1 -Kerja kelompok

109 10 3
                                        

selamat membaca-

•••

Pagi yang semangat, karena pelajaran yang membuat mereka bersemangat. Hampir semua anak kelas XI IPS 2 menyukai pelajaran sejarah padahal pelajaran itu membosankan tentu, tapi entah mengapa para cowok tidak bosan dan tertidur saat pelajaran sejarah. Beda saat kelas X mereka sangat tidak menyukai pelajaran sejarah karena guru yang sangat membosankan.

Sudah hampir 1 jam guru itu menjelaskan materi dengan suara yang keras dan akhirnya guru tersebut duduk dimeja guru

"angkasa, langit, bulan kalian satu kelompok" ucap ibu guru montok yang ada di depan kelas. pantas saja para siswa tidak ada yang tidur. Bagaimana tidak dikatakan montok? Guru ini memiliki tubuh yang bagus seperti gitar spanyol dan masih muda. Sebut aja Bu Yuni, guru sejarah yang sedang mengajar di kelas XI IPS 2. Banyak siswa mengatakan guru ini montok, mengapa? Lihat saja badannya kurus tapi atas sama bawah sangat berisi dan ketat.

"Enak banget lo bul satu kelompok sama dua orang pintar dikelas" kata siswi bernama Vina Dianasari. Perempuan setengah cewek dan setengah cowok, tampangnya galak seperti cowok, tidak pernah duduk anggun dan tidak pernah berkata halus. Tapi Vina adalah perempuan baik.

"Ho'oh enak banget lah gw sama tuh si gendut sama si Ali yang nyusahin minta tolong deh" sedih temannya lagi satu bernama Nara Putri Adijaya. Perempuan ini berbanding terbalik dengan Vina, Nara memiliki kepribadian yang baik hati dan ringan tangan, sifatnya sedikit anggun kadang juga bobrok. Membuat para siswi sering memanfaatkannya.

"Sudah kalian ga boleh gitu, mereka juga baik kok cuma ya begitu" kekeh bulan perlahan. Bulan Pritasya Aditiya, paras cantik bulan membuat para cowok sering mengejarnya. Bulan tidak ingin pacaran karena terjebak kejadian masalalu yang membuatnya menjaga hati agar tidak patah lagi.

Para siswa sangat senang pelajaran sejarah, sampai-sampai setiap ulangan hampir semua isi kelas tidak ada yang remidial padahal di pelajaran lain mereka banyak yang remidial.

"Kelompok sudah ibu bagikan dengan tugasnya, kalian bisa mengerjakan dari hari ini sampai 6 hari kedepan dan Minggu depan dikumpulkan. Jam ibu sudah habis ibu akhiri pelajaran hari ini selamat siang" akhir guru tersebut.

"Siang buuu" teriak lantang siswa siswi yang ada dikelas.

•••

Bel istirahat berbunyi 15 detik setelah bu Yuni berkata demikian. Guru itu sangat on time dengan waktu, ia akan datang dan pergi pada saat yang tepat.

"Langit! jadi kita mau kerja kelompok dimana? Angkasa coba deh sini dulu kita rundingin kerja kelompoknya! Males banget sih!" Teriak bulan.

Dengan malasnya angkasa dan langit pergi ke bangku bintang, padahal bintang bisa teriak saja tanpa harus disusul kesana. Tapi bintang kekeuh menyuruh dua laki-laki itu mendekatinya.

Langit dan angkasa adalah musuh bebuyutan, bagaimana bisa? Langit dan angkasa adalah dua lelaki pintar yang selalu merebut juara 1 maupun 2. Tapi karena langit lebih unggul segalanya dari angkasa, angkasa merasa iri dan menggunakan cara licik untuk menurunkan harga diri seorang Langit Ekatama Sanjaya.

"Kita bakal kerja kelompok dimana?" Lempar bulan tiba-tiba.

