Prolog

30 1 0
                                        

Happy Reading❣️

Butiran air bening dari langit turun tanpa henti pagi ini, membuat para murid SMA Garuda harus memakai payung atau jaket, ada juga yang diantar dengan mobil.

Tak terkecuali Zahra yang diantar mengenakan mobil Juke milik kakaknya. Zahra membuka kaca mobil, membuat air hujan sedikit masuk kedalam.

"Ra jangan dibuka kacanya, tuh airnya masuk." Ucap Wildan, Kakak kandung Zahra. Zahra hanya cengengesan lalu menutup jendela mobil.

"Kak Wildan mau langsung ke kampus?" Tanya Zahra pada saudara satu satunya ini. "Iya, kenapa?" Jawab Wildan yang kini tengah kuliah semester 4 jurusan Akutansi.

"Hmm, nanti bisa jemput Zahra ngga?" Tanya Zahra, mendongakkan kepalanya menatap Wildan.

Wildan melihat sekilas kearah adiknya ini, melihat mukanya yang memelas, Wildan jadi tidak tega. "Insyaallah." Jawabnya singkat.

Zahra hanya mengangguk mengiyakan jawaban kakaknya lalu kembali melihat kedepan.

***

Sesampainya disekolah, Zahra mencium punggung tangan sang kakak lalu keluar dari mobil, kini ia mengenakan sweater abu-abu kepunyaan nya.

Ia berjalan dilorong sekolah yang tengah ramai dengan murid-murid, lalu menaiki tangga hingga lantai dua dimana tempat kelasnya berada.

Baru saja ia sampai di depan pintu kelas XI MIPA 1, kakinya berhenti melangkah, matanya menatap seseorang yang berada tak jauh dari tempat ia berdiri.

Ya, seseorang itu adalah orang yang semenjak ia masuk kesekolah ini, ia do'akan disetiap sujudnya, seorang laki-laki yang menjadi cinta pertamanya.

Yang dari dulu diam-diam ia perhatikan, yang selalu muncul difikirannya.
Zahra mencintai laki-laki itu dalam diam, ia mencurahkan isi hatinya pada Allah,
bahwa ia sangat mencintai nya.

Hanya Allah yang tahu seberapa besar cintanya ia pada laki-laki bernama Reynaldi Alvino ini.

Selesai urusannya didepan kelas XI MIPA 2, Alvin, Angga dan Reyhan pun pergi menuju kelasnya melewati depan kelas Zahra tentunya.

Alvin dkk berjalan kearah Zahra, yang kini sedang menjadi patung, persis seperti patung pajangan ditoko baju.

Dengan tangan yang dimasukkan kedalam kantong celana, dan sesekali tersenyum mendengarkan candaan sahabat²nya membuat Alvin terlihat paling tampan dan kalem, walaupun teman-temannya juga tak kalah tampannya.

Saat ini Alvin dkk berada tepat dihadapan Zahra, Zahra yang melihat Alvin dihadapannya menjadi kikuk dan tidak tahu harus berbuat apa.

Rasanya ia ingin lari sejauh mungkin dan berteriak sekencang kencangnya, ALVIN GANTENG BANGET SUBHANALLAH!!!

"Lo anak kelas XI MIPA 1?" Tanya Alvin pada Zahra sambil menunjuk kedalam kelas. Tak lupa wajah datar tanpa ekspresi Alvin menjadi ciri khasnya.

"Ha? Oh iya. Kenapa?" Jawab Zahra yang entah kenapa menjadi salah tingkah sendiri.

"Tolong bilangin keanak kelas lo, yang ikut ekskul basket ntar istirahat pertama kumpul dilapangan." Kata Alvin dengan santainya, sedangkan Zahra? Jantungnya sudah mau copot jatuh ke usus.

"Hm, iya." Jawab Zahra dengan senyum tanpa arti yang buat bingung sejagat raya Indonesia.

"Hey adik berjilbab putih, adik terpesona kah dengan ketampanan paras babang Alvin? Sampe kaku gitu si haha." Ucap Reyhan dengan gaya ter-alay sedunia.

"Masuk dulu ya kak, Assalamualaikum." Kata Zahra yang sedari tadi keringat dingin akhirnya bisa melangkah pergi.

"Walaikumsallam.." jawab Alvin dan Angga. Sedangkan Reyhan muring-muring sendiri ga jelas.

"Lo sih, alayy." Kata Angga lalu merangkul Alvin dan pergi tak memperdulikan Reyhan.

"Dasar temen gada akhlak!!!" Kata Reyhan sedikit teriak lalu mengejar kedua temannya itu.

***


Tak apa jika kau tak mencintaiku, tapi jangan pernah melarang ku untuk mencintaimu, karna sekarang aku tengah melakukannya.
~Himmatus Shofia Azzahra




Assalamualaikum temen²😊.
Maaf nii cerita nya feel-nya kurang dapet. Next bakal lebih kreatif hehe😅.
Jangan lupa comment & vote❣️

Diam Diam CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang