01

50 6 1
                                        

Happy reading teman-teman.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

"Sudah sampai,Non."

Yang ditanya hanya menengadahkan dagunya kesamping, mengarah kedalam area gedung sekolah,alias menyuruhnya untuk terus berjalan hingga kedalam. Menuju Area yang dipenuhi para petugas keamanan siswa yang tengah berjaga disana. Dan juga area yang tidak diperbolehkan untuk dimasuki oleh kendaraan,kecuali milik para pengajar saja.

"Baik,Non." sang supir pun menginjak kembali pedal gas untuk melajukan mobil,mengikuti perintah sang empunya perintah dan menerabas para siswa yang tengah berjaga dipintu masuk.

CIITT

Sedan putih itu menghentikan lajunya saat setelah sampai didepan gedung utama sekolah. Gedung yang dipenuhi oleh ribuan siswa beratribut,layaknya badut berseragam.

Sontak gerakan semua siswa pun ikut berhenti,mengikuti arah gerak mobil yang menarik perhatian. Mereka melekatkan pandangan untuk mencari tahu siapakah pemilik dari benda berlempeng besi yang tidaklah tahu peraturan dan seenaknya memasuki gedung utama sekolah.

Mungkinkah seorang cowok tampan yang akan menjadi calon badboy,

Ataukah seorang wanita bibit most wanted sekolah,

ataukah itu si biang onar,dengan mobil barunya??

Entahlah ...

Tak lama berselang pintu depan mobil terbuka,yang langsung memperlihatkan seorang laki-laki bertubuh tegap berjas hitam beserta sepatu hitamnya yang mengkilap. Tapi sial,ternyata dia bukanlah orang yang ditunggu. Melainkan hanya seorang supir yang memiliki body goals bak bodyguard.

" Ceklek " lelaki itu membuka akses keluar dari seseorang yang berada didalam.

Yang ditunggu-tunggu pun keluar dari persembunyian,menampilkan sepatu putih yang hampir menyamai kulit si pemilik. Dan yeah,ternyata dia adalah seorang cewek.
Kini dia telah berdiri dengan sempurna memperlihatkan outfit yang menutupi seragam sekolahnya.

Tidak banyak,hanya jaket jeans biru muda dan tas hitam yang ia rangkul di sisi kanan bahunya. Tanpa adanya atribut siswi baru yang melekat padanya,juga bukan siswi lama yang dikenal. Lalu siapakah dia??

Dia adalah Athasya Lamodya,

Seorang anak baru tahun kedua,yang baru saja menginjakan kakinya untuk pertama kalinya disini.

Thasya berjalan masuk membelah lautan manusia yang sedari tadi tengah menatapnya heran,mereka melihat tampilan Thasya dari atas sampai kebawah yang sederhana namun mencolok di bagian parasnya.

Sangat cantik,namun tanpa ada senyuman.

Dia terus berjalan terarah meninggalkan tatapan semua orang,terkhusus lagi tatapan para siswa yang bertugas sebagai penjaga keamanan hari ini. Tapi mereka semua hanya bisa mengumpat dari kejauhan melihat tingkah Thasya yang melenggok bak sedang peragaan busana ditengah jutaan pasang mata.

Biarin aja,dia anak baru kelas sebelas

Pantes gak tau aturan.

Jelas hal itu sama sekali tidak menggangu Thasya,ia tetaplah santai berjalan melewati lorong dasar dan beralih untuk menaiki tangga yang ada dipojok ruangan. Secara perlahan tapi pasti Thasya menaiki gundukan anak tangga yang dilapisi cat berwana hitam di bagian pinggir pegangannya.

Kini tibalah dia di sebuah lorong yang dikhususkan bagi anak tingkat kedua,lorong yang masih sepi dan hanya ada beberapa siswa yang ada didalam kelasnya masing-masing. Thasya merapihkan rambutnya yang panjang terurai sambil terus berjalan mencari dimana kelasnya berada yaitu '11 IPA 1"

Itu dia,

Kelas paling pojok disudut ruangan,

Kelas yang dihiasi pernak-pernik berdominasi biru.

BRAAKK

Suaranya begitu menggema saat Thasya melemparkan tasnya dibangku, tempat yang ia pilih untuk disinggahi selama setahun kedepan. Dia merebahkan tubuhnya dan menduduki diri dengan nyaman,menikmati suasana kelas yang masihlah sangat sepi tanpa ada satupun makhluk yang menghuni. Berbanding terbalik dengan suasana di lorong bawah yang benar-benar seperti pasar.

15 menit kemudian.

Dari jarak lima meter Thasya mendengar suara orang-orang yang membuat kebisingan dan itu tentu saja sangat mengganggu privasinya. Thasya yang malas menanggapi komenan atau pertanyaan dari orang lain,langsung saja mengeraskan volume suara earphone yang sedari tadi sudah ia pasang. Dia pun terus melanjutkan aktivitas menscroll layar handphone miliknya,yang entah apa isi didalamnya.

.......

"Aku gak mau putus dari kamu!!"

"Serah."

Cewek berdandanan centil itu mendesah pelan,

"pokoknya aku GAK MAU putus dari kamu." kata si cewek,menekankan kalimatnya.

"Gua gak sudi,sama cewek kayak lo." ancamnya dengan nada pelan.

Cewek itu memasang tampang lugu,berusaha meluluhkan hati si cowok seperti hari-hari lalu.

Tapi Arkana Gyanendra,atau sering dipanggil Andra si cowok tampan berambut coklat,dengan hiasan hidung yang indah itu tak bergeming sama sekali dengan kepura-puraan dari sang Siska Mhelinka Azhari.

"Kalau kamu,gak sama aku. Itu artinya gak ada yang boleh dapetin kamu Andra!!" katanya dengan nada keras namun berbisik,seperti gadis yang benar-benar sudah terobsesi.

Sedangkan arkano hanya menaikkan alisnya lalu melenggang pergi meninggalkan pojok ruangan yang beberapa menit lalu sengaja ia pilih untuk mengakhiri hubungannya dengan Siska.

"Issh awas lo,Andra." pekik Siska disaat punggung Alka telah menghilang dibelokan ruang.

🌹🌹

ARANTHAWhere stories live. Discover now