"Cup? baru datang kamu?" tanya Fauzan
"Iya nih, kenapa? tumben jam segini udah kumpul disini," jawab Yusuf
"Aya beja pangenggalna di sakola ieu," ucap Aldo
"Naon do?" tanya Yusuf
"Ada anak baru, dari korea. Geulis pisan," jawab Aldo
"Namanya siapa?"
"Teu ngarti, intinya teh namanya korea gitu" jawab Aldo
"Emang udah pada tahu ceweknya?" tanya Yusuf
"Ya belum, tapi katanya Sintia cantik Cup. Ayo Cup gebet atuh," sahut Asep
"Kuring cobian engke kuring bakal naros ka Sintia," ucap Yusuf
"Percanten ka abdi, eta geulis. Saatos nikah, anjeun bakal ngagaduhan murangkalih anu geulis sareng ganteng," jawab Fauzan
"Lihat aja belum Zan, udah mikir nikah aja kamu ini. aneh,"
Asep, Fauzan, dan Aldo tertawa
sementara itu Sintia lewat bersama Devi di depan Alamsyah dan teman-temannya
"Sintia!" panggil Yusuf
Sintia lantas menoleh "Aya naon Cup?" tanya Sintia
"Kadieu sakedap," Sintia dan Devi mendekat ke arah mereka berempat
"Kunaon?" tanya Sintia
"Dikelas kamu ada anak baru ya? dari Korea? bener?" Sintia dan Devi saling pandang, lalu Sintia mengangguk
"Namanya teh siapa?"
"Kim Ae Ri," jawab Sintia
"Dia udah berangkat belum sekarang?" tanya Yusuf lagi
"Kamu tanya tanya kenapa? anjeun hoyong ngadeukeutan anjeunna?" tanya Devi
"Ya siapa tau kan jodoh Devi," jawab Yusuf
"Dia teh ngga cocok sama kamu, dia baik, cantik, kalem, beda ti anjeun. Anjeun bangor, resep mundur ti kelas, resep ponteng kelas oge. Kuring yakin anjeunna henteu bakal hoyong sareng anjeun," ucap Sintia
"Entong siga kitu, siapa tahu jodoh. Iya kan?"
"Sintia kamu jangan begitu atuh, jodoh di tangan Allah bukan tangan kamu. Siapa tahu juga kita jodoh kan Sin?" ucap Asep sambil menggoda Sintia
"Gusti nyanggakeun kuring tiasa cocok sareng anjeun! teu mungkin!" Sintia menarik tangan Devi untuk menjauhi Yusuf dan teman-temannya
lantas Yusuf, Fauzan, Asep, dan Aldo tertawa
namanya Yusuf bisa di panggil Ucup, lebih tepatnya Yusuf Muhammad Asep Alamsyah ya itu namanya. namun ia tidak suka di panggil Asep, ia lebih suka di panggil Ucup
dia bukan seperti Dilan yang anak geng motor, dia adalah Yusuf. ketua Basket SMA Pancasila dan dia juga adalah ketua Paskibra disekolahnya
entah kenapa dia yang anak nakal ini bisa menjadi ketua organisasi ya? aneh, tapi dia di sekolah terkenal dengan ketampanannya, tak lupa ia juga fashionable dari dahulu
jadi tak perlu terkejut jika Yusuf ini banyak di sukai wanita pada saat itu. cerita ini dimulai pada tahun 1980 di SMA Pancasila
sepertinya ia akan menghadapi berbagai tantangan setelah ini, bagaimana selanjutnya?
