Prolog

7 0 0
                                        


TEA
TEA

Suara teriakan yang begitu keras,menyambut kedatangan gadis cantik nan manis yang baru saja keluar dari mobilnya.

Namun gadis, tersebut menulikan pendengarannya seolah tak mendengarkan bahwa ada yang memanggilnya. bodo amat seret seret tu tenggorokan

TEA WOY TEA

Hos hos

Sedangkan sang pemilik nama hanya memutar bola matanya malas, atas kelakuan kedua sahabatnya ini, yang teriak teriak memanggil namanya sehingga menjadi pusat perhatian, dikira hutan apa teriak teriak.

"Lu hos ya hos Tea."ujar seorang gadis berpenampilan berantakan dengan lengan baju dilipat ke atas yang sekarang masih mengatur nafas nya. modar sia

"ho'oh lu ya hos, cape kita, lari sambil teriak teriak."ujar seorang gadis lainnya yang sekarang masih mengatur nafas nya dengan penampilan yang sedikit peminim.

"oke, oke tenang tenang, atur nafas, Ikutin gw ya."ujar tea pada kedua sahabatnya itu.

Dan dengan bodohnya kedua gadis tersebut hanya magut magut dan menuruti intruksi dari sahabatnya itu tea.

"tarik nafas, tarik nafas, oke tarik nafas, jangan dibuang mubajir. "

"LO MAU BUNUH KITA"ujar kedua gadis tersebut sambil teriak. nah kan jadi pusat perhatian lagi

Sedangkan tea, gadis tersebut sedang memejamkan matanya karena terkena cipratan air mujarab dari kedua sahabatnya tersebut.

"Kenapa sih."mendengar pertanyaan dari tea membuat kedua gadis tersebut tersadar akan tujuan mereka.

"oh ya hampir aja lupa."ujar gadis dengan penampilan yang sedikit peminim itu, yang tak lain dan tak bukan, sahabat tea yang paling pencicilan dan tak pernah lepas dari yang namanya cogan, Vanilla Altezza.

"KITA SEKELAS SAMA TRIO COGAN, MOST WANTED Anjir lah UWOW BANGETKAN. "pekik vanilla senang sambil jingkrak jingkrak.inget woy tempat umum.

Tea hanya mengerutkan alisnya bingung.

"cogan siapa, bukan di sekolah ini emang mayoritasnya cogan ya. "

"GreenCs. "jawab seorang gadis yang berpenampilan berantakan dengan lengan baju yang dilipat ke atas itu.
Si cewek tomboi yang kalau ngomong suka pedes kaya cabe.
Mochaliana Altero

Tea hanya membuka mulutnya 'o'bulat,dan terus memperhatikan sahabatnya yang bernama vanilla yang dari tadi masih jingkrak jingkrak kek orang gila. jangan jangan kesurupan, pikir tea dalam hati sambil bergidik ngeri.

Kemudian tea mengalihkan pandangannya pada mocha sahabatnya yang masih waras

"terus kenpa lo ikutan lari kari, sambil teriak teriak, kek orang edan. "

Mocha menghembuskan nafasnya panjang "ini semua karena dia tuh."jawab mocha sambil menajamkan matanya pada vanilla yang sampai sekarang masih dengan dunia gila nya.

"gw baru, datang tiba tiba tuh monyet, tarik tarik gw katanya ini darurat bin gaswat, kita harus ketemu tea secepatnya, gak tahunya. "jawab mocha sambil memejamkan mata, mengingat betapa kesalnya dia, baru datang dan niatnya setelah itu mau ke kantin sebab cacing cacing diperutnya minta diisi, eh malah diganggu oleh spesies makhluk vanilla.

"terus gimana tuh kondisi perut."

"gak gimana gimana, udah gak laper." jawabnya ketus

"hahaha, udah yuk ke kelas aja,ngantuk gw pengen tidur, mumpung masih pagi. "ujar tea sambil berjalan menghampiri vanila yang dari tadi masih dalam dunia gilanya.
Kemudian menarik baju bagian belakang vanila,tanpa memperdulikan sang empu nya, yang teriak teriak minta dilepaskan. tea tetap berjalan sambil menarik vanila bersama dengan mocha, bodo amat suruh siapa lo gila dari tadi.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 07, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

GreenTeaStories to obsess over. Discover now