[SATU]

121 53 142
                                        

"Yang aku anggap obat malah jadi luka terhebat"~~LenteraClarica

******

Saat terbangun maniknya melihat langit kamar, lalu dia masih terus memikirkan kejadian semalam mengapah semuanya berbeda dengan cepat. Mengapa orang yang dulu bilang akan selalu bersamanya kini malah menggoreskan luka yang dalam tanpa sebab apapun.

"Raaaa!" lamunan nya buyarrr saat mendengar panggilan dari balik pintu kamarnya.

"Eh iyah mah?" dia langsung menyembunyikan kesedihan nya, Dan memasang senyuman di bibirnya, saat melihat TARA mamah kandungnya.

"Udah sholat subuh belum Ra?" tanya Tara yang masih menggunakan mukena.Lentera termaksud perempuan yang rajin ibadah karna didikan dari orangtuanya, Almarhum Ayah nya pernah bepesan.

"Apapun keadaan nya ada satu hal yang tidak boleh di tinggalkan yaitu sholat" Lentera selalu mengingat Pesan almarhum ayahnya.

"Belum mah,ara ambil wudhu dulu yah." sahut Lentara dan langsung beranjak dari kasurnya dan pergi ke kamar mandi yang terdapat di dalam kamarnya.

"Abiss sholat,langsung ke bawah kita sarapan," ucap Tara dan langsung menutup pintu kamar Lentera.

******

Selesai mandi dan sholat Lentera membuka lemarinya,dan menggambil seragam sekolah,walaupun dirinya tidak ingin melihat Varel di sekolah,Mereka memang satu sekolah di sekolahan MERAKBAKTI hanya saja mereka beda kelas, saat ini Lentera baru kelas 10,sementara Varel kelas 11,namun sama-sama kelas ipa.

"Oke ra lu harus lupain si goblok Varell dan pokus sama diri lu sendiri!" ucap nya kepada dirinya sendiri.

Selesai memakai seragam Lentera langsung menyisir rambutnya,hari ini dia mengikat rambut panjangnya itu ,karna sekarang hari senin sekolah mengadakan pengibaran bendera, Merasa sudah rapih dan cantik dia langsung bangkit dan keluar dari kamarnya.

"Pagi mah," ucap Lentera dan langsung duduk,Tara hanya tersenyum manis kearah Lentera.

"Ra nanti siang mamah nggak bisa jemput kamu soalnya di kantor lagi ada miting," ucap Tara sebari menaruh nasi goreng yang dia masaknya sendiri.

"Owh yaudah Ara naik taxi aja," jawab Lentera sambil menyuapkan sesendok nasi.

"Iyah nanti mamah kasih uang lebih, owh iyah ra?gimna hubungan kamu dengan Varel?" tanya Tara yang sudah lama mengetahui hubungan anaknya itu.

"Hubungan yang sudah diketahui orang tua tidak lucu kalo harus hancur,"

"Hhh.....hm baik ko mah!" jawabnya gugup Lentera tidak ingin mamahnya mengetahui apah yang Varel lakukan dengan hati nyah minggu-minggu ini.

"Syukur lah,Seneng mamah denger nyah." tara tersenyum ke arah Lentera, Hati Lentera jadi tidak enak telah membohongi mamah nya.

"Yaudah hayu berangkat,Kmu kan upacara jadi jangan kesiangan." ucap Tara mereka berdua langsung bersiap-siap dan pergih ke luar.

"Owh iyah kira-kira mamah pulang jam berapa?" tanya lentera .

"Agak maleman deh Ra," jawab Tara sambil menyalahkan setater mobil nya.

LenteraStories to obsess over. Discover now