Be a Good Mother [Terbit]

By annisanhl_

5.2M 751K 73.5K

Riona Amara tak pernah menyangka jika ia akan meninggal karena dibunuh oleh keempat putranya sendiri dan mati... More

Prolog
1. Mama Boleh Ikut Makan?
2. Mama Jangan Pergi
3. Mama, Cepat Sembuh
4. Date With Me, Queen?
5. Pengakuan dan Kencan
6. Basket dan Morfeo
7. Mama, Jangan Berubah
8. Maafin Mama, Nak
9. Maaf, Sayang
10. Oh My Eyes!
11. Nanti Aku Cemburu
12. Hunting Jajan
13. Mama Bangga
14. Neraka Jalur VIP
15. Mama Sayang Kalian
16. Cerita Singkat
17. Bocah Prik
19. Vian Sayang Kalian
20. Aku Ikhlas, Mas
21. Kok Bau Pandan
22. Keluarga
23. Ibunda Wylan
24. Papa Brengsek
25. Mama Bangun!
26. Sang Moirai
27. I'm Pregnant
28. Apa Kalian Tega?
29. Cepat Lahir, ya!
30. Jangan Main-main
31. Lo Jahat, Kak
32. Papa Ceroboh!
33. Mama Terbaik di Dunia
34. Cap Cay Seafood
35. Janji, Satu Kali
36. Selamat, Morfeo
37. Undangan
38. Dendam Adalah Racun
39. Wanita Itu
40. I Love You
41. Digulai Atau Disate
42. Sumpah Wylan
43. Mimpi Buruk
44. Hanya Mimpi Buruk
45. Are You Happy?
46. Siap, Bu Bos!
47. Maureen
48. Seperti Mama
49. Selamat Datang
50. Papa Gak Kreatif!
51. Kalah Lucu
52. Mampus Gue!
53. Habis Ini Aku, Ya
54. Oppa-oppa Ganteng
Epilog
Spesial Part
Be a Good Version
Info Penting
• Vlog Azriel •
• Casvian Vlog •
OPEN PRE-ORDER

18. Feo Cuma Cemburu

96.5K 14.9K 1.6K
By annisanhl_

"Apaan sih? Jangan ganggu gue bisa enggak?!"

Bentakan dari Morfeo barusan berhasil membuat Azriel terdiam di pintu kamar sang kakak. Ia menatap bingung melihat tingkah laku Morfeo yang tak seperti biasanya akhir-akhir ini.

Morfeo menjadi lebih sensi. Seperti orang lagi datang bulan kalau kata Azriel.

"Lo kenapa sih, Bang? Dari kemarin gue liat lo gitu mulu, ditanya ini itu bawaan marah-marah mulu. Kayak orang datang bulan aja," ceplos Azriel menggunakan bahasa gaul.

Memang jika sedang berdua atau hanya antara mereka berempat saja, mereka lebih memilih menggunakan bahasa santai dan gaul. Namun, jika ada Riona dan Wylan mereka akan lebih sopan dengan panggilan nama atau aku-kamu.

"Bisa gak sih jangan ganggu gue dulu? Gue lagi capek! Lo mending sana aja deh, manja-manja sama Mama sampai lo puas, gak usah ingat kalau lo masih punya tiga saudara lain," usir Morfeo secara kasar.

Entah mengapa melihat wajah Azriel membuat emosi Morfeo terpancing naik, ia hanya bisa mengepalkan tangan dan berusaha meredam emosi agar tak meledak.

"Bang, kalau gue ada salah bilang. Jangan kayak gini, lo bikin semua orang bingung di rumah." Azriel tak kunjung berhenti dan tak menyerah untuk membujuk Morfeo agar mau berbagi cerita.

Morfeo melempar ponselnya ke atas ranjang seraya menatap nyalang pada si bungsu. Ia merasa tak suka jika ia diganggu seperti ini.

"LO KENAPA SIH?!" bentak Morfeo yang sontak membuat Azriel tersentak kaget. "Bisa enggak sih jangan ganggu gue dulu satu hari aja?"

Kedua mata Azriel menyipit membuat alisnya saling bertautan. "Lo yang kenapa, Bang. Kerasukan jin mana lo? Seumur-umur gue enggak pernah loh dibentak sama lo kayak gini."

Morfeo mengacak-acak rambut dengan wajah frustrasi.

"Lo udah ambil perhatian Mama sama Papa, jadi gue minta kali ini aja untuk jangan ambil waktu sendiri gue. Gue mohon sama lo buat keluar dari sini," ucap Morfeo memelas setengah emosi. "Atau gue juga harus berlutut biar lo mau keluar dari kamar gue?"

