PROLOG

48 12 12
                                        

"Yang penting lo bahagia ra" -Gavin Adiyata.

.........

"Sayang."

"Iya Sayang, sayang sebagai temankan."

"Emang lo mau kalo hubungan kita lebih dari temen?" Gavin menyodorkan helm-nya.

Aku Seira Al-meira, kehidupan gue ya kayak kalian lah, gue sering di panggil babu sekolah karna jabatan gue di sana waketos, kehidupan gue ga pernah lengkap kalo kita berempat pasti nanti tinggal tiga tapi kita berusaha melengkapi sampai menjadi empat lagi. Dan.

Dia Gavin Adiyata, dia ojek gratis buat gue, dia bisa ngelakuin apa aja sampai bikin gue iri, dia sering di sebut jones (jomblo ngenes) padahal dia ganteng banget, tapi dia gak tertarik sama satu cewek pun, karna perinsipnya satu buat masa depan.

"Masak gue mau sama lo." aku memakai helm yang di berinya.

"Masak gue juga mau sama cewek dekil kayak lo." Gavin membalikkan kata kata Seira.

"Macam tak betul budak nih."

"Kan yang gila lo, semenjak gue temenan sama lo, kharisma gue di sekolah jadi luntur" Seira naik keatas motornya Gavin, Gavin menyalakan mesin motornya dan melajukannya dengan cepat.

Gavin melihat ke kaca motornya, Seira sepertinya dia kesal dengan omongan Gavin tadi, Gavin menepikan motornya ke jalanan, dia turun dari motor dan memegang tangan Seira.

"Ra, lo ngambek ya?." tanya Gavin

"Gak. Tapi omongan lo yang harus di jaga vin, jangan seenaknya ngomong gitu kesembarangan orang, entar kalo mereka sakit hati karna ucapan lo gimana?," Seira melihat kearah jalanan.

"Yaudah gue minta maaf deh, ga bakal lagi ngomong kayak gitu lagi, abang janji nweng," ucap Gavin lalu memegang pipi Seira agar dia melihat ke arahnya.

"Gak segampang itu, ada syaratnya." ucap Seira karna ini waktu yang tepat buat ngerjain Gavin.

"Syarat?." Gavin mengangkat sebelah alisnya.

"Iya syarat, lo mau ngelakuin syarat itu apa gk?, kalo gak kita musuhan selamanya."

"Iya, syaratnya apa?." segampang itu Gavin di bodohi oleh Seira.

"Lo gue make up-in." Seira mengukir senyumnya yang membuat Gavin selalu pasrah.

"Apaan gk mau dah, lo kan ga pernah dandan, masak lo mau make up-in gue, bisa hancur nih wajah ganteng gue" Gavin menolak permintaan Seira.

Mengingat tentang persyaratan itu, kalo Gavin gak mau di make up-in mereka bakal musuhan selamanya, dan pada akhirnya Gavin mau di make up, Gavin duduk di halte bis dan Seira mengeluarkan alat make upnya, cuma bedak sama berbagai lipstik di sana.

"Vin jangan gerak mulu, entar jelek muka lo." ucap Seira.

"Wajah gue udah ganteng dari dulu." Gavin tak terima kali wajahnya di bilang jelek.

"Terima kenyataan vin, kalo muka lo itu jelek" Seira malah mengejeknya.

"Emang susah kalo ngomong sama orang yang gak punya otak" Gavin sudah biasa dengan ucapan yang keluar dari mulutnya Seira.

"Nah bagus, diem aja lu, gue mau ngerenovasi muka lo biar kayak sarawat, suami gue" Seira mulai mengeluarkan berbagai ke haluannya.

Sepuluh menit nih wajah di rusak sama tuh cewek akhirnya selesai juga, Gavin melihat hp nya .

"Vin lo kok ganteng sih."

"Baru nyadar lo." Gavin membanggakan parasnya.

"Udah kan, jadi kita baikan, ayo ke sekolah sebelum gerbangnya di tutup" Gavin menarik tangannya Seira tapi dia malah melepaskan tangannya Gavin.

"Ehh... Tak semudah itu fergudo." ucap Seira.

"Apaan lagi sih," Gavin mengacak rambutnya pertanda frustasi dengan keadaan ini.

"Satu syarat lagi" Seira mengukir senyumnya sangat lebar.

"Perasaan gue gak enak".

"Lo harus joget di sini." Seira menunjuk jalan di sebrang.

"Dedemit ya lo, keluar dari tubuh temen gue lo" Gavin memegang kepala Seira sambil membacakannya do'a.

"Apaan dah, cepet lakuin waktu kita gak banyak," Seira melepaskan tangannya Gavin dari kepalanya.

"Kalau lo gak mau kita gak akan baikan, dan gue gak bakal bareng ke sekolah sama lo lagi." ancam Seira.

"Beraninya ngancem." Gavin langsung menyebrang, dia mulai melakukan aksinya Seira hanya melihat dari halte sambil ketawa ketawa gak jelas, awalnya jalanan ini sepi tapi mendadak ramai, mobil yang berlalu lalang melihat Gavin dengan tatapan aneh mereka ngira kalau Gavin udah gila di usia mudanya.

Gavin kembali ke halte dan Seira dari tadi tertawa tanpa henti, "untung gue sayang lo." batin Gavin.

"Vin kita selfie dulu" Seira mengangkat hp nya, Gavin dengan wajah datar sementar Seira berpose cemberut.

"Gue post di ig ya" ucap Seira dan di balas anggukan oleh Gavin, Gavin selalu mau apa yang di perintah Seira asalkan dia bahagia.

Gavin saat di make up-in Seira

Gavin saat di make up-in Seira

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
RAGAHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora