01

40 5 3
                                        

Hai semua, perkenalkan namaku Sharon— Sharon Alice. Saat ini aku berada di bus kota, berharap agar tidak terlambat datang ke sekolah. Semoga.

Sebenarnya, aku berangkat lebih pagi hari ini karena tidak diantar oleh ayah. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya aku berangkat menggunakan bus kota, hanya saja aku masih  khawatir terlambat.

"Hey Alice!" Teriak sahabatku ketika aku sampai di halte bus.

Tentu saja aku membalasnya dengan senyuman yang kikuk setelah melihat beberapa siswa lain menatap kami— mungkin hanya aku.

Ini cukup memalukan namun, ya ampun! Di sana ada Kak Yifan bersama temannya tengah menatapku sambil tertawa kecil. Huft... mau aku taruh dimana mukaku ini.

"Hey kalian ini sudah gila ya? Aku ditertawakan oleh kak Yifan tahu! Malu banget!" Ucapku sedikit memelankan suara.

"Biarkan saja, siapa tahu kak Yifan tertarik denganmu." Ucap sahabat gila ku begitu enteng.

"Kalian ini masih pagi, sudah sudah ayo masuk ke kelas!" Lerai salah satu sahabatku. Ah, hanya dia yang paling dewasa diantara kami.

Sebelumnya, perkenalkan sahabatku bernama Nene (partner bertengkar-ku) dan Liu Xiening (paling dewasa diantara aku dan Nene). Xiening berasal dari China, dan Nene berasal dari Thailand.

Sebenarnya aku masih memiliki beberapa sahabat lain, namun mereka tidak segila Nene dan Xiening. Ada Wang Yijin, Zhang Yifan, Tian Jingfan, Sun Ruyun, dan Lana. Mereka semua berasal dari China kecuali Lana berasal dari Rusia.

Oh ya, aku akan mengenalkan kalian kepada kak Yifan. Kak Yifan bukanlah Zhang Yifan, temanku. Mereka berbeda, Zhang Yifan perempuan.

Pemilik nama Wu Yifan adalah crush-ku. Ia lebih tua satu angkatan dariku. Aku sudah menyukainya kurang lebih satu tahun.

Parahnya, ia juga mengetahui bahwa aku menyukainya.

Entah darimana, sepertinya karena gerak-gerikku yang mencurigakan. Ah sungguh memalukan!

Ini kak Yifan, tampan bukan? Hehe

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Ini kak Yifan, tampan bukan? Hehe. Hey tolong jangan merebutnya, dia milikku! Foto ini ku dapatkan ketika ada event di sekolah. Ah, betapa stylist-nya kak Yifan.

Sejujurnya kak Yifan tidak tergolong orang yang friendly, lihat saja wajahnya yang sedikit arogan namun tetap tampan.

Pertama kali aku mengirim pesan kepadanya sungguh membuatku berdebar. Ya! Betapa slowrespon-nya kak Yifan ini.

'Ini siapa?'

Itulah jawaban yang ku dapatkan setelah hampir satu jam menunggu. Hey, ayolah! Di sana tertera namaku! Betapa tidak pekanya kak Yifan...

Saat ini mungkin jauh lebih baik, aku dan kak Yifan cukup dekat meskipun hanya di chat, namun tidak apa-apa.

Aku tergolong orang yang beruntung, karena di sekolah ini banyak yang ingin mencari perhatian terhadap kak Yifan.

Sudah sudah sepertinya tidak akan ada habisnya jika membicarakan kecintaanku terhadap kak Yifan.

"Hari ini kak Yifan tampan sekali!" Pekikku terhadap Nene dan Xiening.

"Setiap hari kau berkata seperti itu, Alice." Xiening merespon ucapanku.

"Woah, sekarang kau berani menentangnya Xiening. Bagus bagus!" Tentu saja itu Nene.

"Selamat pagi, bolehkah aku ikut bersama kalian?" Wang Yijin, perempuan itu menghampiri kami.

"Tentu saja boleh, ayo!" Jawab Xiening. Aku dan Nene hanya mengangguk ramah, lagipula aku dan Nene juga mengenal Yijin.

"Hei akhir-akhir ini kami jarang melihatmu, kau kemana?" Tanyaku.

"Tugas dari guru kelasku sangat banyak dan rata-rata tugas itu merupakan tugas kelompok. Jadi mau tak mau, aku pun kerja kelompok bersama temanku."

Betapa menyedihkannya Wang Yijin.

"Kalau kau butuh apa-apa, tak usah segan untuk mendatangi kami." Itu Nene yang bicara.

Yijin hanya mengangguk.

"Tidak apa-apa aku sekelas dengan Yifan dan Ruyun." Jawabnya.

Tak sadar, kami pun tiba di depan kelas dan berpamitan pada Yijin. Yijin masih harus berjalan beberapa meter dari kelas kami. Tak jauh.

Aku terkejut ketika mendapati seorang murid lelaki tengah membaca buku, dan dapat ku pastikan ia murid baru.

Aku tidak mengenalnya dan tak pernah melihatnya.

Ia duduk tak jauh dari bangku-ku. Aku, Xiening, dan Nene pun tak dapat mengalihkan pandangan kami dari murid tersebut.

Penasaran dengan wajahnya yang hanya ia tundukkan sedari tadi. Sepertinya ia tak peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Tiba-tiba saja guru datang bersamaan dengan bel masuk, membuat se-isi kelas panik atas kehadirannya.

Semua berdiri begitupun ia— murid baru itu, lalu ketua kelas memberi salam kepada guru. Ia hanya mengikutinya dengan kepala yang tetap menunduk.

"Baik, murid baru silahkan perkenalkan dirimu." Titah guru kelasku.

Ia pun berdiri, lalu berjalan menuju ke depan kelas diikuti oleh guru kelas di sampingnya. Ia membungkuk 90 derajat lalu mulai mengenalkan dirinya.

"Halo semua, aku murid pindahan dari Korea Selatan. Maaf jika bahasaku sedikit terbatas, namaku Do Kyungsoo. Aku harap kita semua bisa berteman."

• 12 one °☆

Halo semua, aku harap kalian menyukai fanfiction ku ini. Tolong beri aku dukungan dengan vote dan komen. Terima kasih! ♡

Twelve OneWhere stories live. Discover now