JustOujie
Arsya adalah laki-laki yang pernah begitu hangat, penuh kasih, dan selalu ingin melindungi. Tapi masa lalu mengajarkannya satu hal: pada akhirnya, kita akan melewati luka paling dalam seorang diri.
Sebuah kekecewaan besar-saat ia paling rapuh dan tak ada yang benar-benar hadir-mengubah cara ia melihat hidup, cinta, dan kebersamaan.
Kini, ia bukan lagi lelaki yang sama.
Ia tumbuh jadi sosok yang dingin dan pendiam, meski hatinya tetap penuh empati.
Dalam sepi, ia terbiasa menahan luka sendiri.
Dan dalam hubungan, ia menjadi bayangan dari dirinya yang dulu.
Aluna adalah kekasih yang telah menemaninya bertahun-tahun.
Cinta mereka sudah melewati banyak musim.
Tapi ketika jarak memisahkan mereka-Arsya di Jakarta, Aluna di Medan-yang diuji bukan hanya kesetiaan,
melainkan luka dalam diri yang belum pernah sembuh.
Arsya mulai menjauh.
Bukan karena ia berhenti mencintai, tapi karena ia takut.
Takut menyakiti lebih dalam.
Takut tidak bisa memberikan apa yang pantas untuk Aluna.
Takut menjadi alasan Aluna tidak bahagia.
Dalam dilema, ia memilih jalan paling menyakitkan:
melepaskan.
Ia pergi bukan karena tak cinta,
tapi karena merasa cinta saja tidak cukup jika ia sendiri masih berantakan.
Cerita ini adalah kisah tentang kehilangan yang dipilih,
tentang cinta yang tetap tinggal meski tak lagi bersama,
dan tentang seorang lelaki yang belajar mencintai dirinya sendiri-
setelah terlalu lama merasa tak pantas dicintai siapa pun.
---