Pukul 00.05
Jalanan di ibu kota terlihat sepi. Mungkin, karena ini sudah lewat tengah malam.
Jalanan yang seperti ini membuat seorang gadis melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
Gadis itu bernama VANYA.
Dia sudah sangat lelah, Mata nya mulai sayu. Ingin rasanya memberhentikan mobilnya, dan tidur.
Tapi itu tak mungkin dia lakukan.
Saat sedang asik asik nya ngebut,
CIIIT.
Mobil berhenti mendadak
Dia merasa seperti menabrak sesuatu tadi.
Dia pun keluar, dan betapa terkejutnya dia melihat seorang anak kecil terbaring dengan luka yang memenuhi tubuhnya.
Iya, ini salahnya. Tapi anak itu juga salah. Mengapa dia berlari di jalanan besar malam malam begini.
Dia mendekati anak itu dan mengecek keadaannya
"Dia masih hidup"
Dia mengambil ponsel nya, dan menghubungi seseorang
"Apasih van malem malem tel" ucapan dari sebrang sana terpotong
"Tolongin gw. Gw abis nabrak orang" ucap Vanya dengan tubuh gemetar
"Hah?! Gila lo. Search lokasi lo sekarang" kata nya dengan nada tinggi
"Iya" jwb Vanya. Dan mematikan ponselnya.
🐾🐾🐾
|RS. Mitra Keluarga|
Kenzo berdiri dan menatap horor Vanya, seakan Dia akan memakan teman gila nya ini.
Vanya benar benar jengah mendapat tatapan mematikan dari kenzo.
"Apa!" Judesnya Vanya mulai keluar.
"Apa apa, lo nabrak orang Dongo! Kenapa bisa?!"
"Lo mabok?" lanjut kenzo.
Vanya menggeleng. "Gue cuma ngantuk. Tapi itu anak juga salah kali. Malem malem begini bukannya tidur malah kelayapan ke jalan gede."
"Bukannya lo juga kelayapan?"
"Ck" kesal Vanya. Dia diam dan memilih untuk tidur.
Jadi disini, Kenzo adalah teman dekatnya si Vanya.
Kenzo lah orang pertama yang Vanya mintai pertolongan saat keadaan darurat seperti ini.
Dokter keluar dari ruangan setelah sekitar setengah jam memeriksa anak yang Vanya tabrak.
"Keluarga pasien?" Tanya dokter kepada Kenzo.
Vanya? Dia tengah tidur pulas
"Saya kakaknya dok" Jawab Kenzo berbohong.
"Kalau begitu mari ikut saya"
Kenzo mengikuti dokter itu keruangannya.
"Jadi, anak itu mengalami benturan yang sangat keras di kepalanya. Kemungkinan, Dia mengalami amnesia" Tegas si dokter.
"Amnesia dok??"
"Iya, dan sebaiknya kamu bicarakan ini dengan orang tuamu"
"Iya dok, nanti saya sampaikan"
"Apa ingatannya bisa kembali lagi dok?" lanjut kenzo
"Tentu saja bisa. Tapi, jangan terlalu memaksakannya untuk mengingat"
"Kalau begitu, apa yang bisa saya lakukan untuk membuat ingatannya kembali dok?" Tanya Kenzo.
"Lakukan saja apa yang biasanya dia lakukan. Ceritakan pada nya tentang siapa dirinya. Tunjukkan tempat tempat yang pernah dia temui. Jika tuhan mengijinkan, pasti ingatannya akan kembali."
Kenzo mengangguk "baik dok, terima kasih"
"Iya sama sama. Sebulan sekali sebaiknya adik kamu dibawa kesini"
"Baik dok, saya permisi"
"Iya silahkan."
Kenzo masuk ke ruangan anak yang Vanya tabrak.
Kenzo menatap anak itu. Dan mengelus kepalanya.
"Cepet sembuh"
"Ken" panggil Vanya yang ternyata sudah ada dibelakang Kenzo.
"Pulang yu" ucap vanya tanpa dosa
"Lo gila"
"Gue mau pulang kenzo, ko jadi gila sih" ucap vanya sambil menguap.
"Lo abis nabrak anak orang. Se-enggaknya cari tau kek keadaanya kaya gimana" kesal kenzo sebenarnya.
"Emang itu anak kaga kenapa kenapa kan??"
"Anak ini amnesia"
"WHAT" ucap vanya dengan suara lantangnya yg langsung mendapat bekapan tangan dari Kenzo.
"Ini rumah sakit bego bukan hutan"
"Iya gue tahu. Kenapa bisa amnesia sihh?"
Vanya mendekati anak itu
"Terus gimana cara ngembaliin dia ke orang tuanya?"
"Lo rawat dia" tegas kenzo
"NO NO" Jawab Vanya cepat.
"Enak aja maen rawat rawat. Lo aja sana" lanjut vanya
"Kalo lo lupa, tu anak kaya gini gara gara lo"
Vanya duduk. Dia berfikir sesaat
"Titipin dia ke panti asuhan aja kenn. Gimana?" vanya menaik turunkan alisnya.
"Ngga bisa gitu. Lo harus tanggung jawab. Rawat anak itu sampai ingatannya pulih. Nah setelah pulih, tu anak terserah deh mo dibawa kemana."
Vanya menghela nafasnya kasar.
"Gue aja ngga ada yang ngurusin, gimana mau ngurusin dia?"
-to be continued-
FYI ini firts cerita aku, semoga kalian suka ♡
Tq 🌻
