Selamat datang dicerita anaknya GeGe couple ^^
Ini cerita ringan kok, mungkin gak bakal banyak konflik. Ambil positifnya buang negatifnya, selamat membaca ^^
100 Vote + 50 comment aku update lagi.
Comment setiap paragraf kalau bisa ^^
.
.
.
.
.
.
Arazka Zaidan Amir, siswa tampan yang dikenal dengan julukan Pangeran SMA Perdana seorang yang menjabat sebagai Ketua MPK periode akhir dengan sifatnya yang dingin dan tegas ia begitu disegani.
Zaidan menyampirkan tas gitarnya kepundak, menyusuri koridor kelas dengan sebelah tangan berada disaku celana. Banyak siswa perempuan yang mentapnya kagum, ia acuh enggan menanggapi lagi pula menatap yang bukan mahram.
Zaidan masuk kedalam kelas dengan wajah datar kelewat dingin, menaruh tas gitarnya disamping bangku tempat duduknya, lalu duduk disana. Keadaan kelas cukup ribut karena sedang jam kosong, Zaidan melirik pintu kelas dimana kedua temannya itu datang sambil menebar pesona dan menggoda para siswi dikelasnya.
"Istighfar. Godain cewe mulu!" Sembur Zaidan sesaat setelah Daylon dan Alby menarik bangkunya masing-masing kedepan Zaidan.
"Weits! Selow pak ustadz, baru juga duduk." Ujar Daylon dengan jari telunjuk didepan wajah Zaidan.
Zaidan menepis telunjuk Daylon dari hadapannya, kembali melanjutkan membaca buku kimianya. Hening. Mereka asyik dengan kegiatan masing-masing, hingga Alby berdecak pelan sesaat setelah mematikan ponselnya.
Zaidan mengerutkan keningnya menatap Alby. "Kenapa lo?"
"Biasa lah, cecan pada chat gue hehe," Ungkap Alby dengan percaya diri.
Zaidan mendatarkan raut wajahnya, menghela nafas sejenak. Ada-ada saja kelakuan temannya ini.
• • • •
Zalena membenarkan hijabnya yang sedikit longgar karena tangan jahil teman laki-lakinya menarik kebelakang hijabnya. Ia berdecak kesal pada Kenta yang terus menerus mengganggunya.
"Kenta! Berhenti gangguin gue!" Teriaknya marah seraya memukul tubuh Kenta dengan buku tulisnya.
"Awh! Iye iye, gue berhenti nih. Tapi boong!" Ucap Kenta dengan tawa khasnya sembari menjahili Zalena lagi.
"KENTA!" Zalena berlari mengejar Kenta keluar kelas sambil membawa sebuah kemoceng, mereka berdua berlarian dikoridor menarik perhatian banyak siswa. Zalena tidak perduli, ia sangat kesal pada Kenta saat ini.
Kenta semakin mempercepat larinya, berusaha kabur dari kejaran Zalena. Ia berhenti sejenak, mengatur nafasnya ia menoleh kebelakang mendapati Zalena yang masih mengejarnya dan semakin mendekat kearahnya.
Kenta kembali berlari hingga matanya menangkap Zaidan, kakak Zalena ia segera menghampirinya lalu bersembunyi dibalik tubuhnya.
"Bang, tolongin gue! Itu adek lo bar-bar nya kumat!" Ucap Kenta sambil menunjuk Zalena di ujung sana.
"BANG! TANGKEP SI KENTA!" Teriaknya sembari mendekat menghampiri Zaidan.
Zaidan mengerutkan keningnya bingung, ia menolehkan kepalanya pada Kenta yang terlihat ketakutan, senyum jahil muncul dibibirnya. Dengan segera ia menarik Kenta dan mendorongnya tepat kedepan Zalena. "Nih,"
Kenta menatap Zaidan kesal, ia meringis saat kemoceng itu mendarat tepat dibagian punggung. "Awh! Sakit woi!" Ringisnya.
Zalena tersenyum puas, "Rasain! Mau lagi?!"
Kenta menggeleng dengan cepat. "Damai Len!" Ujar Kenta seraya berlari meninggalkan Zalena dan Zaidan.
Masih dengan rasa kesalnya ia menatap punggung Kenta yang perlahan menghilang dari pandangannya. "Ngeselin banget sih!" Gerutunya.
Zaidan terkekeh pelan melihat adik perempuannya ini yang begitu lucu, ia menepuk kepala Zalena. "Sana masuk kelas."
"Oke! Dah abang!"
■ ■ ■ ■
Zaidan memetik senar gitarnya mengikuti chord gitar di ponselnya, kali ini ia akan mengover lagu I Like you so much, you 'll know it ost A Love So Beautiful.
Beberapa hari lagi sekolahnya akan mengadakan sebuah acara tahunan, dimana setiap muridnya harus menampilkan bakat yang dimiliki tanpa malu-malu. Dan Zaidan akan menampilkannya bersama sang adik, Zalena.
"Assalamualaikum bang Zai!" Zalena masuk bersama dengan Alby dan Daylon.
"Wa'alaikumsalam," Balas Zaidan ia melirik Alby dan Daylon. "Kalian ngapain kesini?"
"Mau nemenin bidadari surga latihan," Sahut Alby gombal.
"Mau muntah Zalen dengernya." Ujar Zalena dengan raut wajah ingn muntah.
"Ngerdus mulu lo by!" Sungut Daylon. Alby hanya menyengir lebar.
Zaidan menghembuskan nafasnya, ia menyuruh Zalena agar duduk disebelahnya. "Udah hafal liriknya?"
Zalena mengangguk. "Udah, tinggal nyamain nada aja."
Alby yang sedari tadi berdiri ikut duduk disamping Zalena dan Daylon disamping Zaidan. Matanya tak lepas memperhatikan adik temannya ini, parasnya yang cantik dengan pipi sedikit tembam ditambah hijab yang membuatnya tampak seperti bidadari. Terdengar berlebihan tapi definisi Zalena dari Alby memang begitu.
"Pandangan lo by!" Peringat Zaidan membuat Alby segera mengalihkan pandangannya. "Jangan deket-deket adek gue, geser!" Ujar Zaidan lagi.
Alby mendengus kesal. "Protektif banget lo Dan,"
"Harus! Apa lagi sama laki-laki buaya kayak lo!" Cibir Zaidan telak.
"Kampret!"
■ ■ ■ ■
Zaidan duduk dibangku panjang yang berada didepan kelas MIPA 2 menunggu Zalena keluar dari kelasnya. Sembari menunggu ia memainkan ponselnya membuka setiap akun sosmed pribadinya. Ia sedikit pusing melihat banyak notif yang masuk keponselnya, ia membaca satu persatu komentar yang ada unggahan terbarunya di Instagram.
Padahal hanya sebuah foto yang tak sengaja Zalena ambil saat ia sedang menyetel gitarnya, wajahnya pun tak terlihat. Jika bukan Zalena yang memaksanya untum mengunggah, ia tidak akan mau.
"Bang Zai! Nunggu lama ya?"
Zaidan mematikan ponselnya, terkejut dengan kehadiran Zalena yang tiba-tiba. Ia tersenyum kecil sembari menggelengkan kepalanya pelan. "Engga, ayok pulang."
Zalena mengangguk lalu berjalan beriringan dengan Zaidan, menyusuri koridor sekolah yang mulai terlihat sepi. Zalena sedari tadi juga mengoceh entah apa yang dibahasnya dan Zaidan hanya membalasnya dengan dehaman.
Bruk!
Zaidan meringis saat bahunya terbentur dinding disampingnya. Zalena juga terkejut ia segera membantu Zaidan agar kembali berdiri tegak. Ditatapnya gadis yang terlihat menahan sakit pada bahunya juga.
"Sorry, gue buru-buru!" Ucap gadis tersebut sambil berlari menjauhi mereka berdua. Raut wajah gadis tersebut panik.
Zalena menatap kesal punggung gadis tersebut, "Adysha lo kenapa lagi?!" Teriaknya namun tak didengar Adysha.
Zaidan menepuk bahunya pelan, lalu menarik Zalena agar kembali melangkahkan kaki. "Temen kamu?"
Zalena mengangguk. "Iya bang, siswi baru tapi udah bikin masalah." Ujarnya terkekeh pelan.
Zaidan menghembuskan nafasnya. "Ck! Nambah lagi list murid bermasalah."
"Abang yang sabar ya, hati-hati sama Dysha. Dia jago bela diri."
"Abang gak takut."
🎈
Heyo! Zaidan Zalena Check!
Gimana chapter 1, apa kalian penasaran sama chapter selanjutnya?
Disini lebih kesudut pandang Zaidan, gak banyak konflik kok hehe.
Jangan lupa Vote dan Comment! Harus.