Tak ingin memperpanjang masalah, Azriel mengembuskan napas panjang dan berjalan keluar dari kamar Morfeo. Ia sedikit membanting pintu kala hendak menutup pintu kamar Morfeo.

Brak!

Ia menghentakkan kakinya beberapa kali kala berjalan menuruni anak tangga dan langsung berjalan menghampiri Casvian yang sibuk dengan tugas kuliahnya. Ia langsung membuang tubuhnya ke atas sofa, tepat di sebelah Casvian.

Merasakan pergerakan tiba-tiba dari sebelahnya, Casvian pun menolehkan kepala dan menatap bingung pada Azriel.

"Kenapa sih? Aneh banget," celetuk Casvian dengan mata yang fokus pada layar laptop.

Tanpa bercerita atau mengatakan sepatah kata pun, Azriel langsung menangis histeris membuat Casvian terkejut dan menjadi kelabakan sendiri. Ia menghentikan kegiatannya dan beralih menatap Azriel dengan pandangan bingung.

"Kamu kenapa? Tadi tiba-tiba marah, sekarang nangis. Ada apa?" tanya Casvian lembut.

Ia berusaha menenangkan Azriel, pasalnya saat ini Riona sedang keluar untuk jadwal pemotretan terakhirnya dan Wylan sedang pergi bekerja. Hanya ada ia, Azriel dan Morfeo di rumah.

"HUAAAA."

Tangis Azriel bertambah histeris, ia berhambur pada pelukan Casvian. Dengan kurang ajar ia mengelap cairan yang keluar dari hidungnya pada pakaian bagian bahu Casvian.

"Bang Feo jahat sama Riel," adu Azriel disertai isakan kecil.

Bagaimana pun Azriel tetaplah Azriel, putra bungsu yang terbiasa dimanja oleh ketiga kakak serta orang tuanya. Tiba-tiba mendapat perlakuan tak mengenakkan seperti tadi membuat Azriel syok.

"Morfeo apain kamu?" tanya Casvian masih dengan pembawaan yang tenang.

"Bang Feo bentak Riel, dia juga marah-marah enggak jelas tadi. Padahal Riel cuma ajak Bang Feo ngorbol soalnya cuma dia yang enggak ada kerjaan hari ini."

Azriel pun mulai menceritakan perlakuan Morfeo padanya dari awal hingga ia memutuskan untuk keluar dari kamar. Kening Casvian mengerut sepanjang mendengar cerita Azriel, ia sendiri merasa heran dengan perubahan sikap adiknya itu.

"Udah, jangan nangis lagi. Mungkin Morfeo cuma lagi ada masalah di sekolahnya atau di basket, makanya dia kebawa emosi sampe ke rumah. Jangan diganggu dulu sekarang," nasihat Casvian saat tangis Azriel mulai mereda.

Kepala Azriel mengangguk kecil seraya meringkuk di atas sofa.

"Sana ambil es krim atau camilan kesukaan kamu di dapur. Habis itu kamu main game atau nonton yang tenang, Abang mau kerja tugas dulu. Sisa sedikit ini," titah Casvian.

----

Riona mengetuk pintu kamar Morfeo beberapa kali. Ia sudah mendengar kejadian siang ini antara Azriel dan Morfeo dari Casvian dan menurut Riona, ia harus untuk ikut turun tangan. Ia tak ingin ada perpecahan atau keretakan dalam hubungan keempat saudara itu.

"Mama boleh masuk enggak, Nak?" tanya Riona sedikit berteriak.

Ia tak ingin langsung menyelonong masuk, walaupun Morfeo sendiri adalah putranya. Namun, ia menghargai privasi keempat anaknya dan bagi Riona, kamar juga bagian dari privasi mereka.

"Masuk aja, Ma," balas Morfeo dari dalam kamar.

Riona pun memutar kenop pintu dan membuka pintu kayu itu, udara sejuk dari pendingin ruangan langsung menyapa kulit Riona kala memasuki kamar.

Sebelum benar-benar masuk, Riona tak lupa menutup kembali pintu kamar Morfeo. Ia lalu berjalan menghampiri putra keduanya dan duduk di pinggir ranjang Morfeo dengan senyum hangat.

"Kamu lagi sibuk, ya?" tanya Riona lembut.

Ia mengelus surai rambut Morfeo yang berantakan, membuat Morfeo merasa kenyamanan dari kasih sayang sang ibu.

"Mama dengar tadi siang kamu berantem sama Riel, kenapa? Riel gangguin kamu, ya?" tanya Riona seraya terkekeh kecil.

Riona menggiring Morfeo untuk merebahkan tubuh di atas ranjang, ia menjadikan pahanya sebagai bantalan bagi kepala Morfeo dengan tangan yang tak berhenti mengelus kepala Morfeo.

