(1) First Met Since Then

49 9 1
                                        



          "Hai Beb, lama gak ketemu, aku kangen," sapa wanita itu pada seorang lelaki penjaga SPBU yang hendak menanyakan jumlah bensin yang ingin dibelinya.

Sang lelaki terperangah menatap wanita yang duduk di balik kemudi itu, wanita itu tampak berbeda dari penampilan terakhir mereka bertemu.

"Isi penuh, Tara," ucap wanita itu memecah lamunan lelaki itu.

Nusantara yang biasa disapa Tara, tersenyum ramah dan langsung kembali pada pekerjaannya. Rihana si wanita itu menatap lekat wajah tampan Tara yang kini terlihat dewasa.

Ah, sudah berapa lama mereka tak bersua? Sepuluh tahun? Atau mungkin sebelas tahun? Entahlah, mungkin itu sudah lama sekali.

Intinya kini ada suatu perasaan asing di dada masing-masing yang membuncah hebat. Menyesakkan.

Hana menyerahkan selembar uang yang tentu Tara terima, tapi Hana tak langsung melepaskannya. Ia tersenyum, "Semangat kerja, ya. Gue kangen," ucap Hana masih tersenyum sampai ia melepas selembar uang itu.

"Love you," katanya sebelum menutup kaca dan meninggalkan SPBU.


Tara dibuat mati kutu di tempat.


"Pacar?" tanya teman kerja Tara.

Tara kembali tersenyum dan menggeleng samar, "Temen lama."

"Manggil Beb terus bilang love you, 'temen'?" tanya teman kerja Tara sekali lagi.

Tara terkekeh pelan, "Emang anaknya begitu."

"Ke semua orang?"

Tara berpikir sejenak. "Enggak. Ke gue doang."


Ahn Rihana adalah teman semasa putih biru Tara. Kini yang Tara tahu, Hana adalah seorang penulis buku cerita anak-anak.

Semasa sekolah dulu, Tara tidak merasa akrab dengan Hana.

Mereka hanya saling tahu, saling bertukar senyum setiap berpapasan. Mereka juga tak pernah berada di satu kelas yang sama, atau bahkan satu ruangan saat ulangan pun tidak. Ditambah saat acara reuni Hana tidak pernah ikut serta.


Sejak hari itu, Hana selalu mengisi bensin di SPBU tempat Tara bekerja. Padahal hari itu Hana hanya sedang terburu-buru dan kebetulan melewati SPBU tersebut.

Dan belakangan Hana malah dengan sengaja memutar kemudi hanya untuk mengisi bahan bakar mobilnya di SPBU tersebut.


Sampai suatu malam saat Tara baru hendak pulang, telepon masuk dari Hana. Tara mengangkat panggilan tersebut dengan perasaan heran, kenapa Hana menelefon larut malam begini?


"Sayaaaaang!!"


Baru hendak menyapa, namun suara teler Hana masuk ke indra pendengaran Tara.


"Lo kenapa?" tanya Tara cemas-cemas. Kalau dinilai dari suara, kayaknya Hana mabok.


"Aku di lapangan deket tempat kamu tau, hehehe," jawab Hana melantur. Pasti mabok ini mah!

Tara langsung menggerakkan tungkainya menuju lokasi yang tadi Hana sebutkan, padahal beberapa saat lalu Tara sedang berdiri tepat di samping motornya tapi Tara gak ke pikiran untuk bawa ke tempat Hana. Tara malah lari-larian kayak sekarang.

SOJU (END)Donde viven las historias. Descúbrelo ahora