Satu

503 20 7
                                        




🍃



Nangis kan bukan berarti lemah, emang apa salahnya dari air mata yang turun?

Memang ada yang ingin menangis tanpa sebab? Ada?! Gak ada kan, semua nangis karena ada penyebabnya, ada hal yang membuat air mata terjatuh dipipi, bukan karena ingin maka menjadi nangis

“Haiss ngapa sih nangis mulu Jen” Ucap Moonbyul bingung, lagi lagi pulang kerumah melihat adiknya menangis

“Aku kangen mama kak” Ucap Jennie menatap sebentar kakak satu satunya itu, kemudian mengambil tisu dan mengeluarkan ingusnya

Sedangkan Moonbyul yang melihat aksi adiknya, hanya mampu menatap jijik Jennie

“Sumpah lu jorok, gue gak ngerti lagi, gimana bisa ada manusia sejorok lu”

“Aku buang hingus, joroknya dimana sih kak“ Kesal Jennie pada Moonbyul

“Ya, tapi gak lu lempar ke gue juga pintar” Geram Moonbyul lalu mencubit gemes pipi Jennie

“Lu ada masalah?” Tanya Moonbyul pada Jennie, Moonbyul duduk disamping Jennie, sambil mengumpulkan tisu tisu yang berserakkan tentunya dengan bekas ingus Jennie disana

“Cuma kangen mama” Ucap Jennie lirih

“Gak mungkin, gue kenal lu dari orok, siapa lagi yang gangguin lu, kasih tau gue”

“Mana ada yang berani ganggu aku, semenjak kak Byul datang ke sekolah terus marah marah, dan ngancam bakal ngeluarin siapapun dari sekolah kalau ganggu aku” Ucapan Jennie membuat Moonbyul sedikit terkekeh, gak salahkan kalau Moonbyul ingin menjaga adiknya satu satunya itu?

“Terus apa yang buat lu nangis dan butuh mama yang udah tenang diatas sana?”

Yap Moonbyul dan Jennie, sudah lama ditinggal oleh mamanya, sedangkan sang papa ntah bagaimana kabarnya, dari mereka kecil mereka sama sekali tidak mengenal papanya

Moonbyul paham betul, jika Jennie sudah menangis dan mengatakan rindu pada mamanya, artinya ada hal yang mengganggu dan tidak nyaman dihati Jennie

“Kak Byul makin sibuk, aku merasa semua orang ninggalin aku, Mama, terus papa dan sekarang kak Byul” Ucap Jennie sambil menundukkan kepalanya, Air matanya sudah tidak menetes, tapi terlihat bahwa Jennie sangat sedih dan itu membuat Moonbyul merasa gagal sebagai kakak

“G-guee”

“Aku tau kak Byul sibuk, kak Byul harus kuliah, kerja juga, aku yang gak bisa ngertiin kakak, kak Byul gak harus minta maaf, tapi aku cuma kangen aja, dan aku takut bener bener takut kalau kak Byul pergi juga ninggalin aku” Jennie menggenggam tangannya kuat kuat, sebenarnya dia pun tidak berniat membuat Moonbyul merasa sedih atau tertekan, tapi bagaimana, dari pada nanti masalahnya semakin panjang, bukannya lebih baik dibicarakan?

Moonbyul memeluk Jennie, menepuk nepuk pundak adiknya “Makasih udah jujur ma gue, dan gue janji bakal lebih sering adain waktu buat sister time kita yaa” Dan Jennie pun menganggukkan kepalanya

“Nah kalau gitu, sekarang sebagai adek yang baik, masakin gue makanan yaa, gue mau mandi” Lalu Moonbyul beranjak dari duduknya sambil membawa tisu tisu yang sudah kotor dan membuangnya, sedangkan Jennie pun beranjak dan pergi untuk memasak

Everything Has ChangedDes histoires addictives. Découvrez maintenant