1.
Aku sudah duduk, di kursi yang menghadap langsung ke meja, yang biasa aku gunakan untuk merias. Sejujurnya, aku tak terlalu banyak merias wajahku saat akan bepergian kemanapun, hanya berdandan secukupnya. Kadang-kadang, beberapa orang menyukai perempuan yang berdandan seadanya bukan? Agar terlihat natural.
Cermin besar, yang tegak berdiri diatasnya menjadi pemandangan-ku. Bisa kulihat, pantulan diriku yang ada didalamnya. Tampak muram, dan memang itu yang aku rasakan saat ini.
Membayangkan diriku, ketika di masa lalu.
Selain diriku, pemandangan beberapa sudut kamarku juga terlihat disana. Nampak cukup terang, cerah dan bersih karena memang aku selalu disiplin dalam membersihkannya. Selain itu, cahaya matahari masuk begitu saja, melewati jendela yang aku buka agar udara segar bisa masuk dipagi yang cerah.
Bisa kudengar kicauan burung-burung peliharaan Ayahku, yang digantungkan di depan rumah. Yap, Ayahku memang suka sekali memelihara burung, terlebih burung yang memiliki suara yang beberapa orang berpendapat merdu.
Seperti burung Murai air, yang suaranya sering kudengar. Yang kutahu, burung murai itu kesayangan Ayah, karena harganya yang terbilang cukup mahal.
2.
Kembali lagi kepada diriku, aku sebetulnya begitu lemas hari ini. Kemarin aku kerja lembur, karena aku harus mengambil hari libur untuk hari yang sudah aku jadwalkan. Aku benar-benar harus bekerja keras, untuk mendapatkan hari libur itu.
Seharusnya, hari ini¹ bukan hari liburku. Melainkan hari libur Kak Hani, seniorku. Tetapi, karena hari ini adalah hari yang special dan aku tunggu-tunggu, akhirnya aku memohon-mohon kepada Kak Hani untuk menukar hari liburnya dengan hari liburku di Minggu yang akan datang.
Baik hatinya saat itu, Kak Hani memberikan aku hari liburnya.
Tetapi, ketika aku meminta izin untuk mengambil hari libur, ternyata atasanku melarang itu. Jadi, satu-satunya cara agar aku bisa mengambil hari libur adalah dengan lembur, selama dua hari berturut-turut.
Aku tak membuang kesempatan itu, dan aku ambil pekerjaan itu, meski aku sangat lelah.
Karena aku akan bertemu dengan Dia.
3.
Dia yang aku maksud adalah seseorang yang cukup membuat aku merindukannya setiap hari, entahlah agak sedikit berlebihan rasanya. Tapi, itu memang benar adanya, aku selalu memikirkannya, membayangkannya ada didekatku, dan bisa aku bilang kalau aku ini benar-benar ingin selalu berada di dekatnya.
Dia berada di jarak yang jauh denganku, sehingga kami tak bisa bertemu. Aku akan mengunjunginya, ketika hari aku mendapat libur disetiap Mingguku.
Tapi, hari ini berbeda. Karena, tepat dihari ini, empat tahun yang lalu, aku mulai mencintainya. Ketika dia merebut hatiku, meski awalnya kami tak dekat. Maksudnya, aku mengenalnya tak lebih dari seorang teman sekolah, dan tak lebih dari itu.
Ah, aku selalu mengingat akan waktu itu, setiap detiknya berharga, dan tak akan pernah bisa terulang.
Clek..!
Aku menoleh cepat, lalu perlahan bibirku tertarik untuk menyinggungkan senyum, meski secara terpaksa.
"Ibu?"
Ibu membuka pintu kamarku, agak sedikit melebar, meski seluruh tubuhnya tak masuk kedalam.
"Ine, ada Angel di luar. Kamu jadi kan?" Tanya Ibu, sambil memegangi kenop pintu kamarku.
Aku mengangguk lemas.
Ibu menatapku dengan nanar, ia masih bergeming dan hanya menatapku dari ambang pintu. Aku mengalihkan pandanganku, aku tak kuat ketika menatapnya. Tanganku jadi gemetar, pembicaraan itu, meski singkat tapi tetap mengingatkan aku pada satu hal yang ingin kulupakan.
ESTÁS LEYENDO
Waktu: Aku Dengan Kamu. [Selesai]
RomanceDisini aku akan bercerita, tentang perasaan yang tiba-tiba muncul, tentang perasaan yang riang, tentang perasaan yang gembira. Meski kadang, waktu membuat semuanya terasa lebih cepat berlalu. Tetapi itu semua akan ada dimasa lalu, dan akan mudah unt...
![Waktu: Aku Dengan Kamu. [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/235485900-64-k707246.jpg)