Prolog

83 12 2
                                        


Mataku mengalirkan air terus-menerus, keringat mengucur deras menahan hawa panas yang menguap dari sisa-sisa gubuk rumahku yang terbakar. Tanganku masih setia memegangi kertas ulangan Teorema Phytagoras yang kemarin malam ku kerjakan bersama ibu.

Lenyap sudah harapan-harapan yang ku bangun untuk masa depan bersama ibu. Kakek masih setia mendekap tubuhku sedari tadi sejak mataku disuguhi pemandangan yang menyeramkan.

Hatiku kian bertambah sakit ketika kenyataan pahit yang diberitahukan kakek padaku berhasil membuat linangan air mataku semakin deras mengalir. Ya! Ayahku bertanggungjawab untuk semua ini.




~Nadira Nuryn Sadiqa

Teorema Phytagoras [ On Going ]Donde viven las historias. Descúbrelo ahora