Don't forget to click the vote and leave comment😘
🦋🎶Song: Taehyung BTS-Sweet Night🎶🦋
Aroma kopi menguar lalu mengepul dengan bentuk tak beraturan. Cahaya menembus dinding kaca apartemen itu membuat wanita itu sedikit menyipitkan mata saat menatap pemandangan kota.
Mobil dan motor berbaris lurus melaju dengan kecepatan berbeda. Orang-orang yang siap menyeberang menunggu rambu-rambu lalu lintas berubah jadi warna merah dengan harap cemas akan waktu yang semakin menipis sebelum menuju tujuannya, sedangkan wanita yang menatap itu semua dari apartemennya hanya bersantai menikmati aroma kopi yang memenuhi ruangan.
Ting
Sebuah notifikasi khusus pesan grup yang sengaja dipasang berbeda dari pesan pribadi menyambut pendengaran wanita yang sejak tadi fokus menatap kearah bawah apartemen.
Kau dikota ini? Tanya salah satu anggota grup
Tentu saja, Jawab anggota lainnya yang ditanyai tadi
Jawaban berisi dua kata itu mampu membuat wanita yang membacanya sejak tadi membulatkan matanya dengan perasaan bahagia bercampur ragu.
Bisakah kami berjumpa? Kukira akan memakan waktu satu tahun kali ini. Ternyata lebih cepat dari dugaanku, gumam wanita itu dengan wajah sendu mengingat kesempatan untuk bertemu dengan orang itu hanya ada diakhir tahun hingga tahun baru.
Memori dimana kejadian bodoh yang ia alami kembali menyerobot pikirannya. Kala itu, sudah saatnya ia berangkat, kembali ke perantauan untuk melaksanakan tanggung jawabnya sebagai mahasiswi. Namun, saat itu ia begitu ingin tinggal lebih lama lagi dikota kelahirannya itu.
Jadi mengapa akhirnya ia pergi lebih cepat melawan keinginan hatinya? Lelaki itu. Bukan maksud menyalahkan lelaki itu, sebenarnya kesalahan ada pada wanita itu, ia memutuskan berangkat lebih cepat dijam yang sama dengan keberangkatan lelaki itu.
Entah dia yang salah memesan tiket atau pengendara bus yang keliru melihat jadwal keberangkatan, pada akhirnya ia tak berangkat bersama lelaki itu. Dia sudah mengabari lelaki itu, ia mengeluh juga hendak mengatakan ia sangat ingin berangkat bersama namun ia urungkan niatnya itu.
Lagi, terjadi lagi, ia hanya menyimpan semuanya sendiri, tak pernah mencapai suatu pengakuan akan perasaannya kepada lelaki itu. Padahal ia sudah rela melawan keinginannya untuk tinggal lebih lama dikota itu, tetapi tidak ada yang ia dapat, hanya sebuah penyesalan dan rasa nyeri.
Bunyi notifikasi lainnya menyentak wanita itu dari lamunannya akan masa lalu itu. Ia ingin melihatnya lagi, lelaki itu, lelaki yang disukainya, bahkan mungkin sudah dicintainya, karena katanya jika seseorang menyukai seseorang hingga tahap menangis karena lelaki itu, tandanya dia mencintainya. Namun, ia takut kembali merasakan hal yang sama, berharap tetapi akhirnya mendapatkan rasa sakit yang baru.
Wanita itu meraih ponsel dengan layar yang masih menyala itu, menampilkan notifikasi pesan yang masuk tadi dilayar kunci, nama pengirim yang tertera sontak membuat jantung wanita itu berpacu dua kali lebih cepat.
Ayo berjumpa, aku bawa oleh-oleh yang kau pesan. Brooke Miller
Situasi ini membingungkan. Itu hanya gurauan kosong dimana ia meminta lelaki itu membawakannya oleh-oleh dari kota tempat lelaki itu melakukan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa. Ia sama sekali tidak berharap saat mengatakannya, karena ia tau, lelaki itu suka bercanda. Bagaimana bisa sesuatu yang tidak ia harapkan begini bisa terjadi?
Kejadian ini hanya membuatnya berharap lagi. Berharap suatu saat mereka bisa bersatu, bersatu dalam ikatan yang anak muda zaman sekarang bilang sebagai sebuah hubungan kencan.
YOU ARE READING
At The End Of Dusk(ONE SHOT)
RomanceRank: #10 in one-sided_12 June 2020 #12 in dusk_ 13 June 2020 #21 in heal_27 July 2020 #21 in heart-warming_30 July 2020 #31 in pure_ 15 June 2020 ONE-SHOT STORY I'd rather hurt than feel nothing at all. ~Galena Lewis You stupid, beauty. ~Brooke Mil...
