Serena Odelia mengalami koma selama dua tahun. Ketika kepingan masa lalu mulai berdatangan sejak dia bangun, membuatnya penasaran untuk mencari tahu. Tetapi semua kepingan itu mengarah pada satu nama keluarga, Raiden. Saat orang tuanya mengajukan pe...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Hai!
Aku harap kalian tetap mencintai cerita ini seperti sebelumnya dan excited seperti sebelumnya juga.
Aku hanya ingin cerita ini jauh lebih baik setelah beberapa kali pertimbangan jadi aku berharap kalian tidak bosan menunggu dan kembali memulai semuanya dari awal lagi.
...
"The stars align, their light subdued.Dreams once distant begin to fuse. Through shadowed paths, the heart beats true. Each step forward, drawn to two souls bound in silence."
Red Rose
...
Dua minggu sebelum Serena bangun.
Ibu Serena mendekati Iansa yang datang ke kediaman mereka. Senyuman orang tua itu begitu tulus, walau matanya terlihat sekali lelah dan penuh kesedihan. "Terimakasih ya kamu mau datang ke sini untuk merapikan kamar Serena." Sesuai dengan keinginan ibu Serena, Iansa mengganti seluruh hal yang ada di kamar perempuan itu, lalu menyimpan seluruh album dan buku-buku terkait masa lalu Serena. "Uhm ... apa saya boleh bertanya satu hal?" Iansa menyandarkan tubuhnya di dinding dekat rak buku. "Tentu, kamu boleh bertanya apapun itu Ian."
"Kenapa ingin mengganti identitas Serena?"
Naviera memasukkan buku-buku medis dan peralatan milik Serena ke dalam kotak penyimpanan barang. "Saya tidak ingin Serena terpaku pada masa lalu dan menyakiti dirinya." Naviera menarik napasnya lalu duduk di atas ranjang menatap Iansa yang merapikan buku-buku terkait hewan dan penelitian yang akan dikerjakan putrinya dulu beserta lisensi yang baru didapatkan Serena beberapa bulan sebelum kecelakaan dua tahun lalu. "Saya ingin Serena hidup dan menjalani hari-harinya dengan hal baru."
Naviera mengusap air matanya cepat mencoba tersenyum pada Iansa yang menatapnya. "Saya sudah mempersiapkan hobi yang disukai oleh Serena, walaupun dulu Serena tidak pernah benar-benar menyukai seni karena tidak bisa menggambar dan melukis dengan benar."
Iansa mendekati ibu Serena dan menepuk pundak orang tua itu. "Kamu bisa kan membuatkan catatan dan lukisan-lukisan di kertas yang akan ditaruh di dalam buku-buku agar seolah-olah itu milik Serena."
"Bisa, nanti biar saya buatkan. Beritahu saja mau berapa banyak."
Naviera berdiri dari ranjang lalu memeluk tubuh Iansa, lelaki itu terlihat canggung dan kaku sekali karena tidak pernah mendapatkan perlakuan selembut itu di kediamannya. Rasanya sangat-hangat?