"Coba cerita sama Mama, kamu kenapa? Ada sesuatu yang bikin kamu enggak nyaman? Kalau memang ada coba bagi ke Mama, biar Mama maupun yang lain bisa introspeksi diri," ucap Riona lagi.

Morfeo menatap wajah sang ibu yang tak kunjung menua termakan usia itu, wajah dewasa Riona dengan pembawaan tenang dan lembut.

"Feo enggak marah sama Riel, Feo juga enggak ada masalah sama Mama ataupun yang lainnya," ucap Morfeo akhirnya angkat bicara.

"Terus kenapa tadi bentak adiknya?" pancing Riona tanpa emosi sedikit pun.

Belajar dari kesalahan masa lalu, Riona kini banyak belajar dari buku-buku parenting dan video psikolog anak. Ia seolah memulai semuanya dari nol agar bisa memahami anak-anaknya dan membuat mereka merasa nyaman setiap dekat dengannya.

"Feo... cuma cemburu," cicit Morfeo malu-malu. "Feo cemburu karena Mama selalu dekat sama Riel dan Kiel doang, Mama selalu manjain Riel sama Kiel doang. Semua perhatian Mama seolah-olah diambil sama Riel dan Feo enggak pernah punya kesempatan buat manja-manja juga sama Mama."

Morfeo mengembuskan napas kecil.

"Bang Vian disayang karena anak pertama, Kiel sama Riel dimanja karena anak bungsu. Aku? Aku anak tengah, apa enggak pantas disayang dan dimanja juga?" ucap Morfeo polos.

Riona tersenyum. Tak bisa dihindari, setiap keluarga yang memiliki banyak anak pasti akan mengalami fase ini. Di mana salah satu atau beberapa anaknya merasa cemburu satu sama lain.

"Nak, Mama sama Papa itu sayang banget sama kalian semua. Kami sayang kalian sama rata, enggak ada yang lebih banyak ataupun lebih sedikit. Mau kamu anak sulung, tengah atau bungsu pun Mama sama Papa bakal tetap sayang kamu," jelas Riona. "Namun, sebesar apapun usaha kami untuk bisa adil, kami tetap manusia biasa."

Morfeo dengan setia mendengarkan ucapan sekaligus penjelasan dari Riona.

"Manusia biasa pun bisa berbuat salah tanpa mereka sadari, jadi Mama dan Papa mohon maaf karena membuat kamu merasa dibedakan dari Azriel dan Zadkiel. Ke depannya Mama bakal lebih perhatiin kamu dan yang lain, oke?"

Kepala Morfeo mengangguk dengan sendirinya, tak lupa kedua sudut bibirnya yang tertarik dengan sendiri membentuk lengkungan indah.

"Kalau Mama sama Papa buat salah atau sesuatu yang bikin kamu merasa enggak nyaman, kamu bilang, ya? Jangan malah melampiaskan amarah kamu ke adik. Tadi Riel sampai nangis loh, dia sedih karena abangnya ini marah sama dia," ucap Riona seraya mencubit pelan hidung mancung Morfeo.

Mata Morfeo membulat terkejut. "Riel nangis?" tanyanya memastikan.

"Iya. Sana gih minta maaf sama adiknya. Kalian ini saudara, kalau suatu hari Mama dan Papa meninggal, kalian hanya memiliki satu sama lain. Jadi, kalian pun harus saling menjaga satu sama lain dan jangan sampai merusak hubungan kalian, ya?" ucap Riona asal.

"Mama ngomong apa sih, ngawur. Udah ah, Feo mau turun samperin Riel."

Riona hanya tersenyum sembari menggelengkan kepala melihat tingkah putra-putranya.

----

To be continued...

HAI BESTIE! KALIAN APA KABAR?

Kalian Tim Sulung, Tengah atau Bungsu nih? Atau malah Tunggal?

YUK SPAM NEXT DI SINI!!

Continue Reading

You'll Also Like

522K 4K 23
GUYSSS VOTE DONGG 😭😭😭 cerita ini versi cool boy yang panjang ya guysss Be wise lapak 21+ Gavin Wijaya adalah seseorang yang sangat tertutup, ora...
6.8M 46.5K 58
harap bijak dalam membaca, yang masih bocil harap menjauh. Kalau masih nekat baca dosa ditanggung sendiri. satu judul cerita Mimin usahakan paling b...
1.4M 6.3K 14
Area panas di larang mendekat 🔞🔞 "Mphhh ahhh..." Walaupun hatinya begitu saling membenci tetapi ketika ber cinta mereka tetap saling menikmati. "...
1.7M 56.3K 69
Cinta atau Obsesi? Siapa sangka, Kebaikan dan ketulusan hati, ternyata malah mengantarkannya pada gerbang kesengsaraan, dan harus terjebak Di dalam n...