"Hoshh....hosh....."
Deru nafas seorang remaja tampan yang habis di kejar kejar oleh penggila nya bisa di tanda kutip "penggemar berat" nya, Dan kalian tahu? Yap tentu saja tidak akan tahu haha. Maaf maaf oke, remaja tampan yang di kejar kejar tersebut adalah Jeon Jungkook. Jika kalian tidak tau, Jeon Jungkook adalah murid dari Sekolah Menengah Atas SOPA, Seoul. Yang cukup terkenal di sekolahnya itu, banyak teman wanitanya mengejar jungkook kala itu, ya itu membuat jungkook malas dengan sikap stalker
Mereka, selalu bisa membuat mood Jeon Jungkook turun drastis. Sekedar info.
Jeon Jungkook seorang introvert, dia sangat pendiam, mungkin ada 1 orang sahabat nya yang bisa membuat dia menjadi manusia normal. Ya itu Kim Taehyung, mereka sahabat karib yang mungkin tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka kecuali yang di atas.
Dan perlu kalian ketahui jungkook sangat tidak suka wanita, yaa karena ada pengalaman kelam dia dengan wanita. Jadi masih membuat hati nya enggan terbuka untuk mencari kekasih lagi.
✥✥✥
"Ahh sial, aku harus bersembunyi dimana?!"
Jungkook merasa dirinya sudah lelah berlari dari stalker nya itu
"JEON JUNGKOOK-A CEPAT KEMARI! "
Terdengar teriakan kim taehyung sahabat karib jungkook di balik mobil mewah yang di tumpangi taehyung
"Aishh.... Gomawo, untung kau datang tepat waktu"
Dengan bergegas jungkook masuk ke dalam mobil milik taehyung itu
"Hahaha, bukan masalah besar tenang aku ini sahabat mu tentu saja akan menolong mu,dan itupun jika aku sempat. Hahaha" Taehyung bercanda gurau dengan jungkook yang kini menatap sinis taehyung
"Hahaha mian, mian, hanya bercanda. Yaa aku akan menolong mu karena kau sahabat ku jungkook-a"
Jungkook pun sepertinya luluh dengan ucapan sahabatnya itu dengan santai jungkook memukul pelan bahu lebar taehyung
"Hahaha sudah sudah, aku langsung antar kau pulang ya"
Taehyung langsung menancap kan gas dengan perlahan mobil itupun berjalan. Di dalam perjalanan tiba tiba taehyung memulai pembicaraan nya dengan jungkook.
"Jungkook"
"Iya, kenapa? "
Jungkook menoleh ketika taehyung memanggil nama jungkook.
"Mengapa kau sangat acuh dengan wanita? Kau sangat tidak peduli akan keberadaan wanita, sampai sampai kau tidak pernah membicarakan tentang wanita denganku,apa se tidak suka itu kau kepada wanita? " Ya bisa kalian bayangkan raut wajah jungkook yang tadinya santai berubah menjadi khawatir dan gundah, taehyung yang melihat raut wajah jungkook yang berubah drastis langsung mengganti topik pembicaraan nya.
"Oh okey okey, maaf kan aku jika lancang bertanya seperti ini, aku tahu kau tidak akan menjawab ini maaf maaf" Taehyung merasa bersalah karena bertanya seperti itu, taehyung lebih baik mengalah tidak mendapatkan jawaban dari jungkook daripada di jawab oleh jungkook, namun hati jungkook menjadi tidak enak.
"Iya tidak apa apa, aku tahu pasti kau sangat penasaran mengapa aku sangat tidak respect terhadap wanita. Nanti akan ku ceritakan semuanya kepadamu" Bisa taehyung lihat, wajah jungkook mengekspresikan seperti mengikhlaskan seseorang, namun taehyung tidak tau akar masalahnya jadi lebih baik dia diam saja.
.
.
.
"Heiii kelinci gendut, sana sana sudah sampai di rumah mu nih"
Taehyung berniat bercanda dengan mengusir jungkook yang terlihat sedang duduk santai.
