Daisha Angelina Putri, yang biasa dipanggil Daisha. Seorang gadis remaja yang memiliki senyum manis disertakan rambut hitam yang panjang. Ia gadis sederhana dan bersekolah di SMA. Hobinya adalah tidur dan bermimpi bisa hidup bahagia bersama sang dambaan hati.
"Iya, Riyan. Gue juga suka sama lo. I love you ... umuach!" Daisha merasa sangat bahagia. Cowok idaman nya itu ternyata mencintainya juga. Riyan si cowok terpopuler di sekolahan nya itu menyatakan cinta kepada dirinya. Daisha sungguh sangat bahagia.
'Wait ... kok, gue ngerasa ada yang aneh, ya?' ucap Daisha dalam hati.
Byur! Secangkir air telah disiramkan tepat di wajah Daisha. Daisha terbangun dengan kaget, ia mengernyitkan alisnya, dan mencoba mengumpulkan semua kesadarannya.
"Bangun, woy! Ini udah jam tujuh pagi. Cepat mandi! Nanti kita telat lagi!" Bentak Luna yang membuat Daisha tersentak dan segera berlari ke kamar mandi untuk mandi.
"Kebiasaan," gumam Luna. Ini sudah menjadi kebiasaannya yang setiap hari harus membangunkan sahabat pemalasnya itu.
Aluna Anastasya, seorang gadis cantik yang tomboy. Ia berambut pendek berwarna hitam dan berbadan lebih tinggi dari sahabatnya, Daisha. Hobinya adalah bermain game dan belajar. Meskipun terlihat tomboy, ia adalah seorang gadis yang mahir dalam membuat masakkan. Ia juga rajin dan termasuk siswi cerdas di kelasnya.
****
'Kring ... kring ... kring ....
Bel sekolah berbunyi. Semua siswa-siswi bergegas masuk ke kelas, di lain sisi Daisha dan Luna tancap gas kendaraannya hingga mereka berhasil menerobos gerbang pintu sekolah sebelum ditutup oleh penjaga gerbang.
Mereka berdua bergegas turun dari kendaraan dengan tergesa-gesa. Mereka berlari dengan cepat untuk masuk ke kelas mereka. Bahkan Daisha lupa melepas helmnya, di setengah perjalanan Daisha memutar balik haluan lagi untuk menaruh kembali helmnya pada kendaraannya.
Luna tidak perduli dengan Daisha, ia tetap berlari dan berhasil masuk kelas sebelum Pak Jaya selaku guru Matematika masuk kelas. Syukurlah jika ia tidak terlambat, jika tidak Luna akan dihukum berdiri di depan papan tulis selama mata jam pelajaran Pak Jaya selesai.
Daisha terus berlari, ia harus menaiki beberapa anak tangga sekolahnya, karena sekolahnya lumayan besar dan mempunyai dua lantai.
Di saat Daisha berlari, rupanya dari arah belakang juga ada seorang cowok yang tampaknya tergesa-gesa berlari searah dengan Daisha. Cowok itu tidak memperhatikan jalan, hingga ia menabrak Daisha dan Daisha pun terjatuh.
"Awh!" Daisha meringis kesakitan seraya mengelus-elus lututnya yang mulai mengeluarkan darah. Di lain sisi, cowok yang menabrak dirinya itu tetap terus berlari setelah menabraknya dengan 'tak sengaja.
"Dasar, cowok sialan!" Daisha mengumpat kesal dan menatap kesal ke arah cowok tersebut.
****
'Krek ....
Daisha membuka pintu kelasnya. Ia memasuki kelas dan seluruh teman sekelasnya menatap dirinya, begitu juga dengan Pak Jaya.
Daisha terus melangkah menuju arah kursinya tanpa menatap ke arah Pak Jaya sedikit 'pun.
"Daisha!" panggil Pak Jaya.
Daisha menghentikan langkahnya. Memicingkan matanya dan mendegkus kesal.
"Kamu tau, 'kan, aturan sekolah ini?"
STAI LEGGENDO
Aku Cinta Kamu Suka Dia
Teen FictionMenceritakan tentang perjuangan mendapatkan dambaan hatinya yang mereka tidak tahu sedang berada di dalam zona cinta segitiga.
