persahabatan tidak mengenal lelah, walaupun salah satu diantara keduanya sering berbuat salah. selalu mensuport satu sama lain dan menerima dengan tangan terbuka apapun keadaannya.
Selamat membaca!
Jangan lupa tinggalkan jejaknya🙏
Start 29 Mei 2020...
Setengah terengah Lintar berlari menaiki undakan tangga menuju kamar kosnya yang berada dilantai dua. Dia yakin kali ini bakal terjadi kejutan yang tak terduga didalam kamarnya. Setelah sampai didepan pintu dia bergegas mengambil kunci yang berada didalam tas ranselnya. Sialnya kunci tidak bisa dibuat untuk membuka pintu karena ada kunci lain yang menancap dari dalam. Dengan terpaksa cowok berperawakan tinggi itu mendobrak pintu tersebut, karena biarpun dipanggil dari luar sang empunya tak bakal menjawab. Biarlah dia dimarahi ibu kos karena merusak barangnya, itu harus jadi tanggung jawab orang yang telah mengunci pintunya dari dalam.
Braakkk!
Akhirnya pintu berhasil didobrak dan betapa syoknya Lintar melihat isi kamar kosnya yang sudah seperti kapal pecah. Bahunya merosot dengan mata yang mengedar keseluruh penjuru ruangan. Apa apaan ini orang yang sudah membuat kamarnya berantakan dengan enaknya tidur diranjangnya. Sungguh pemandangan yang sulit digambarkan. Sepatu tidak berada ditempatnya, selimut terbang dibawah tempat tidur dan jangan lupa dengan baju dan buku yang bertebaran kesana kesini. Menghadapi sahabatnya yang satu ini butuh kesabaran ekstra.
"Bangun wooii!" Teriak Lintar ditelinga Brian. Namun yang diteriaki tidak menggubris sama sekali.
Lintar menghembuskan nafas lelah. Harus dimulai dari mana dia membangunkan kebo jantan ini. Cakep sih cakep tapi gaya tidurnya itu loh yang nggak banget, tengkurap dengan telanjang dada dan jangan lupa dengan pulau yang sudah dia buat dimana mana. Dia harus segera membangunkan cowok satu ini, kalau enggak kamarnya akan terus seperti ini entah sampai kapan.
"Bangun Bri, dicariin gebetan lo tuh!" Gagal, jurus pertama malah membuat Brian semakin mengeraskan dengkurannya.
"Bri, kucing tetangga lo mati tuh lo suruh nguburin!" Walaupun badannya diguncang hebat Brian masih enggan membuka matanya.
"Bangke emang, masa cowok kayak gini banyak yang naksir. Heran deh gue!" Gerutu Lintar, sepertinya dia sudah kehabisan akal untuk membangunkan Brian.
Lintar mengambil ponselnya dan diam diam memotret gaya tidur Brian yang nggak ada keren kerennya itu. Setelah mengambil satu gambar iapun mengunggahnya distory whatsapp nya dengan caption "kebo jantan lagi bobok cantik, siapa yang mau bantu bangunin. Kuy cepetan!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bri, foto lo gue post bentar lagi tetangga sebelah dateng buat bangunin lo. Yakin masih nggak mau bangun?" Bisik Lintar ditelinga Brian sambik tersenyum licik.
"Paan sih, masih ngantuk gue!" Gerutunya masih dengan posisi sama dengan mata yang masih tertutup.
Dan benar saja pintu kamar Lintar diketuk dari luar, pasti si Imey yang datang buat bangunin Brian. Lintar tersenyum puas, akhirnya orang yang paling dihindari sahabatnya kini menghampiri.