'gila pelajaran hari ini ngebosenin banget' gerutu naura kepada teman temannya, di sela-sela jalan menuju perkiran
'setiap hari juga ngebosenin nau' sambar claraya
Huuhhh... Delima menarik nafasnya dalam-dalam, wajahnya tampak murung, langkahnya gontai
Langkah mereka terhenti, claraya menatap naura, seolah bertanya 'kenapa?', naura hanya mengangkat kedua bahunya memberi jawaban
'asma lu kambuh?' tanya naura
Delima hanya menjawab dengan gelengan pelan
'terus kenapa?' sambar claraya
'laper' rintih delima, sambil memegangi perutnya
'ish! si delima ini ya, bikin orang was was aja deh' naura berdecak kesal
'padahal tadi lu jajan paling banyak, makan bakso, terus lanjut lagi beli cilok' sambar claraya
'ya gatau... laper nya dateng sendiri araaa' gerutu delima, sambil mengercutkan bibir mungilnya
'yauda deh,sekalian kita nongki aja dulu gimana?' usul naura
'boleh deh'
'kuy..'
Claraya, Naura, dan Delima adalah 3 orang sahabat. Mereka satu sekolah dan satu kelas, kenal dari saat MPLS. First impression mereka juga sangat buruk, karna ketiganya kenal saat dihukum lari mengelilingi lapangan karna selalu menjawab ketika kakak kelas sedang berbicara. Kini mereka sudah kelas 12 SMA, sudah 2 tahun lebih mereka bersama. sempat terpisah di kelas 11 karna rolling kelas setiap tahunnya, tapi, mereka selalu berangkat, istirahat, bahkan pulang bersama, meskipun beda kelas. Di kelas 12 ternyata mereka disatukan di satu kelas lagi. Senang rasanya...
Karna tidak perlu susah-susah menunggu ketika salah satu dari mereka ada kelas tambahan, atau telat keluar kelas karna beda pelajaran.
Claraya. cantik, putih bersih, cuhubby tetapi badannya langsing, berbody bak model. rambutnya panjang se-pinggul bewarna hitam pekat, kakinya jenjang, tapi tidak terlalu tinggi, pas. bibirnya bulat seperti cerry.
Naura. manis, kulitnya sawo matang, lebih tinggi dari claraya dan delima. Kakinya jenjang, dan lebih kurus dari claraya, bibirnya tebal, eksotis.
Delima, imut, lucu, kulitnya kuning langsat. tinggi nya hampir sama dengan calaraya, makan banyak tapi ngga gemuk gemuk. cacingan? maybe😭 bibirnya tipis, dan cerewet.
Ketiga gadis itu sampai di tempat nongki nya. mereka masi memakai seragam, tetapi ditutup dengan cardigan sehingga tidak tampak atribut sekolahnya, dasi pun mereka lepas. ya... Memang, tetap saja melanggar peraturan sekolah, seharusnya mereka pulang dan ganti baju dulu.
'tumben rame' naura membuka percakapan
'iya ya, tumben banget... padahal ini hari senin' sambar claraya
'udahlah nauuu, raaaa, cacing cacing di perut gue udah demooo, ayoo masuukk' rengek delima
'ck! delima delimaa' claraya menggeleng melihat kelakuan temannya itu
Ketiganya pun akhirnya memasuki sebuah kedai kopi yang sudah menjadi langganan mereka.
kling...
Bel nya berbunyi ketika pintunya dibuka.
'eh araa, tumben siang siang masi pake seragam udah kesini' tanya naufal, barista sekaligus pemilik dikedai kopi tersebut
'iya ni, si delima nyusahin' jawab claraya
'mmm, nopaalll... gue mauu mie rebus pake telur ya, telurnya harus mateng, jangan setengah mateng, amis. terus pake cabe yang banyak, harus pedes pokoknya' pinta delima kepads naufal
YOU ARE READING
SUGAR DADDY
Teen Fiction[CERITA INI HANYA IMAJINASI PENULIS!] . . . . 'gue capek sekolah, mau nikah sama om om hedon ajalah' -Claraya sheena angelika 'saya bukan mafia, sheena.' -Gavin william abhivandya Berharap ini adalah cerita tentang mafia yang bertemu dengan gadis na...