"Aih,, taehyung kejam yaa, tidak akan aku beri tau kisi kisi ulangan nanti"
Jungkook bergegas keluar dari mobil dengan wajah cemberut imutnya
"Jungkook-a! Tidak berterimakasih rupanya yaa! "Taehyung menggoda jungkook yang sudah lari kecil menuju rumahnya
"IYA IYA!! GOMAWO HYUNG TAMPAN! "
Jungkook lagsung masuk ke rumah nya tanpa menengok ke arah taehyung lagi
"Hahaha aku tau itu tidak ikhlas kau ucapkan"
Taehyung pun memutar balik arah mobilnya, segera lah dia pulang dengan wajah yang biasa dibilang ngakak karena tingkah laku jeon jungkook, yang menurut nya lucu
.
.
.
✥✥✥
"Jungkook sayang, mau kah membantu mama mu ini?"
Jungkook yang sedang di posisi rebahan pun merasa malas namun karena dia tidak mau menjadi anak durhaka jadi dia jawab saja.
"Bantu apa ma?"
"Tolong belikan mama ikan salmon di minimarket terdekat ya sayang, soalnya mama mau buat resep ikan salmon kesukaan kamu dengan kakak mu"
Jungkook pun dengan sigap berdiri dari posisi uenak nya itu.
"Wahh yasudah mana uang nya mah biar sama jungkook di beliin"
.
.
.
✥✥✥
"Slurppp,,,slurpp,, hm enak juga es krimnya" Jungkook sedang makan es krim yang tentu saja di beli dengan uang sisa kembalian nya
Brughhhhh.....
"Aihhh maaf, maaf tuan, saya jalan tidak lihat lihat maaf"
Seorang wanita dengan paras cantik, rambut hitam legam indah panjang terurai dengan wajah anggun nan lucu, menambah paras cantiknya wanita itu.
"Hahh,,, gawat mengapa harus bertabrakan dengan wanita?!"-batin jungkook
Langsung saja jungkook berlari kencang sekuat tenaga nya, tidak peduli wanita yang menabraknya itu aneh dengan kelakuannya yang tiba tiba saja lari.
"Kenapa orang itu? Tiba tiba saja berlari, apa dia sangat marah denganku? Namun kan aku sudah meminta maaf,hahh sungguh aneh"
Yap itu lah prasangka wanita cantik itu kepada jungkook, ya tidak salah juga sih karena mungkin wanita itu baru pertama kali melihat laki laki mungkin sepantaran nya sangat tidak respect kepadanya.
"Huftt...biasanya laki laki seperti dia sangat tergila gila dengan ku, hmm lumayan juga tampan"-batin wanita itu
✥✥✥
"Hoshhh,,hoshhhhh, yaampun liat belakang, ah aman liat kiri kanan ah aman syukur lah"
Jungkook terlihat kelelahan, ya bagaimana tidak hampir jauh dia lari sekencang mungkin karena takut masih dikejar oleh wanita itu. Haha
"Aku pulang"
"Ah syukurlah jungkook, mama kira kamu kemana, lama sekali soalnya"
Terlihat mama jungkook sangat khawatir di karenakan jungkook sangat lama pulang dari minimarket nya. Mungkin tanpa mama nya tahu, jungkook itu lama berlari lari ke sana kemari hanya takut di kejar oleh wanita yang menabraknya. Lucu emang haha.
.
.
Mohon krisar nyaꉂ(ˊᗜˋ*)♡
Comment and support yaa˙˚ʚ('◡')ɞ˚˙
YOU ARE READING
Only you
Teen FictionKalian Percaya Adanya Cinta Sejati? Jika Kalian Percaya, Mungkin Memang Benar Cinta Sejati Itu Ada. Namun Sepertinya Jeon Jungkook Belum Percaya Akan Adanya Cinta Sejati, Yang Dia Pikirkan Hanya Cinta Sejati Itu Konyol, Hanya Khayalan Fiksi Belaka...
