Halo ini cerita pertama aku mohon maap kalo ada typo dan ceritanya gak jelas. Mohon sarannya semua.
Happy reading!
°°°
"Terima! "
"Terima! "
"Ayo terima! "
Lapangan basket kini penuh dengan siswa siswi yang mengerubuni dua sejoli dengan sorak-sorak dari para penghuni sekolah. Terlihat sang pria yang berdiri didepan seorang wanita dengan setangkai bunga ditangan kanan dan sang wanita yang terlihat syok sambil menutup mulutnya.
Melihat cewe didepannya mengangguk kecil lantas cowo itu pun tersenyum tipis.
"gue pengan denger lo ngomong bukan ngangguk!".Terdengar seperti perintah memang wajarkan saja karna cowo itu memang cukup angkuh. Sangat sebenarnya.
"Emm.. i-iya aku mau kak" lirihnya
"Okey mulai sekarang Bulan cewe gue. Sagara George Alexandres". Teriaknya angkuh sambil menunjuk dirinya sendiri.
°°°
Huff
Helaan nafas kasar keluar dari mulut gadis itu. Berdiri melihat keramaian yang terjadi dibawah sana dengan mata malas. Bertopang dagu pada tembok pembatas dengan tangan kanannya. Semua terlihat dari lantai tiga ini. Semua memang selalu terlihat olehnya.
" udah gue duga akhirnya bakal begini, dasar drama!". Batinnya sambil melangkah pergi meninggalkan tepian pagar pembatas.
Dia terus malangkah hingga langkahnya terhenti didepan kantin. Melihat banyaknya penghuni yang berlalu lalang dan berisik. Tatapannya pun berhenti pada satu titik yang sebenarnya menjadi pusat perhatian semua orang disana.
" buat semuanya gue traktir! Makan sepuasnya!". Teriaknya menggema. Memutar matanya malas melihat kantin semakin ricuh. Kios-kios pun semakin penuh.
Dia pun melanjutkan langkahnya menuju meja dekat pembatas tembok. Menunggu kios-kios itu sepi. Menutup matanya menikmati angin sambil menopang dagu dengan tangan kanannya.
"Ning"
"Ning"
"Beningg!"
"Ck apasih berisik amat denger gue ge dikira orang budeg apa?!". Mengubah posisi langsung menghadap sang pengganggu.
"Hehe.. abisnya lo mah kebiasaan orang kalo dipanggil tuh langsung nyaut lah ini diem-diem bae". Menggeser duduknya menjauh.
"Berapa kali juga sih gue udah ingetin ke lo jangan tidur sembarangan! Kenapa sih gak dengarin gue?!". Lanjutannya.
"Gue gak tidur". Sautnya acuh.
"Gak tidur gimana orang tadi gue liat kok!".
"Gue cuma merem ya".
"Lah itu tidur namanya bambang".
"Bedalah!"
"Apa bedanya coba tidurkan merem?!".
YOU ARE READING
Figuran
Teen FictionCerita tentang seorang piguran dalam cerita seseorang yang menjadi pemeran utama di sini. Piguran yang menjadi penonton dan pendengar dari drama hidup seseorang. Piguran dengan hidupnya yang monoton dan biasa saja. Hingga seseorang menariknya dalam...
