Badainya bergemuruh lagi, air nya mengalir deras melewati hidung menuju bibir yang pada akhirnya terjun bebas di atas awan empuk yang kunamai bantal.
Pukul 01:00 dini hari
Terngiang tulisan sang pemimpi bulan
"Bagaimana mungkin 2 tuhan untuk 1 cinta?"
Tiada yang mustahil bagi tuhan, bukan?
Sudahlah,
Mungkin kepalaku butuh istirahat
Lagi pula semua nya percuma, bukan?
Jika 1 jam lagi aku sudah tak bernapas?
YOU ARE READING
APPROVAL
Teen FictionKita bersatu karena perasaan bukan karena kita sama. Karena memang sesungguhnya, manik-manik tasbihku tetap berbeda dengan manik-manik rosariomu. Cinta diciptakan untuk menyatukan meski agama benteng tertinggi dalam hubungan. *** Sebuah cinta yang t...
