WARNING!!
Cerita ini mengandung unsur kekerasan, pergaulan jaman sekarang, dan adegan yang tak pantas di tiru 18+
Bagi pembaca dibawah 18+ mohon kesadarannya untuk meninggalkan bila mengganggu kepribadian atau mental.
♤ Selamat Membaca♧
Namanya Alya. Gadis umur 17 tahun dengan rambut kepang belakang, rok panjang, dan gelang berbentuk bintang diikat tali unik di tangannya. Dia selalu sopan dan hormat kepada siapa saja. Satu lagi, dia kadang pakai kacamata.
Sikapnya lugu, bisa dibilang culun. Tak terlalu culun, hanya saja banyak yang membuli-nya di kelas. Bisa dikatakan.. Sekolah adalah neraka baginya. Tiap hari, adaa saja ulah mereka. Para murid-murid nakal yang memperlakukan Alya semena-mena. Dilempar kapur, di senggol hingga terjatuh berguling-guling, di umpatkan softek nya, diludahi, di siram air, diinjak tangan dan diancam mengerjakan tugas orang lain, kalau tidak ia akan dibasahi lagi di kamar mandi cowo. Tegas Diwa, murid laki-laki, yang berani memperlakukan itu kepada perempuan.
"Inget ya, kalo ga selese sore ini... Basah lo esok hari!" Bisik Diwa di dekat telinga Alya.
"Diwaa! Ayo buruan, dah ditunggu anak-anak futsal lo!"
"Iya otw.."
"Pacaran bae lu sama anak ingusan.. haha"
Alya sebenarnya tertekan, apalagi ia sudah tak punya orang tua. Semua temannya bahkan tak tahu kalau ia tinggal di Panti asuhan. Tiap sore ia menangis di atas meja kelas, sendirian, tak pulang mengerjakan tugas yang dibebankan pada dirinya.
Ia sebenarnya sudah lama berencana ingin melaporkan perbuatan mereka ke guru BK. Tapi belum sempat. Keseringan menggarap tugas orang malah jadi semakin pintar, justru melatih kecerdasannya.
"Aku justru semakin pintar kalo begini caranya,.. dan kalian yang semakin bodoh!"
Mendapat peringkat kelas juga jadi langganan tiap semester bagi Alya. Itu juga sebagai bahan buli mereka, menuduh nilai Alya bagus cuman gara-gara dianak Emaskan oleh guru Sekolah. Sungguh tak ada yang peduli dengan Alya. Setiap Alya ingin berteman, mereka menjauh. Sambil mencibir "Aku tak mau tertular kena buli karena mu." Kata mereka.
○●○
"Oi sampah, bawain ini ke ruang kesiswaan, kau saja yang kumpulkan lah," Ini Sofi
"Iya ini sekalian taruh di Meja Bu Sinta" Ini Rina
"Hhufth, kenapa selalu aku sih, kan kamu ketuanya Sof.. harusnya.."
"Hussh,, shht..shht.. jangan banyak bacot. Lu kumpulin aja ribet amat sih!"
"Nih, nih pin Ketua pasang di dada kamu. Sore ini kamu ketua, besok pagi.. seperti biasa.. HAHAHA!"
"HAHAHAHA."
Mereka pergi begitu saja, meninggalkan Alya menggendong buku yang amat berat bertumpuk-tumpuk, ia berjalan dengan pelan, tangannya merasa tidak kuat. Alya terjatuh dan beberapa buku itu masuk ke selokan. Termasuk presentase kelas yang harus di setor ke Ruang pengajaran.
"Maafkan saya pak,"
"Kamu ini gimana sih, ini kertas! Kena air ya rusak, mana bau kaya gini lagi.."
"Maaf pak,"
"Maaf, maaf... ngerepotin saya kamu jadinya!"
ВЫ ЧИТАЕТЕ
GADIS TANPA BAYANGAN - ANNIHILATION
Детектив / ТриллерSeorang gadis bernama Alya mendapat julukan bocah sampah, karena dianggap menyebalkan dan culun. Dia biasa dibully habis-habisan setiap hari, setiap waktu, mendapat pelecehan sexual diperkosa lalu dibunuh, Jasadnya dikubur lalu semua diam merahasia...
