Follow dulu sebelum membaca.
Lalu masukkan ke perpustakaan kalian dan jangan lupa Vote, komen dan krisarnya sangat ditunggu.
Happy reading!
🥀
BYUR
Fani mengguyur gadis kecil yang terpekur di sudut kamar mandi dengan seember air. Gadis berumur duabelas tahun itu merapatkan tubuhnya yang basah kuyup. Badannya menggigil kedinginan. Bibirnya bergetar. Kristal-kristal bening jatuh menetes melalui kelopak mata di kedua pipinya.
"Sudah Bunda bilang, sebelum Ayah pulang kantor semua pekerjaan rumah harus kamu selesaikan!" bentak Fani melotot tajam.
Sudah menjadi makanan Alya sehari-hari Bundanya meneriakinya seperti ini, selalu merasa tak puas dengan apa yang dikerjakan gadis kecil itu.
"Maaf Bunda, tadi Alya ketiduran jagain adek," gadis kecil bernama Alya itu mengucap dengan berlinang airmata.
"Nggak usah cari alasan kamu, Alya! Sudah berapa kali Bunda katakan, semua pekerjaan rumah harus kamu selesaikan sebelum Ayah pulang! Ngerti kamu?"
"Iya, ngerti Bunda. Alya nggak akan ngulangin lagi. Maafin Alya, Bun."
"Satu lagi, kamar mandi ini harus kamu pel! Lihat ini, lantainya berasa licin sekali. Kamu pel yang bersih ya!" perintah Fani sambil menggesek-nggesekkan kakinya di lantai.
"Tapi Bun, Alya kan udah pel kamar mandi ini kemarin. Masak harus Alya pel lagi?" manik Alya memperhatikan Fani dengan takut-takut.
"Nggak usah banyak membantah kamu, Alya! Kalau Bunda yang nyuruh kamu lakukan saja. Apa kamu mau Bunda hukum lagi? Hah?" Fani menarik dan menjambak rambut sebahu Alya kencang. Gadis kecil itu mengerang dan meringis kesakitan memegangi kepalanya.
"Ampun Bun, sakit! Ampun Bun! Jangan hukum Alya lagi!" Alya merintih menahan rasa sakit. Matanya sudah perih karena harus menangis lagi.
"Lakukan sekarang sebelum Ayah kamu pulang! Bunda mau bangunin adik kamu supaya dia bantuin kamu! Enak sekali jam segini udah main tidur aja!" Fani membentak lagi sembari berjalan pergi meninggalkan Alya yang menggigil kedinginan.
"Bun, adek lagi sakit. Biarin dia istirahat, Bun," lirih Alya pelan sembari menghapus airmatanya.
🥀
Assalamualaikum...
Ini cerita baruku, gimana prolognya?
Pendek kan? Hehe
Pencet bintang ama komen ga bayar kok, jgn pelit2 jadi orang! Minta supportnya❤
Wassalam
D.S Yadi
YOU ARE READING
Ratap (TAMAT)
Romance"Bunda kan udah bilang, makan makanan yang ada di kolong meja, bukan di atas meja!" Ini kisah anak-anak malang yang memperjuangkan hidup dan kebahagiaan. Tentang bakti seorang anak pada orangtua, tentang persahabatan, dan tentang cinta. Alya Aqwaa V...
