Creepypasta (horror)

By sonyaveronica_16

240K 9K 688

Semoga saat kau membacanya, dia tak disampingmu. Ketahuilah bahwa mereka berada di sini sekarang. ... More

Myth Says
Chapter 1: Good Night, Miranda
Chapter 2: Something On The 2nd Floor
Chapter 3: Bedroom In The Corner Room
Chapter 4: Ghost Voice In Song
Chapter 5: Blood Oath
Chapter 6: Remember My birthday (part 1)
Chapter 7: Remember My Birthday (part 2)
Chapter 8: Ghost Under The Bed
Chapter 9: Father In Beside You
Chapter 10: Amnesia
Chapter 11: Lift
Horror Story (part 1)
Chapter 12: Video Call
Chapter 13: Bathtub
Chapter 14: Dont Watch Me!
Chapter 15: Marlybelle (part 1)
Chapter 16: Dark
Chapter 17:Marlybelle (part 2)
Chapter 18: Mysterious Girl In Toilet
Chapter 19: Keyhole
Chapter 20: 10 Days Dream
Horror Story (part 2)
Chapter 21: Marlybelle (part 3)
Chapter 22: Cousin Who Became Real
Chapter 22: Digital Camera
From Author (Sinopsis Marlybelle)
Chapter 23: A Trail Of Death In A Deserted Hallway
Chapter 24: Victims Of Train Accident
Horror Story (part 3)
Chapter 25 : Twin Sisters
Chapter 26: Marlybelle (part 4)
Chapter 27 : Hotel
BARCELONISTA~
Chapter 29: Emmiline
Chapter 30 : FilPen "The Old Chair"
Chapter 31: FilPen "Lights Out"
Chapter 32: Disconnected
Chapter 33: Marlybelle (part 5) END
Chapter 34: The Peephole
Chapter 35: The Red Umbrella
Chapter 36: 40 Riddle
Chapter 37: Answer The 40 Riddle

Chapter 28: GANG!

3.5K 146 10
By sonyaveronica_16

By: http://ceritahoror.com/gang-seram-itu/




Namanya Parmin, seorang tukang sate yang biasa keliling di sebuah komplek. Biasanya ia mulai keluar rumah sekitar jam 8 malam sampai pukul 2 pagi. Kebetulan komplek tempat parmin biasa keliling mempunyai satu gang yang cukup seram. Gang itu adalah gang paling ujung, dan tepat di atas gang itu terdapat sebuah kebun kosong yang berisi beberapa makam saudara pemilik lahan.



Gang itu amat sepi di kala malam. Sebenarnya Parmin sedikit ragu untuk melewati gang itu. Tetapi apa boleh buat, ia harus tetap melewatinya demi mencari nafkah. Sekitar pukul 11 malam, Parmin menuju gang itu. Begitu memasuki gang itu, Parmin melihat suasana gang itu amat sepi. Semua rumah sudah menutup pintu, dan jendela. Parmin pun lewat sambil membunyikan penggorengannya sebagai tanda untuk pembelinya.



Ketika Parmin sudah berada di pertengahan gang, Parmin mendengar ada yang memanggil.



"Bang ... Bang .... Bang".



Langkah parmin pun terhenti, ia menyebar pandangannya pada jejeran rumah-rumah untuk melihat rumah mana yang membutuhkannya. Setelah sekitar 5 menit mencari, Parmin tidak melihat ada pintu yang terbuka.

Panggilan itu terdengar kembali



"Bang .. Bang .. Bang".



Parmin heran, siapakah yang memanggilnya. Dengan tidak sengaja Parmin melempar pandangannya ke arah kebun kosong di sebelah kiri gang itu. Betapa kagetnya Parmin melihat seorang wanita berbaju putih, rambutnya panjang terurai, wajahnya pucat pasi, di pipi wanita itu terdapat luka yang masih bernanah, dan di dalamnya terlihat sesuatu bergerak seperti ada banyak belatung yang merayapi luka itu.




Wanita itu sedang duduk di batang pohon besar, wajahnya menatap tajam ke arah Parmin. Seketika itu terdengar suara tawa cekikikan dari wanita itu! Melihat hal itu, Parmin sontak terpelanting karena kaget bercampur takut. Jantungnya serasa lepas dari dadanya.



Keesokan paginya warga terkejut melihat gerobak tak bertuan. Warga tahu bahwa gerobak itu milik Parmin. Tapi yang lebih aneh, setelah kejadian tersebut warga tidak bertemu Parmin. Para polisi pun melacak keberadaan Parmin. Gerobaknya menjadi bukti kehilangan Parmin. Sudah 8 bulan para polisi mencarinya, karena sudah terlalu lama akhirnya polisi memutuskan untuk menutup kasus itu.



Seorang polisi masuk ke dalam ruangan barang bukti, dia melihat gerobak Parmin sudah hampir lapuk, akhirnya dia membawa gerobak tersebut ke tukang ronsokan.



"Pak, saya ingin menjual ini, kira kira harganya berapa ya?" tanya sang polisi.



"Ini udah agak rusak pak gimana kalau sepuluh ribu saja?"



"Baiklah, saya mau." jawabnya. Tukang rongsokan tersebut mengambil gerobak itu sambil mengeluarkan 2 lembar lima ribuan.



Polisi tersebut pergi meninggalkan tukang ronsokan. Beberapa jam kemudian seorang lelaki bertemu tukang rongsokan tersebut dan melihat gerobak Parmin.



"Hmm... bolehlah gerobak ini kupakai untuk jualan" kata lelaki tersebut dalam hati.



"Pak, saya mau beli gerobak itu berapa hargannya ya?" tanya lelaki tersebut.



"Oh ini, cuma lima belas ribu doang kok"



"Saya mau beli gerobaknya ya" sambil mengeluarkan uang dua puluh ribu.



"Nih kembaliannya" ujar sang tukang rongsokan



Lelaki tersebut mengambil gerobak Parmin dan pergi. Dia merapihkan gerobak itu, ketika sedang membuka pintu kecil untuk tempat mangkuk gerobak dia melihat daging besar dan tulang tulang serta rambut.



"Wah, bapak tukang rongsokan itu memang baik, dia mau memberikan daging sapinya ke saya. Tau aja saya gak ada daging buat sate yang bakal saya jual. Tapi kok ini ada rambut? hm... mungkin rambut bapak rongsokan tadi" pikirnya dalam hati.





Hati hati loh sama gang kalian, ini untuk kalian semua yang suka keluyuran di luar rumah tengah malam. Periksa dulu gang kalian yaaa takutnya kaya pak Parmin jadinya. Gila! tuh daging punya siapa ya? hmm... emang bener dari si tukang rongsokan? tapi kok ada rambut? Eh, pak Parmin kemana dong! yang tau jawabannya pasti jijik untuk makan daging sate si lelaki itu. hahahaha:D




greetings nightmare~


Continue Reading

You'll Also Like

7.7K 765 33
⚠️ Jangan di baca ‼️⛔️ 🔞 Hanya berisi cerita fiksi dan imajinasi saya yang tak akan jadi nyata. Vasco x Sarang ( Sarang as yourself ) Start writing:...
427K 33.9K 58
Kisah si Bad Boy ketua geng ALASKA dan si cantik Jeon. Happy Reading.
607K 10.6K 21
Sebagian dihapus Dalam proses penerbitan Terinspirasi dari cerita 'beauty and the beast' dan sebuah novel historical yang lupa judulnya.........dico...
212 52 6
ternyata pacar ku adalah siluman