Awal sebuah Kisah

27 7 4
                                        

Kota Caerom

Sebuah tulisan dipapan yang terpampang jelas. Terletak di samping halte bus, tiang papan yang berada di pinggir jalan berdiri kokoh.

Kota Caerom, Suasana kota yang mendadak sunyi, di malam hari ini. Hanya ada, Seorang gadis berseragam SMA, yang tengah berjongkok disebuah halte bus. Terlihat dia menelungkup kan wajahnya di antara kedua lututnya.

Akhhhh

Teriakan gadis itu, terdengar memilukan pada malam hari ini. Ia berdiri, mengusap mukanya gusar.

Tak terasa air matanya menetes membasahi pipi, entah apa yang membuat ia terlihat menyedihkan saat ini.

Seharusnya anak seusia gadis itu, sepulang sekolah mereka menuju rumahnya, saat jam pulang sore hari tadi. Tapi tidak dengan gadis itu.

"Hikss, kenapa aku harus mendengar kabar yang memilukan, hingga aku enggan untuk pulang" ucapnya sambil menangis.

Tuhannnn, teriaknya

"Kenapa aku harus bernasib seperti ini, aku hanya seorang gadis SMA yang begitu berat mendapat ujian seperti ini" matanya menatap kosong kedepan, air matanya terus mengalir.

Flashback

Sepulang sekolah

"Sherlaaa" teriak gadis bernama Nadia, ia berlari menghampiri sahabatnya. "Pulang bareng yuk" Sherla tersenyum "ayokk" ucapnya menggandeng Nadia, lalu berjalan sambil bercerita dan tertawa bersama.

Tringg

Kedua gadis itu menghentikan jalannya. "Bentar, sepertinya ada pesan" Sherla merogoh saku roknya, dan mengambil handphone untuk melihat siapa yang mengirimkan pesan.

Mama❤️

Terasa berat, tapi mama harus menyampaikan sebuah fakta untukmu nak

Maafkan mama

Mama dan papah sudah tidak bisa bersama lagi. Saat ini mama sudah berada di perjalanan keluar kota. Jika kamu ingin menyusul mama, mama akan memberitahukan alamatnya. Sekali lagi mama minta maaf nak.

Mama sayang kamu❤️

Sherla membeku membaca pesan dari mamanya. Ia terdiam cukup lama. Terbesit memori di kepala, saat dulu mereka menghabiskan waktu bersama, tertawa bersama, sebagai keluarga harmonis. Tapi... tidak untuk saat ini, mungkin kenangan itu tidak akan bisa terulang kembali.

"Kamu kenapa sher?" Nadia menatap Sherla khawatir. "Kamu, pulang duluan aja Nad!" Ucap Sherla datar. "Lho kenapa, kan tadi kita mau pulang bareng?" Nadia bingung dengan sikap mendadak Sherla.

"Aku bilang pulang Nad!" Ucap Sherla menegaskan. Nadia semakin bertambah bingung, dengan sikap sahabatnya itu. Nadia menghembuskan napas pelan "ya udah aku pulang duluan yah, kalo ada apa-apa hubungi aku" ucapnya tersenyum lalu berjalan menjauh.

Sherla masih terdiam di tempatnya. Hingga bunyi pesan masuk, membuyarkan lamunannya.

Papah❤️

Nakk, kamu masih lama gak pulangnya?

Kalau masih lama, papah mau pamit ada pekerjaan mendadak ke luar negri. Saat ini juga papah harus menuju ke bandara. Oh iya, mama juga barusan keluar kota ada keperluan mendadak.

Kamu gak papa kan, tinggal sendiri dulu? kalau kamu gak berani, kamu nginep ke rumah Tante Rena dulu yah, tadi papah sudah bilang ke tantemu.

Papah sayang kamu nak❤️

Dia berlari ke arah halte bus sambil menangis. Saat ini halte bus sudah cukup sepi. Dia berjongkok menyenderkan punggungnya ke bangku yang ada di halte bus tersebut.

Kemana aku harus pulang?

Flashback off

Ada seseorang yang memperhatikan gadis itu pilu. Gadis itu mengusap air matanya dan berdiri. Dia berjalan menunduk dengan perlahan tak tau arah.

Seseorang dengan berjubah hitam itu berjalan kearah gadis itu. Tepat bersebelahan dengan nya dia menepuk pundak gadis itu.

Selamat datang bisiknya. Gadis itu histeris dan menunduk ketakutan sambil menutup muka dengan kedua telapak tangannya.

Dia masih terisak, Air matanya terus mengalir dan Bahunya bergetar hebat.

"Sherlaaa"

Panggil seseorang yang membuat gadis itu berhenti menangis. Ia perlahan membuka telapak tangannya.

Tunggu

Anehh kenapa jadi siang? Dia ingat dia menangis pada malam hari, tapi ia masih di tempat yang sama dengan seragam yang sama. Lalu siapa yang memanggilnya.

Ia mengarahkan pandangan ke arah wanita yang seumuran dengan ibunya, wanita berlari menghampiri dirinya diikuti seorang lelaki seumuran papahnya.

Wanita itu memeluk dirinya "Sherla kamu gpp nak, kenapa kamu gak pulang?" Ucapnya terisak. Lelaki yang seumuran papahnya juga memeluk dirinya. "Maafkan papah telah memarahimu, papah marah demi kebaikanmu nak, sekarang pulang yah" ucapnya berkaca.

Sherla makin dibuat bingung. Apa maksudnya ini! Jelas-jelas mereka bukan kedua orangtuanya. Apakah ini Transmigrasi atau semacamnya? tapi tidak mungkin ini bisa terjadi!

🌲🌲🌲🌲

Haii kembali di karya kedua ku☺️semoga para readers menikmatinya yahh

Jangan lupa bantu follow, vote dan comment nya yahh.
Terimakasih🙌




Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Feb 15, 2023 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Heaven " Meet You "Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora