...

13 0 0
                                        


  Aku tidak biasanya menyukai pria yang, seperti itu. "Seperti itu". Ya, itu sangat aneh, aku bahkan erasa aneh terus-terusan memikirkannya. Dia hanya berkata beberapa kalimat, bukan berpidato di depanku tapi, dengan begitu saja ia sudah bisa menggerakkanku.

 Aku banyak bertanya tentang diriku belakangan ini, aku berubah banyak. Aku meragukan seleraku dalam banyak hal, aku tidak bisa yakin kepada diriku sendiri. Aku banyak merasakan hal berbeda, aku merasa berani, takut, namun juga aku merasakan kebosanan disaat yang bersamaan. Aku merasa bingung perasaan apa itu. Apa itu normal? Aku merasa aku menyukai banyak hal yang lebih dewasa belakangan ini, aku tidak mengerti itu datang darimana, tapi aku yakin itu sebuah fase. Mungkin aku sedang mengalami pertumbuhan. Tapi, apakah pertumbuhan sesuatu yang kau akui? Aneh sekali aku.

...

 Tumbuh besar di keluarga yang "agak" religious buakanlah sesuatu yang bisa aku pilih saat aku keluar dari... ya dari sesuatu yang mengeluarkan bayi. Aku selalu mengikuti yang mereka mau sedari aku kecil namun, setelah ulang tahunku yang ke 11, aku mulai merasa terhimpit dengan keinginan mereka. Mereka mulai mendalami banyak kegiatan beragama yang, jujur membuatku merasa sempit. Ya, ya aku tahu aku terdengar seperti anak iblis yang merasa panas akan banyaknya kegiatan agama. Jangan salah, aku percaya tuhan dan yakin akan pertolongan dan berkahnya, benar! Tapi, mungkin yang aku butuhkan adalah jarak dan pilihan. Pilihan yang bisa aku pikirkan dan putuskan sendiri. Tentu, bukan itu yang keluargaku mau, mereka mau aku seperti mereka, mereka mau aku masuk surga. Mendengar itu keluar dari diriku sendiri aku ternyata sangat konyol. Tentu, semua orang mau masuk surga, aku juga mau. Tapi, apa surga akan seperti yang aku harapkan? Apa itu memang tempat yang benar untukku? Aku tentu mau keluargaku, terlebih lagi ibuku tersayang, masuk surga. Dia berperan besar dalam hidupku yang "mati" ini. Lagi, aku tentu mau keluargaku masuk surga. Tapi, aku hanya merasa bahwa aku tidak pantas, jika aku juga berada disana. Neraka sepertinya cocok untuk seleraku.

 Terlebih lagi, semua masalah yang aku telah perbuat diantara orang tuaku. Ah, masalahku dengan ayahku, aku selalu Kembali kesana,kesana dan kesana lagi. Membuat ayahku kecewa bagaikan menggunakan narkoba, aku tahu itu hal yang bodoh dan bodoh dan sangat bodoh tapi it uterus terjadi dan terjadi. Aku terus-terusan jatuh ke dalam lubang itu. Seperti aku dengan sengaja menjatuhkan diriku kesana lagi. Dan aku masih bertanya-tanya apa hasil yang aku dapatkan dari ini? Tapi, selain semua itu, tidak ada lagi yang bisa aku tumpahkan kesini, hanya sedikit informasi itu saja.

Tidak banyak bukan?

"Aku selalu berada diposisi yang orang pikir, aku harus dimanjakan. Aku ingin keluar dari situ, aku ingin menendang pintu. Tapi, aku tidak tahu apa aku punya tenaga sekuat itu, aku sering merasa ketakutan."

BIRUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang