1. PERTEMUAN

55 7 6
                                        

AVIGATOR!!!"

"AVIGATOR!!!"

Suara itu menggema terdengar di seluruh lapangan basket SMA Prada Nusa. Hari ini adalah hari dimana siswa-siswi SMA Prada Nusa melepas penat setelah menjalankan UAS, yaitu class meeting, saat ini yang sedang bertanding adalah geng kebesaran kelas XII yang beranggotakan 5 orang. Dergan Abimanyu, Evner Azka Wijaya, Sastra Alexander, Daren Anggara dan Bian Pratama. Kelima orag tersebut disebut urakan, susah diatur, dan tak heran jika mereka terkenal di kalangan siswa-siswi karena parasnya.

"Panas, Ra. Mending di kelas deh dari pada disini", Vanaya Clarissa. Panggil saja Vanaya, adalah orang yang malas dengan keramaian, bersifat dingin, dan misterius.

" Ntar dulu, liat deh kak Evner ganteng banget tau, Van. Lagian dikelas juga ngapain", balas Keynara Jauza, panggil saja Nara. Ia adalah teman dekat Vanaya dari kelas X dan sekarang sudah menduduki kelas XI. Sifatnya yang berbanding kebalik dengan Vanaya adalah hiperaktif. Vanaya menyebutnya dengan orang yang tak punya malu.

"AAAAA", Nara berteriak dan hampir semua yang berada di lapangan juga ikut berteriak saat menyaksikan Dergan Abimanyu mencetak poin baru. Kecuali Vanaya, dia memilih bermain hadphone dari pada berteriak yang merutnya tidak jelas dan membuang banyak energi.

"Ck, lo mau ikut gak? Kalo gak gue sendiri aja, gue ke kelas ya!", kata Vanaya kepada Nara. Tapi tak di gubris dengan Nara. Vanaya bangkit dari tribun lapangan basket, dan berjalan menuju kelas.

***

Dena Januar

Kumpul di ruang OSIS ya, rapat bentar

Setelah membaca pesan dari ketua OSIS SMA Prada Nusa, Vanaya langsung bergegas ke ruang OSIS. Vanaya adalah anggota OSIS di angkatan ini. Dan Dena Januar, adalah ketua OSIS.

" Oke, gak lama-lama aja ya. Gue cuma minta empat orang, dibagi dua. Untuk kasih minum yang lagi tanding basket" ucap Dena sarkas.

" Gue sama Yuna ngurus mading, tinggal Afika sama Vanaya. Kalian gih kasih minum di lapangan" ujar Fara memberitahu.

Vanaya menunjuk dirinya sendiri sambil mengangkat satu alis, " Gue?"

"Iya, elo sama Afika. Sok gih, buruan", Fara mengangkat sekardus yang berisi air mineral dan mengasihkannya kepada Vanaya.

Dengan terpaksa akhirnya Vanaya bersama Afika, anggota OSIS yang masih menduduki kelas X tersebut. Vanaya berjalan menuju lapangan basket, dimana anak-anak Avigator sedang duduk-duduk seusai pertandigan.

"Aduh keringetnya, jadi pengin aku lap", kata Afika berbisik ketika hendak menghampiri para pemain. Walaupun Afika mengatakannya dengan berbisik, Vanaya yang berada di depannya mendengar.

"Duh, mana sih OSIS. Lama amat gak bagi minum", kata Bian sambil mengelap keringatnya di dahi.

"Iya nih, babu sekolah mana babu sekolah", celetuk Daren melihat sekeliling.

"Permisi...", Vanaya dan Afika datang dengan membawa sekardus botol air mineral kepada anak kelas dua belas tersebut.

"Lama amat sih neng, abang haus tau gak", ucap Bian langsung membuka kardus dan langsung mengambil botol air mineral itu.

"Capek ya neng jadi babu sekolah?", tanya Daren sambil menyengir yang tentunya itu hanya bercanda.

Vananya menghembuskan nafas kasar, "Babu lo bilang kak?", ucapnya dingin.

"Ett... Santai aja dong neng, sensi amat. Lagi PMS ya lu?", ucap Daren tertawa sambil diikuti temannya yang lain.

"Kalau gak ada OSIS ini acara juga gak bakal jalan", Vananya berbalik dan hendak kembali ke ruang OSIS.

DANGEROUS WOMAN (( ON GOING ))📌قصص لتهوسّ بها. اكتشف الآن