"Dirumah gue aja, disana sepi jadi lebih enak belajarnya adek gue lagi ga dirumah sama mami dan papi gue jadi lebih leluasan belajarnya" kali ini Langit yang berbicara.

"Oke nanti pulang sekolah ya"

"Okey"

"Okey"

•••

Sekolah hari ini telah selesai bel 5 menit yang lalu berbunyi membuat para siswa-siswi berhamburan keluar kelas menuju gerbang sekolah dan ada juga yang menuju parkiran.

Mereka bertiga berjalan beriringan menuju parkiran siswa. Suasana canggung karena dua orang yang dikatakan musuh menjadi satu, membuat bintang malas untuk berbicara.

"Lo sama gue biar si angkasa sendiri" putus sepihak Langit.

"Terserah Lo" kini angkasa yang menyahuti Langit.

Bulan mengikuti langit hingga sampai keparkiran. Angkasa yang sudah berpencar mencari motor kesayangannya, mereka bersiap untuk pergi menuju rumah Langit yang tempatnya lumayan jauh dari sekolah.

•••

"Lo duduk dulu disini gue mau ganti baju" Langit yang berkata dengan berlari menaiki tangga.

Angkasa belum sampai, ia berpamitan untuk pulang mengganti pakaian. Tidak untuk bulan, bulan bilang langsung saja kerumah Langit dan tadi bulan sudah meminta ijin ke orang tuanya.

Dilain tempat angkasa memikirkan apa yang akan dibuat angkasa untuk Langit, ia tersenyum licik karena berhasil memikirkan caranya.

Obat perangsang.

Mungkin itu sedikit menarik diotak angkasa membuatnya tersenyum miring.

"Lo akan jatuh sebentar lagi langit"

Angkasa sudah menyiapkan rencana untuk nanti dirumah Langit dan ia sangat senang membayangkan hal tersebut. Angkasa tidak sabar dengan itu, tunggu saja nanti!

Setelah beberapa menit akhirnya angkasa sampai di rumah Langit yang sangat besar.

"Eh sudah sampai, duduk dulu Langit masih gantian baju" ucap bulan.

"Iya bul"

Asisten rumah tangga langit datang membawakan orange jus untuk mereka, membuat angkasa tersenyum miring.

"Terimakasih bi" bulan tersenyum pada ART tersebut.

"Oke non, nanti sampaikan kepada den langit kalau bibi pamit ya" ucap bibi tersebut yang bernama bi Nina.

"Siap bi"

•••

"Eh angkasa gue mau ke toilet bentar kebelet banget" lari bulan menuju toilet tamu rumah langit.

"Iya bul"

Ini kesempatan berharga untuk angkasa sebelum mereka berdua datang. Angkasa berencana untuk memberikan obat tersebut pada minum bulan dan langit agar mereka berdua bereaksi dan menikmatinya. Nanti angkasa akan ijin membeli makanan disupermarket yang berlogo lebah dan angkasa akan pulang tanpa balik lagi kesini.

Angkasa menuangkan obat tersebut di dua minuman berwarna kuning ini dan mengaduknya.

"Maafin gue bul, Lo juga kena. Tapi gue akan membuat langit menjadi down tidak untuk mempermalukan" senyum licik angkasa setelah menuangkan obat tersebut.

Langit turun dari lantai dua rumahnya dan menuju angkasa dengan menatap bagai musuh yang lama tidak berjumpa. Tapi ia harus profesional karena sedang mengerjakan tugasnya.

"Bulan mana?" Tanya Langit.

"Boker"

"Oh"

"Ya"

"Ok"

"Ya"

"Anjing Lo"

"Lah Lo juga njing"

Percekcokan kecil mereka mengejutkan bulan yang baru saja sampai di ruang tamu tersebut.

"Jangan bertengkar dong!" Teriak bulan


TBC
Tinggalkan jejak dong:*
ndpuy

LANGITWhere stories live. Discover now