarik lengan Gladys dan pergi meninggalkan kerumunan koridor.

Natasha (On Going)Donde viven las historias. Descúbrelo ahora