Prolog

189 19 4
                                        

Seorang gadis nampak sedang celingukan mencari meja kosong di kantin yang sangat ramai. Dia bernapas lega setelah melihat meja kosong di pojok kantin, syukurlah di sana tidak terlalu ramai. Gadis itu melangkah menuju meja tersebut dengan tangan yang membawa sekotak bekal.

"DOR!!!"

"Anjing lo!" pekik gadis itu.

Untung saja kotak bekal yang ia bawa tidak terlempar, jika hal itu terjadi maka habis sudah.

Gadis bercepol satu itu terbahak melihat wajah terkejut sahabatnya, dia mengabaikan tatapan siswa siswi yang berada di sekitar mereka.

"Demen banget sih bikin gue spot jantung!"

"Seru tauk!"

"Ntar lo yang bayarin jasa peti ghana" celetuk gadis berponi.

"Hus, berisik banget lo pada! Gue mau makan aja gak tenang"

Mereka kemudian duduk tenang sambil menyantap makanan yang mereka pesan, ya terkecuali dengan gadis berkotak bekal itu.

"Sarah!" panggil seorang cowok berseragam basket.

Gadis bercepol satu itu mengabaikan panggilan yang dilontarkan cowok itu, ia lebih memilih fokus dengan sepiring nasi goreng di hadapan nya.

"Valerie, temen lo budeg" ujar cowok itu seraya menoel lengan gadis yang sedang mengunyah bekalnya.

"Jari lo gue jadiin lauk kayak nya enak"

Cowok itu menyengir kuda. "Ampun bu bos"

"Diajak main basket noh sama si Satya"

Tiba-tiba Sarah membanting sendok nya dan menatap kedua sahabatnya binar. "Mau ya"

"Nggak" balas Valerie cepat.

Giliran gadis berponi yang sedang mengeluarkan jurus maut nya. Tangan yang dilipat tak lupa dengan puppy eyes yang membuat Valerie memutar bola mata malas.

"Enggak, Yara" tekan Valerie.

Cowok berseragam basket itu mengambil ancang-ancang untuk membanting mangkok bakso Yara. Namun sebelum aksinya terlaksana, suara Valerie membuat matanya melebar.

"Sampe tuh mangkok pecah, gue obral lo, Glen"

"Enak aja! Gue bukan lacur ya!"

Pletak!

Valerie menjitak keras kepala Glen.

"Ngomong di filter nyet"

"Kalo mau ngebasket sono noh, gue gak ikut. Siang bolong kayak gini ngajak keringetan, ogah!" lanjut Valerie.

Sebelum ia kembali berucap, ketiga anak manusia itu sudah menghilang dari hadapannya dengan makanan dan minuman yang sudah habis tak tersisa sedikit pun. Valerie geleng-geleng kepala dengan tingkah sahabat-sahabatnya.

Setelah selesai menghabiskan bekal, ia berjalan menuju kelas sambil bersenandung kecil.

~~~

"Val, lo langsung pulang apa main dulu?"

Valerie tersenyum lebar sambil membereskan peralatan tulis menulisnya. "Pulang, capek"

Sarah mengangguk-angguk paham dengan tangan memegang erat tali ransel abu miliknya.

"Gue main ya?"

Ucapan Sarah membuat Valerie menghentikan aktivitas nya.

"Budeg lo emang, dikata gue capek malah mau main. Mati deh gue"

Because Of You [ Hiatus ]Stories to obsess over. Discover now